PENURUNAN KOPING KELUARGA (D.0097)

PENURUNAN KOPING KELUARGA (D.0097)

by

in

DIAGNOSA PENURUNAN KOPING KELUARGA (D.0097)

A. DEFINISI

  1. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Ketidakadekuatan atau ketidakefektifan dukungan, rasa nyaman, bantuan, atau motivasi orang terdekat (anggota keluarga atau orang berarti) yang dapat menyebabkan masalah kesehatan pejamu tidak dapat ditangani secara efektif.
  2. NANDA International (North American Nursing Diagnosis Association) Perilaku orang terdekat (anggota keluarga, orang yang sangat berarti, atau teman akrab) yang memberikan dukungan, rasa nyaman, bantuan, atau motivasi yang tidak adekuat, tidak efektif, atau mengalami penurunan, yang mungkin diperlukan klien untuk mengelola atau menguasai tugas-tugas adaptif terkait masalah kesehatan.
  3. Friedman, Bowden, & Jones Kegagalan sistem keluarga dalam menjalankan fungsi afektif dan fungsi perawatan kesehatan, di mana anggota keluarga tidak mampu memberikan dukungan emosional dan fisik yang diperlukan oleh salah satu anggotanya yang sakit akibat adanya disfungsi dalam struktur kekuasaan atau peran keluarga.
  4. Lynda Juall Carpenito Suatu keadaan di mana orang yang mendukung (anggota keluarga atau teman dekat) memberikan dukungan, kenyamanan, atau bantuan yang tidak mencukupi atau tidak efektif kepada klien, yang sering kali disebabkan oleh kelelahan emosional atau kurangnya pemahaman tentang kebutuhan klien.
  5. Marilynn E. Doenges Kondisi di mana orang terdekat pasien menunjukkan respons yang kurang membantu atau tidak efektif dalam menghadapi tantangan kesehatan pasien, yang biasanya dipicu oleh stresor eksternal yang berat atau konflik internal keluarga yang menghalangi proses pemulihan.

B. DEFINISI ILMIAH

Penurunan koping keluarga merupakan suatu fenomena klinis di mana orang terdekat (anggota keluarga, pasangan, atau sahabat karib) menunjukkan ketidakadekuatan atau ketidakefektifan dalam memberikan dukungan, rasa nyaman, bantuan, atau motivasi yang diperlukan klien. Hal ini berakibat pada terhambatnya kemampuan klien untuk mengelola respons adaptif terhadap tantangan kesehatan yang dihadapi. Secara teoritis, menurut Friedmann, keluarga berfungsi sebagai sistem pendukung utama; kegagalan dalam fungsi ini sering kali disebabkan oleh kelelahan peran (caregiver burden) atau disorganisasi internal sistem keluarga.

C. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)

Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor multidimensi, antara lain:

  1. Stresor Situasional & Perkembangan: Krisis yang dialami keluarga di luar masalah kesehatan klien atau transisi siklus hidup yang tidak stabil.
  2. Kelelahan Peran Pemberi Asuhan (Caregiver Role Strain): Penyakit kronis berkepanjangan yang menguras sumber daya fisik, emosional, dan finansial keluarga.
  3. Hambatan Informasi: Kurangnya paparan informasi kesehatan yang akurat atau adanya misinterpretasi terhadap data medis oleh anggota keluarga.
  4. Dinamika Interpersonal: Perubahan peran dalam keluarga, kurangnya dukungan timbal balik, atau konflik nilai yang tidak terselesaikan.

D. MANIFESTASI KLINIS (TANDA DAN GEJALA) 

Tanda dan Gejala Mayor

Subjektif:

  • Anggota keluarga menyatakan kekhawatiran tentang respon orang terdekat pada masalah kesehatan.

Objektif:

  • Orang terdekat menarik diri dari klien.
  • Terbatasnya komunikasi antara orang terdekat dengan klien.
  • Orang terdekat menunjukkan perilaku protektif yang tidak sesuai dengan kemampuan mandiri klien.

Tanda dan Gejala Minor

Subjektif:

  • Orang terdekat menyatakan perasaan yang menekan (mis. depresi, cemas, takut).
  • Klien menyatakan bahwa orang terdekat tidak memberikan dukungan yang diharapkan.

Objektif:

  • Orang terdekat menunjukkan gejala somatik (mis. sakit kepala, gangguan pencernaan).
  • Orang terdekat menunjukkan perilaku mengabaikan klien dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar atau pengobatan.
  • Anggota keluarga menunjukkan distorsi kenyataan terhadap masalah klien.
  • Terjadi pengabaian hubungan dengan anggota keluarga lain.

E. TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI)

Intervensi diarahkan untuk mencapai Status Koping Keluarga Membaik [L.09088], dengan indikator keberhasilan:

  1. Peningkatan komitmen keluarga terhadap rencana pengobatan klien.
  2. Perbaikan pola komunikasi antar anggota keluarga.
  3. Penurunan perilaku mengabaikan dan perasaan diabaikan.
  4. Peningkatan toleransi dan kemampuan anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan satu sama lain

F. INTERVENSI KEPERAWATAN STRATEGIS (SIKI)

  1. Dukungan Koping Keluarga [I.09260]

Observasi:

Identifikasi respons emosional, beban psikologis, dan kesesuaian harapan antara pasien, keluarga, serta tenaga medis.

Terapeutik:

Memfasilitasi pengungkapan perasaan, mendengarkan aktif tanpa menghakimi, dan melibatkan keluarga dalam pengambilan keputusan klinis.

Edukasi:

Memberikan informasi perkembangan pasien secara berkala dan melatih keterampilan perawatan yang dibutuhkan keluarga

2. Promosi Koping [I.09312]

Terapeutik:

Membantu keluarga mengidentifikasi sistem pendukung yang tersedia dan mendiskusikan perubahan peran secara realistis.

Edukasi:

Melatih teknik penyelesaian masalah secara konstruktif dan penggunaan teknik relaksasi untuk mengurangi ketegangan intra-keluarga.

G. KONDISI KLINIS TERKAIT 

  1. Penyakit kronis (mis. Diabetes Melitus, Kanker, Penyakit Jantung)
  2. Penyakit terminal atau stadium akhir.
  3. Kondisi ketergantungan bantuan total.
  4. Kecacatan fisik atau mental permanen.
  5. Gangguan jiwa (mis. Skizofrenia, Gangguan Bipolar).
  6. Penyakit degeneratif (mis. Penyakit Alzheimer, Demensia).
  7. Penyalahgunaan zat atau adiksi pada anggota keluarga.
  8. Hospitalisasi jangka panjang.
  9. Krisis keuangan keluarga.
  10. Kematian anggota keluarga yang tidak terduga.
  11. Perubahan struktur keluarga (mis. perceraian, kelahiran anak dengan kebutuhan khusus).
  12. Kelainan kongenital atau cacat bawaan.

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, L. J. (2017). Nursing Diagnosis: Application to Clinical Practice (15th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span (10th ed.). Philadelphia: F.A. Davis Company.

Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2010). Family Nursing: Theory, Practice, and Research (5th ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (Eds.). (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Oxford: Wiley-Blackwell.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

World Health Organization (WHO). (2018). Health for All Family-Centred Care: Integrating Family Systems in Clinical Practice. Geneva: WHO Press.