DIAGNOSA KOPING TIDAK EFEKTIF (D.0096)
A. DEFINISI
- PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Ketidakmampuan menilai dan merespons stresor dan/atau ketidakmampuan menggunakan sumber-sumber yang ada untuk mengatasi masalah.
- NANDA International Ketidakterampilan melakukan penilaian yang valid terhadap stresor, pilihan respons yang tidak adekuat untuk bertindak, dan/atau ketidakmampuan untuk menggunakan sumber daya yang tersedia.
- Lazarus & Folkman Kegagalan dalam proses mengelola tuntutan (internal maupun eksternal) yang dinilai sebagai beban atau melampaui kemampuan individu, sehingga mengakibatkan distres psikologis dan perilaku maladaptif.
- Stuart & Gail W. Wiscarz Respons koping yang tidak mampu menurunkan ansietas atau menyelesaikan masalah, yang mengakibatkan gangguan fungsi dalam hubungan sosial, pekerjaan, atau pemenuhan peran sehari-hari.
- Townsend & Morgan Ketidakmampuan individu untuk membentuk adaptasi yang positif terhadap stresor, yang sering kali ditandai dengan penggunaan mekanisme pertahanan ego yang berlebihan dan kegagalan dalam memecahkan masalah secara konstruktif.
B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
Secara ilmiah, kegagalan mekanisme koping dipicu oleh berbagai determinan kompleks, antara lain:
- Defisit Psikologis Kurangnya kepercayaan diri (self-efficacy) dalam menghadapi tantangan, kerentanan personalitas, serta ketidakpastian yang berkepanjangan.
- Disfungsi Sosial Ketidakadekuatan sistem pendukung (social support), disfungsi sistem keluarga, hingga krisis situasional maupun maturasional.
- Hambatan Lingkungan Kecemasan akibat perubahan lingkungan serta ketidaksiapan individu dalam mengantisipasi stresor yang bersifat masif atau mendadak.
C. MANIFESTASI KLINIS (TANDA DAN GEJALA)
Tanda dan Gejala Mayor
Subjektif:
- Mengungkapkan ketidakmampuan mengatasi masalah.
Objektif:
- Tidak mampu memenuhi peran sesuai usia.
- Menggunakan mekanisme koping yang tidak sesuai (maladaptif).
- Tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.
- Sukar membuat keputusan.
Tanda dan Gejala Minor
Subjektif:
- Khawatir kronis.
- Merasa lelah
- Pola tidur berubah.
- Konsentrasi buruk.
Objektif
- Penyalahgunaan zat.
- Perilaku manipulatif.
- Gejala somatik (mis. sakit kepala, gangguan pencernaan).
- Kurang dukungan sosial.
- Partisipasi sosial kurang.
D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Intervensi diarahkan untuk mencapai target Status Koping Membaik, dengan indikator keberhasilan:
- Peningkatan kemampuan memenuhi peran sosial dan personal.
- Peningkatan perilaku koping yang adaptif dan konstruktif.
- Verbalisasi pengakuan masalah dan kemampuan mengatasi masalah secara objektif.
- Penurunan perilaku menyalahkan orang lain atau rasionalisasi terhadap kegagalan.
E. INTERVENSI KEPERAWATAN TERINTEGRASI (SIKI)
Pendekatan terapeutik mencakup tiga intervensi utama:
- Promosi Koping Mengidentifikasi kemampuan dan sumber daya yang tersedia, memberikan dukungan emosional, serta memotivasi pasien untuk menentukan tujuan yang realistis.
- Dukungan Pengambilan Keputusan Memfasilitasi klarifikasi nilai, mendiskusikan kelebihan dan kekurangan solusi alternatif, serta memberikan informasi kesehatan yang diperlukan secara objektif.
- Dukungan Penampilan Peran Membantu adaptasi terhadap transisi peran akibat kondisi penyakit dan mengidentifikasi strategi positif untuk mengelola perubahan tanggung jawab dalam keluarga.
F. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Penyakit kronis (mis. Diabetes Melitus, Kanker, Gagal Ginjal).
- Penyakit terminal.
- Gangguan kecemasan (Anxiety Disorders).
- Depresi.
- Gangguan psikotik.
- Penyalahgunaan zat atau alkohol.
- Kondisi pasca trauma (PTSD).
- Krisis situasional (mis. kehilangan pekerjaan, kematian orang terdekat).
- Perubahan status kesehatan yang mendadak.
- Ketidakmampuan fisik (cacat permanen atau sementara).
- Nyeri kronis.
- Hospitalisasi jangka panjang.
- Transisi tahap perkembangan (mis. masa remaja, menopause, masa pensiun).
DAFTAR PUSTAKA
Ackley, B. J., Ladwig, G. B., Flynn Makic, M. B., Martinez-Kratz, M. R., & Zanotti, M. (2020). Nursing Diagnosis Handbook: An Evidence-Based Guide to Planning Care. St. Louis, Missouri: Elsevier.
American Psychological Association (APA). (2022). Stress and Coping Mechanisms in Chronic Illness Management. Washington DC: APA Publishing.
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, Appraisal, and Coping. New York: Springer Publishing Company.
NANDA International. (2021). Nursing Diagnoses: Definitions and Classification 2021-2023. Oxford: Wiley-Blackwell.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Stuart, G. W. (2014). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. St. Louis: Elsevier Health Sciences.
Townsend, M. C., & Morgan, K. I. (2021). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice. Philadelphia: F.A. Davis Company.


Tinggalkan Balasan