DIAGNOSA KOPING DEFENSIF (D.0094)
A. DEFINISI
- PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Koping defensif adalah proyeksi evaluasi diri positif yang salah dalam upaya mempertahankan diri dari ancaman yang dirasakan terhadap harga diri.
- NANDA International Suatu keadaan di mana individu mengalami proyeksi evaluasi diri positif yang tidak realistis sebagai mekanisme pertahanan terhadap ancaman yang dirasakan terhadap harga diri atau keutuhan ego.
- Gail W. Stuart Mekanisme pertahanan ego yang digunakan secara berlebihan di mana individu mencoba mengatasi ansietas dengan cara menyangkal adanya masalah atau menyalahkan faktor eksternal guna melindungi konsep diri yang rapuh.
- Mary C. Townsend Suatu pola respon yang maladaptif di mana individu menunjukkan perilaku yang membesarkan diri secara berlebihan untuk menutupi perasaan rendah diri dan ketidakadekuatan yang mendalam.
- Ackley & Ladwig Respon perlindungan diri yang ditandai dengan penggunaan penyangkalan, rasionalisasi, dan sikap permusuhan terhadap kritik untuk menghindari pengakuan atas kegagalan atau kekurangan pribadi.
B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
Penyebab terjadinya strategi koping defensif melibatkan interaksi kompleks antara faktor internal dan lingkungan, antara lain:
- Konflik Intrapsikis: Ketidakselarasan antara persepsi diri (self-perception) dengan sistem nilai yang dianut.
- Ketakutan Psikologis: Takut akan kegagalan, penghinaan, atau dampak negatif dari situasi tertentu.
- Defisit Interpersonal: Kurangnya kepercayaan pada orang lain serta minimnya dukungan sosial (support system).
- Konsep Diri Rapuh: Kurangnya kepercayaan diri yang dikompensasi dengan harapan yang tidak realistis terhadap diri sendiri.
C. MANIFESTASI KLINIS (TANDA DAN GEJALA)
Tanda dan Gejala Mayor
Subjektif:
- Menyalahkan orang lain.
- Menyangkal masalah.
- Menyangkal kelemahan diri.
- Merasionalisasi kegagalan.
Objektif:
- Hipersensitif terhadap kritik.
- Sikap sombong.
- Meremehkan orang lain.
Tanda dan Gejala Minor
Subjektif:
- Mengungkapkan harapan yang tidak realistis terhadap diri sendiri.
Objektif:
- Tawa yang tidak sesuai (saat membahas masalah serius).
- Sikap bermusuhan atau menyerang.
- Proyeksi kesalahan/tanggung jawab pada orang lain.
- Menunjukkan rasa superioritas yang semu.
D. LUARAN KEPERAWATAN (TARGET KLINIS)
Hasil akhir yang diharapkan mengacu pada Status Koping Membaik, yang ditandai dengan:
- Peningkatan perilaku koping adaptif dan asertif.
- Peningkatan pengakuan verbal terhadap masalah dan kelemahan diri.
- Penurunan perilaku menyalahkan orang lain serta rasionalisasi kegagalan.
- Stabilitas respon terhadap kritik.
E. STRATEGI INTERVENSI KEPERAWATAN
Berdasarkan standar praktik, manajemen difokuskan pada penguatan integritas ego:
- Promosi Harga Diri: Mengidentifikasi kekuatan individu dan memberikan umpan balik positif untuk meningkatkan penilaian diri yang objektif.
- Promosi Kesadaran Diri: Memfasilitasi eksplorasi pikiran dan emosi untuk membantu pasien menyadari keunikan diri dan mengubah pandangan diri yang menyimpang.
- Promosi Koping: Mengajarkan cara pemecahan masalah secara konstruktif dan teknik relaksasi untuk menurunkan penggunaan mekanisme pertahanan yang maladaptif.
F. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Gangguan kepribadian (mis. Narcissistic Personality Disorder, Antisocial Personality Disorder).
- Gangguan psikotik (mis. Skizofrenia).
- Penyalahgunaan zat atau adiksi (alkohol/narkoba).
- Gangguan bipolar (fase manik).
- Depresi (sebagai bentuk kompensasi).
- Gangguan kecemasan (Anxiety Disorder).
- Kondisi pasca trauma (PTSD).
- Gangguan perilaku pada anak dan remaja (Conduct Disorder).
- Penyakit kronis yang mengancam identitas diri.
- Ketidakmampuan belajar atau kegagalan akademik kronis.
DAFTAR PUSTAKA
Ackley, B. J., Ladwig, G. B., Makic, M. B., Martinez-Kratz, M. L., & Zanotti, M. (2020). Nursing Diagnosis Handbook: An Evidence-Based Guide to Planning Care (12th ed.). St. Louis: Elsevier.
American Psychological Association (APA). (2020). Publication Manual of the American Psychological Association (7th ed.). Washington, DC: Author.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (Eds.). (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021-2023. Oxford: Wiley-Blackwell.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Stuart, G. W. (2016). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart (B. Keliat, Ed.; Edisi Indonesia). Singapore: Elsevier.
Townsend, M. C., & Morgan, K. I. (2018). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice (9th ed.). Philadelphia: F.A. Davis Company.


Tinggalkan Balasan