DIAGNOSA GANGGUAN PERTUKARAN GAS (D.0030)
A. DEFINISI
- World Health Organization (WHO) Gangguan pertukaran gas merupakan kegagalan sistem pernapasan dalam menjalankan fungsi pertukaran oksigen ($O_2$) dan karbon dioksida ($CO_2$) antara udara atmosfer dan darah kapiler paru yang disebabkan oleh kerusakan pada struktur alveolar atau hambatan pada perfusi jaringan.
- PPNI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
- NANDA International Suatu kondisi klinis di mana individu mengalami kelebihan atau defisit dalam oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolar-kapiler, yang sering kali ditandai dengan perubahan tekanan gas darah arteri.
- Lynda Juall Carpenito Keadaan ketika seseorang mengalami penurunan lewatnya gas secara difusi antara alveoli paru-paru dan sistem vaskular yang dapat mengakibatkan hipoksemia dan hiperkapnia.
- Marilynn E. Doenges Gangguan pada proses difusi di tingkat seluler yang memicu ketidakseimbangan antara ventilasi (aliran udara) dan perfusi (aliran darah), yang bermanifestasi pada ketidaknormalan gas darah dan status asam basa.
B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
Penyebab utama obesitas adalah ketidakseimbangan energi yang berkepanjangan antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dikeluarkan. Faktor-faktor pendukung meliputi:
- Asupan Kalori Berlebih: Konsumsi makanan padat energi tinggi lemak dan gula.
- Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedenter akibat perubahan pola transportasi dan urbanisasi.
- Faktor Genetik dan Endokrin: Riwayat keluarga atau gangguan hormonal seperti hipotiroidisme.
- Faktor Psikologis: Penggunaan makanan sebagai mekanisme koping terhadap stres.
C. KRITERIA DIAGNOSIS (INDIKATOR KLINIS)
Berdasarkan standar diagnosis keperawatan, data yang mendukung penegakan diagnosis obesitas meliputi:
Data Objektif Utama
- IMT > 27 kg/m² pada orang dewasa.
- Pada anak usia 2-18 tahun: IMT menurut umur berada pada persentil > 95.
Data Objektif Tambahan
- Tebal lipatan kulit trisep > 25 mm.
- Lingkar pinggang pria > 90 cm dan wanita > 80 cm untuk populasi Asia.
D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Tujuan utama intervensi adalah mencapai Berat Badan Membaik (L.03018) dan Status Nutrisi Membaik (L.03030), dengan kriteria:
- Indeks Massa Tubuh (IMT) mendekati rentang normal (18,5 – 25,0 kg/m²).
- Tebal lipatan kulit menurun.
- Lingkar pinggang berkurang.
- Perubahan perilaku makan dan peningkatan aktivitas fisik.
E. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
Manajemen Berat Badan (I.03112)
- Identifikasi kondisi kesehatan yang mempengaruhi manajemen berat badan.
- Hitung target berat badan ideal dan kebutuhan kalori harian.
- Fasilitasi pembuatan rencana makan yang seimbang dan rendah lemak.
Edukasi Diet (I.12369)
- Ajarkan cara membaca label makanan untuk memantau kalori.
- Diskusikan hambatan dalam menjalani diet.
Promosi Latihan Fisik (I.05183)
- Anjurkan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu.
F. TANDA MAYOR
Untuk menegakkan diagnosis ini, setidaknya 80% (sekitar 4-5 dari 6 tanda) dari tanda mayor ini harus ditemukan:
Subjektif:
- Dispnea: Sensasi sesak napas yang signifikan.
Objektif:
- PCO₂ (Tekanan Parsial Karbon Dioksida) Meningkat atau Menurun: Di luar rentang normal 35-45 mmHg (Hiperkapnia atau Hipokapnia).
- PO₂ (Tekanan Parsial Oksigen) Menurun: Di bawah rentang normal 80-100 mmHg.
- pH Arteri Tidak Normal: Menunjukkan tanda-tanda Asidosis Respiratorik (pH < 7,35) atau Alkalosis Respiratorik (pH > 7,45).
- Bunyi Napas Tambahan: Munculnya suara abnormal seperti ronchi (basah) atau wheezing (mengi).
- Pola Napas Abnormal: Dapat berupa napas yang terlalu cepat (takipnea), terlalu lambat (bradipnea), atau ireguler.
G. TANDA MINOR
Tanda-tanda ini mendukung diagnosis namun tidak harus ada semua untuk menegakkan diagnosis:
Subjektif:
- Pusing: Sensasi melayang akibat hipoksia jaringan otak.
- Penglihatan Kabur: Akibat penurunan oksigenasi saraf optik.
Objektif:
- Sianosis: Warna kebiruan pada kulit, kuku, atau bibir karena hipoksia berat.
- Diaforesis: Keringat dingin yang berlebihan.
- Gelisah: Tanda penurunan kesadaran akibat hipoksia.
- Napas Cuping Hidung: Menunjukkan peningkatan kerja otot napas.
- Kesadaran Menurun: Somnolen hingga koma jika hipoksia dan hiperkapnia sangat berat.
- Tachycardia: Denyut jantung cepat sebagai respons kompensasi tubuh.
- Warna Kulit Abnormal (pucat): Karena penurunan perfusi.
- Saturasi Oksigen Menurun: (Ini didukung oleh visual Anda dengan nilai SpO2 90%).
H. KONDISI KLINIS TERKAIT
Gangguan pertukaran gas sering ditemukan pada kondisi-kondisi yang mempengaruhi ventilasi, perfusi, atau difusi di paru-paru:
- ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome): Kerusakan mendadak pada alveoli.
- Asma: Penyempitan saluran napas reversible.
- Bronkitis Kronis / Emfisema (PPOK/COPD): Penyakit obstruktif kronis.
- Edema Paru: Akumulasi cairan di alveoli.
- Emboli Paru: Penyumbatan pembuluh darah paru.
- Gagal Jantung Kongestif: Menyebabkan edema paru kardiogenik.
- Pneumonia: Infeksi yang mengisi alveoli dengan cairan/nanah.
- Trauma Dada: Misalnya pneumotoraks atau trauma toraks lain yang mengganggu mekanika pernapasan.
- Gangguan Neurologis (misalnya, Cidera Kepala atau Stroke): Yang mempengaruhi pusat pernapasan.
- Kondisi Post-Operasi: Terutama pada bedah perut atau dada yang dapat membatasi ekspansi paru.
DAFTAR PUSTAKA
Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Medical-Surgical Nursing: Management for Positive Outcomes. St. Louis, Missouri: Elsevier Saunders.
Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. Philadelphia: Wolters Kluwer.
Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. Philadelphia: F.A. Davis Company.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2021-2023. Oxford: Wiley Blackwell.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terkait Prevalensi Obesitas di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
World Health Organization (WHO). (2024). Obesity and Overweight: Fact Sheets. Geneva: World Health Organization.


Tinggalkan Balasan