ANSIETAS (D.0080)

ANSIETAS (D.0080)

by

in

DIAGNOSA KEPERAWATAN: ANSIETAS (D.0080)

A. DEFINISI 

  1. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kondisi emosional dan pengalaman subjektif individu terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman.
  2. NANDA International Suatu perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai dengan respons otonom (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Hal ini merupakan isyarat kewaspadaan yang memperingatkan individu akan adanya ancaman yang akan datang.
  3. Gail W. Stuart Suatu kekhawatiran yang tidak jelas yang berkaitan dengan perasaan ketidakpastian dan ketidakberdayaan. Ansietas tidak memiliki objek yang spesifik dan dialami secara subjektif serta dikomunikasikan secara interpersonal.
  4. American Psychiatric Association (APA) Respon antisipasi terhadap ancaman masa depan yang lebih sering dikaitkan dengan ketegangan otot dan kewaspadaan dalam persiapan menghadapi bahaya di masa depan serta perilaku menghindar yang bersifat hati-hati.
  5. Carpenito-Moyet Suatu keadaan ketika individu mengalami perasaan gelisah (kekhawatiran) dan aktivasi sistem saraf otonom dalam berespons terhadap ancaman yang tidak spesifik dan tidak diketahui.

B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO

Penyebab terjadinya ansietas dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor lingkungan maupun kondisi klinis sebagai berikut:

  • Krisis Situasional Terjadinya perubahan mendadak dalam status kesehatan, lingkungan, atau fungsi peran yang memaksa individu untuk beradaptasi dengan cepat.
  • Ancaman terhadap Konsep Diri Kekhawatiran akan terjadinya kegagalan, kehilangan harga diri, atau ketidakmampuan dalam menjalankan peran sosial dan profesional yang seharusnya dilakukan.
  • Kebutuhan Tidak Terpenuhi Adanya hambatan dalam mencapai tingkat keamanan dan kenyamanan psikologis yang dibutuhkan individu untuk merasa stabil secara emosional.
  • Stressor Psikososial Munculnya konflik interpersonal, tekanan ekonomi, atau perubahan besar dalam struktur sosial yang membebani kapasitas koping individu.
  • Kondisi Medis Efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu atau merupakan manifestasi sekunder dari perjalanan penyakit kronis dan terminal yang sedang dialami pasien.

C. MANIFESTASI KLINIS (TANDA DAN GEJALA)

Penentuan diagnosis ansietas didasarkan pada kehadiran kriteria objektif dan subjektif yang terbagi dalam kategori mayor dan minor.

Gejala Mayor

  • Subjektif: Merasa bingung, merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, serta mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi.
  • Objektif: Tampak gelisah, tampak tegang, dan mengalami gangguan pola tidur.

Gejala Minor

  • Subjektif: Mengeluh pusing, anoreksia, palpitasi (jantung berdebar), dan merasa tidak berdaya.
  • Objektif: Terjadi peningkatan frekuensi nadi, peningkatan tekanan darah, peningkatan frekuensi napas, diaforesis (keringat dingin), tremor, suara bergetar, serta kontak mata yang buruk.

D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

Tujuan utama dari intervensi yang diberikan adalah agar Tingkat Ansietas Menurun (L.09093). Keberhasilan asuhan keperawatan diukur melalui indikator berikut:

  1. Verbalisasi kebingungan dan kekhawatiran mengalami penurunan yang signifikan.
  2. Perilaku gelisah dan ketegangan fisik menunjukkan penurunan.
  3. Konsentrasi pasien membaik dan pola tidur kembali teratur.
  4. Tanda-tanda vital seperti frekuensi nadi dan tekanan darah kembali berada dalam rentang normal pasien.

E. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)

Intervensi dirancang secara komprehensif untuk menurunkan stimulasi sistem saraf pusat dan meningkatkan mekanisme koping individu.

  1. Reduksi Ansietas (I.09314)
  • Observasi: Melakukan identifikasi pada saat tingkat ansietas berubah, baik berdasarkan kondisi, waktu, maupun faktor stressor tertentu.
  • Terapeutik: Menciptakan suasana yang terapeutik untuk menumbuhkan kepercayaan pasien, serta menggunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan selama proses interaksi.
  • Edukasi: Memberikan penjelasan mengenai prosedur tindakan termasuk sensasi yang mungkin dialami, serta memberikan informasi secara faktual mengenai diagnosis, pengobatan, dan prognosis penyakit.
  • Kolaborasi: Melakukan kolaborasi dalam pemberian obat antiansietas apabila diperlukan berdasarkan indikasi klinis.

