SDKI : Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia dengan daftar berdasarkan Pembagian Kategori dan Sub Kategori hasil kerja Tim POKJA DPP PPNI sebagai berikut:
Daftar Isi
A. SDKI Kategori Fisiologis
Subkategori: Respirasi
- D.0001 – Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- D.0002 – Gangguan Penyapihan Ventilator
- D.0003 – Gangguan Pertukaran Gas
- D.0004 – Gangguan Ventilasi Spontan
- D.0005 – Pola Napas Tidak Efektif
- D.0006 – Risiko Aspirasi
Subkategori: Sirkulasi
- D.0007 – Gangguan Sirkulasi Spontan
- D.0008 – Penurunan Curah Jantung
- D.0009 – Perfusi Perifer Tidak Efektif
- D.0010 – Risiko Gangguan Sirkulasi Spontan
- D.0011 – Risiko Penurunan Curah Jantung
- D.0012 – Risiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif
- D.0013 – Risiko Perfusi Miokard Tidak Efektif
- D.0014 – Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif
- D.0015 – Risiko Perfusi Renal Tidak Efektif
- D.0016 – Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
- D.0017 – Risiko Perdarahan
Subkategori: Nutrisi dan Cairan
- D.0018 – Berat Badan Lebih
- D.0019 – Defisit Nutrisi
- D.0020 – Diare
- D.0021 – Disfungsi Motilitas Gastrointestinal
- D.0022 – Hipervolemia
- D.0023 – Hipovolemia
- D.0024 – Ikterik Neonatus
- D.0025 – Kesiapan Peningkatan Keseimbangan Cairan
- D.0026 – Kesiapan Peningkatan Nutrisi
- D.0027 – Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
- D.0028 – Menyusui Efektif
- D.0029 – Menyusui Tidak Efektif
- D.0030 – Obesitas
- D.0031 – Risiko Berat Badan Lebih
- D.0032 – Risiko Defisit Nutrisi
- D.0033 – Risiko Disfungsi Motilitas Gastrointestinal
- D.0034 – Risiko Hipovolemia
- D.0035 – Risiko Ikterik Neonatus
- D.0036 – Risiko Ketidakseimbangan Cairan
- D.0037 – Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit
- D.0038 – Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
- D.0039 – Risiko Syok
Subkategori: Eliminasi
- D.0040 – Gangguan Eliminasi Urin
- D.0041 – Inkontinensia Fekal
- D.0042 – Inkontinensia Urin Berlanjut
- D.0043 – Inkontinensia Urin Berlebih
- D.0044 – Inkontinensia Urin Fungsional
- D.0045 – Inkontinensia Urin Refleks
- D.0046 – Inkontinensia Urin Stres
- D.0047 – Inkontinensia Urin Urgensi
- D.0048 – Kesiapan Peningkatan Eliminasi Urin
- D.0049 – Konstipasi
- D.0050 – Retensi Urin
- D.0051 – Risiko Inkontinensia Urin Urgensi
- D.0052 – Risiko Konstipasi
Subkategori: Aktivitas dan Istirahat
- D.0053 – Disorganisasi Perilaku Bayi
- D.0054 – Gangguan Mobilitas Fisik
- D.0055 – Gangguan Pola Tidur
- D.0056 – Intoleransi Aktivitas
- D.0057 – Keletihan
- D.0058 – Kesiapan Peningkatan Tidur
- D.0059 – Risiko Disorganisasi Perilaku Bayi
- D.0060 – Risiko Intoleransi Aktivitas
Subkategori: Neurosensori
- D.0061 – Disrefleksia Otonom
- D.0062 – Gangguan Memori
- D.0063 – Gangguan Menelan
- D.0064 – Konfusi Akut
- D.0065 – Konfusi Kronis
- D.0066 – Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial
- D.0067 – Risiko Konfusi Akut
- D.0068 – Risiko Perilaku Perkembangan
Subkategori: Reproduksi dan Seksualitas
- D.0069 – Disfungsi Seksual
- D.0070 – Kesiapan Persalinan
- D.0071 – Pola Seksual Tidak Efektif
- D.0072 – Risiko Disfungsi Seksual
- D.0073 – Risiko Kehamilan Tidak Dikehendaki
B. SDKI Kategori Psikologis
Subkategori: Nyeri dan Kenyamanan
- D.0074 – Gangguan Rasa Nyaman
- D.0075 – Keluhan Tidak Nyaman
- D.0076 – Mual
- D.0077 – Nyeri Akut
- D.0078 – Nyeri Kronis
- D.0079 – Nyeri Melahirkan
Subkategori: Integritas Ego
- D.0080 – Ansietas
- D.0081 – Berduka
- D.0082 – Distres Spiritual
- D.0083 – Gangguan Citra Tubuh
- D.0084 – Gangguan Identitas Diri
- D.0085 – Gangguan Persepsi Sensori
- D.0086 – Harga Diri Rendah Kronis
- D.0087 – Harga Diri Rendah Situasional
- D.0088 – Keputusasaan
- D.0089 – Kesiapan Peningkatan Konsep Diri
- D.0090 – Kesiapan Peningkatan Koping Keluarga
- D.0091 – Kesiapan Peningkatan Koping Komunitas
- D.0092 – Ketidakberdayaan
- D.0093 – Ketidakmampuan Koping Keluarga
- D.0094 – Koping Defensif
- D.0095 – Koping Komunitas Tidak Efektif
- D.0096 – Koping Tidak Efektif
- D.0097 – Penurunan Koping Keluarga
- D.0098 – Penyangkalan Tidak Efektif
- D.0099 – Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko
- D.0100 – Risiko Distres Spiritual
- D.0101 – Risiko Harga Diri Rendah Kronis
- D.0102 – Risiko Harga Diri Rendah Situasional
- D.0103 – Risiko Ketidakberdayaan
- D.0104 – Sindrom Pasca Trauma
- D.0105 – Waham
Subkategori: Pertumbuhan dan Perkembangan
- D.0106 – Gangguan Tumbuh Kembang
- D.0107 – Risiko Gangguan Perkembangan
- D.0108 – Risiko Gangguan Pertumbuhan
C. SDKI Kategori Perilaku
Subkategori: Kebersihan Diri
- D.0109 – Defisit Perawatan Diri
Subkategori: Penyuluhan dan Pembelajaran
- D.0110 – Defisit Pengetahuan
- D.0111 – Defisit Kesehatan Komunitas
- D.0112 – Kesiapan Peningkatan Pengetahuan
- D.0113 – Ketidakpatuhan
- D.0114 – Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif
- D.0115 – Manajemen Kesehatan Tidak Efektif
- D.0116 – Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif
D. SDKI Kategori Relasional
Subkategori: Interaksi Sosial
- D.0117 – Gangguan Interaksi Sosial
- D.0118 – Gangguan Komunikasi Verbal
- D.0119 – Gangguan Proses Keluarga
- D.0120 – Ketegangan Peran Pemberi Asuhan
- D.0121 – Isolasi Sosial
- D.0122 – Kesiapan Peningkatan Menjadi Orang Tua
- D.0123 – Kesiapan Peningkatan Proses Keluarga
- D.0124 – Penampilan Peran Tidak Efektif
- D.0125 – Pencapaian Peran Menjadi Orang Tua
- D.0126 – Risiko Gangguan Perlekatan
- D.0127 – Risiko Gangguan Proses Keluarga
- D.0128 – Risiko Ketegangan Peran Pemberi Asuhan
E. SDKI Kategori Lingkungan
Subkategori: Keamanan dan Proteksi
- D.0129 – Gangguan Integritas Kulit/Jaringan
- D.0130 – Hipertermia
- D.0131 – Hipotermia
- D.0132 – Perilaku Kekerasan
- D.0133 – Perlambatan Pemulihan Pascabedah
- D.0134 – Risiko Alergi
- D.0135 – Risiko Bunuh Diri
- D.0136 – Risiko Cedera
- D.0137 – Risiko Cedera Pada Ibu
- D.0138 – Risiko Cedera Pada Janin
- D.0139 – Risiko Gangguan Integritas Kulit/Jaringan
- D.0140 – Risiko Hipotermia
- D.0141 – Risiko Hipotermia Perioperatif
- D.0142 – Risiko Infeksi
- D.0143 – Risiko Jatuh
- D.0144 – Risiko Luka Tekan
- D.0145 – Risiko Mutilasi Diri
- D.0146 – Risiko Perilaku Kekerasan
- D.0147 – Risiko Perlambatan Pemulihan Pascabedah
- D.0148 – Risiko Termoregulasi Tidak Efektif
- D.0149 – Termoregulasi Tidak Efektif


Tinggalkan Balasan