Tag: Karya Ilmiah Akhir Ners
-

GANGGUAN MOBILITAS FISIK (D.0054)
DIAGNOSA GANGGUAN MOBILITAS FISIK (D.0054) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB) Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya gangguan mobilitas fisik meliputi: C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA) Penegakan diagnosis ini didasarkan pada temuan klinis sebagai berikut: 2. Gejala Minor D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Tujuan utama intervensi adalah mencapai Mobilitas Fisik Meningkat [L.05042] dengan kriteria hasil: E.…
-

DISORGANISASI PERILAKU BAYI (D.0053)
DIAGNOSA DISORGANISASI PERILAKU BAYI (D.0053) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB) Secara klinis dan teoretis, disorganisasi ini dipicu oleh berbagai faktor kompleks: C. MANIFESTASI KLINIS (INDIKATOR DIAGNOSTIK) Diagnosis ini ditegakkan apabila ditemukan minimal 80% dari tanda-tanda berikut yang merujuk pada standar SDKI dan Synactive Theory: D. LUARAN KEPERAWATAN Target utama dalam intervensi ini adalah pencapaian…
-

RISIKO KONSTIPASI (D.0052)
DIAGNOSA RISIKO KONSTIPASI (D.0052) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO Faktor yang meningkatkan kerentanan individu terbagi menjadi tiga kategori utama: Psikologis: Situasional: C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Tujuan utama dari intervensi pada diagnosa risiko ini adalah mencapai Eliminasi Fekal Membaik (L.04033), yang ditandai dengan: D. INTERVENSI KEPERAWATAN Pencegahan Konstipasi (I.04160) Langkah-langkah strategis untuk memitigasi risiko meliputi: 2.…
-

RISIKO INKONTINENSIA URIN URGENSI (D.0051)
DIAGNOSA RISIKO INKONTINENSIA URIN URGENSI (D.0051) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO Penegakan diagnosis risiko ini didasarkan pada adanya faktor-faktor yang meningkatkan kerentanan pasien, antara lain: C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Tujuan utama intervensi adalah tercapainya Kontinensia Urin Membaik (L.04036), dengan kriteria hasil ilmiah: D. INTERVENSI KEPERAWATAN UTAMA (SIKI) Manajemen Eliminasi Urin (I.04152) Observasi: Terapeutik: Edukasi: Kolaborasi:…
-

INKONTINENSIA URIN URGENSI (D.0047)
Diagnosa Inkontinensia Urin Urgensi (D.0047) A. DEFINISI B. KONDISI KLINIS TERKAIT Kondisi ini umumnya muncul pada pasien dengan riwayat medis atau patofisiologi sebagai berikut: C. KRITERIA DIAGNOSIS 2. Tanda dan Gejala Minor C. INTERVENSI UTAMA (MANAJEMEN INKONTINENSIA URIN) Tindakan keperawatan difokuskan pada pemulihan pola eliminasi dan penguatan mekanisme kontrol: 2. Latihan Otot Panggul (Kegel Exercise):…
-

RETENSI URIN (D.0050)
DIAGNOSA RETENSI URIN (D.0050) A. Definisi B. Etiologi dan Patofisiologi Penyebab retensi urin secara klinis diklasifikasikan ke dalam beberapa faktor mekanis dan fungsional: C. Indikator Diagnostik Berdasarkan kriteria klinis, diagnosa ini ditegakkan apabila ditemukan data mayor sebagai berikut: Pasien mengeluhkan sensasi penuh pada area suprapubik dan ketidakmampuan untuk memulai miksi. D. Luaran Keperawatan (SLKI) Tujuan…
-

KONSTIPASI (D.0049)
DIAGNOSA KONSTIPASI (D.0049) A.DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Konstipasi merupakan manifestasi klinis yang ditandai dengan penurunan frekuensi defekasi normal yang disertai dengan pengeluaran feses yang sulit atau tidak tuntas, serta tekstur feses yang kering dan keras. Secara fisiologis, kondisi ini terjadi akibat perlambatan transit feses di dalam kolon, yang menyebabkan penyerapan air secara berlebihan oleh mukosa…
-

KESIAPAN PENINGKATAN ELIMINASI URIN (D.0048)
DIAGNOSA KESIAPAN PENINGKATAN ELIMINASI URIN (D.0048) A. DEFINISI B. KRITERIA DIAGNOSIS (INDIKATOR KLINIS) Subjektif: Objektif: C. TINJAUAN PAKAR: PATOFISIOLOGI DAN PROMOSI KESEHATAN Menurut Potter & Perry (2021), eliminasi urin yang efektif bergantung pada integritas fungsi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Pada tahap “Kesiapan Peningkatan,” fokus keperawatan bergeser dari mengatasi patologi menuju penguatan mekanisme pertahanan…
-

INKONTINENSIA URIN STRES (D.0046)
DIAGNOSA INKONTINENSIA URIN STRES (D.0046) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Inkontinensia urin stres merupakan suatu kondisi klinis yang ditandai dengan kebocoran urine involunter (di luar kendali) yang terjadi secara mendadak saat melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan intra-abdomen. Secara patofisiologis, hal ini disebabkan oleh kelemahan otot dasar panggul atau disfungsi sfingter uretra eksternal, sehingga tekanan uretra…
-

INKONTINENSIA URIN REFLEKS (D.0045)
DIAGNOSA INKONTINENSIA URIN REFLEKS (D.0045) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Inkontinensia urin refleks didefinisikan secara klinis sebagai pengeluaran urin secara involunter (tidak disadari) yang terjadi ketika volume kandung kemih mencapai ambang batas tertentu, akibat adanya aktivitas refleks detrusor yang tidak terhambat. Kondisi ini umumnya dikaitkan dengan gangguan pada sistem saraf pusat di atas level arkus…