2. Terapi Relaksasi (I.09326)

Melakukan tindakan pengajaran teknik pernapasan dalam, relaksasi otot progresif, atau penggunaan imajinasi terbimbing yang bertujuan untuk menurunkan ketegangan fisiologis dan memberikan efek tenang pada sistem saraf.

F. KONDISI KLINIS TERKAIT

  1. Penyakit kronis progresif (mis. kanker, gagal ginjal terminal).
  2. Penyakit akut.
  3. Hospitalisasi (perawatan di rumah sakit).
  4. Rencana tindakan operatif/pembedahan.
  5. Kondisi masa nifas (postpartum).
  6. Masa pengakhiran kehamilan (mis. abortus, persalinan).
  7. Penyakit neurologis.
  8. Tahap perkembangan (mis. remaja, lanjut usia).
  9. Riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan.
  10. Efek samping obat-obatan tertentu.
  11. Penyalahgunaan zat.

DAFTAR PUSTAKA

American Psychiatric Association (APA). (2022). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5-TR). Washington, DC: American Psychiatric Publishing.

Carpenito-Moyet, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Oxford: Wiley-Blackwell.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Stuart, G. W. (2014). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. St. Louis, Missouri: Elsevier Mosby.


Comments

23 responses to “ANSIETAS (D.0080)”

  1. […] Ansietas (D.0080) b.d terpapar situasi traumatis d.d mengeluh cemas, frekuensi nadi meningkat, tampak gelisah, tegang […]

  2. […] Ansietas (D.0080) berhubungan dengan krisis situasional / perubahan besar dalam hidup […]

  3. […] Ansietas (D.0080) b.d Ancaman terhadap status kesehatan/krisis situasional d.d Merasa tegang, gelisah, frekuensi nadi meningkat. […]

  4. […] (D.0080) berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri, konflik internal, dan krisis situasi […]

  5. […] Ansietas (D.0080) b.d krisis situasional/ancaman terhadap konsep diri d.d merasa khawatir, tegang. (PPNI, 2017) […]

  6. […] D.0080 Ansietas b.d Krisis situasional, Kekhawatiran mengalami kegagalan tidur d.d Merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, tampak gelisah, tampak tegang. […]

  7. […] Ansietas (D.0080) b.d. kekhawatiran terhadap kondisi penyakit d.d. merasa bingung, khawatir dengan akibat dari gejala, tampak tegang. […]

  8. […] Ansietas (D.0080) b.d krisis situasional, kekhawatiran mengalami penilaian negatif d.d merasa khawatir, tegang, palpitasi, tremor […]

  9. […] Ansietas (D.0080) b.d. Ancaman terhadap Konsep Diri dan Pola Kehidupan. […]

  10. […] Ansietas (D.0080) b.d krisis situasional d.d merasa bingung, tampak gelisah, frekuensi nadi dan tekanan darah meningkat. (Tim Pokja SDKI PPNI, 2017) […]

  11. […] Ansietas (D.0080) berhubungan dengan krisis situasional, herediter, dan ancaman terhadap konsep diri […]

  12. […] Ansietas (D.0080) berhubungan dengan krisis situasional dan ancaman terhadap status kesehatan kronis. […]

  13. […] Ansietas (D.0080) berhubungan dengan ancaman terhadap status kesehatan (ketakutan serangan berulang). […]

  14. […] Ansietas (D.0080) b.d. Ancaman Terhadap Konsep Diri / Krisis Situasional (Ancaman Kebutaan). […]

  15. […] Ansietas (D.0080) berhubungan dengan krisis situasional dan ancaman terhadap konsep diri d.d. merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, tampak gelisah. […]

  16. […] Ansietas (D.0080) b.d Ancaman Terhadap Kondisi Terkini […]

  17. […] Ansietas (D.0080) b.d Krisis Situasional/Kekhawatiran terhadap Kegagalan Terapi […]

  18. […] Ansietas (D.0080) berhubungan dengan krisis situasional. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *