RISIKO PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0011)

RISIKO PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0011)

by

in

RISIKO PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0011)

A. DEFINISI 

  1. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Berisiko mengalami pemompaan jantung yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Definisi ini menekankan pada aspek preventif di mana manifestasi klinis belum muncul, namun terdapat kerentanan (vulnerability) yang signifikan.
  2. NANDA International Rentan terhadap ketidakadekuatan volume darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, yang dapat mengganggu kesehatan. Fokus utamanya adalah pada identifikasi faktor risiko sebelum terjadi penurunan curah jantung yang aktual.
  3. Marilynn E. Doenges Suatu kondisi klinis di mana individu memiliki faktor risiko yang dapat diidentifikasi, yang jika tidak dikelola, akan menyebabkan kegagalan jantung dalam mempertahankan sirkulasi yang cukup ke jaringan tubuh. Doenges menekankan pentingnya pengenalan dini terhadap perubahan kontraktilitas dan preload.
  4. Lewis (Harding, Kwong, Roberts, Hagler, & Reinisch) Risiko terjadinya ketidakseimbangan antara suplai darah yang dikeluarkan oleh ventrikel kiri ke sirkulasi sistemik dengan kebutuhan oksigen jaringan. Definisi ini sering dikaitkan dengan kondisi patofisologis seperti iskemia miokard atau hipertensi sistemik yang kronis.
  5. American Heart Association (AHA) Kondisi kerentanan sistem kardiovaskular dalam mempertahankan fungsi pompa jantung yang optimal, yang dipengaruhi oleh integritas mekanis otot jantung, sistem konduksi listrik, dan status volume vaskular.

B. FAKTOR RISIKO (ANALISIS PATOFISIOLOGIS)

Untuk menetapkan diagnosis ini, praktisi keperawatan harus mengidentifikasi adanya pajanan terhadap satu atau lebih faktor risiko berikut:

  1. Perubahan Preload Ketidakseimbangan volume cairan (overload atau deplesi) yang memengaruhi regangan otot jantung pada akhir diastolik.
  2. Perubahan Afterload Peningkatan hambatan sistemik atau pulmonal terhadap ejeksi ventrikel (misalnya pada hipertensi atau stenosis katup).
  3. Perubahan Kontraktilitas Gangguan pada kekuatan mekanis otot jantung (misalnya akibat iskemia miokard atau kardiomiopati).
  4. Perubahan Irama dan Frekuensi Jantung Adanya disritmia (seperti atrial fibrilasi atau blok jantung) yang mengganggu sinkronisasi kontraksi dan pengisian jantung.

C. LUARAN KEPERAWATAN (STANDARDIZED OUTCOMES)

Tujuan utama intervensi adalah mencapai Curah Jantung Meningkat. Berdasarkan integrasi standar SLKI dan perspektif pakar, indikator keberhasilan meliputi:

  1. Stabilitas Hemodinamik Tekanan darah dalam rentang normal dan kekuatan nadi perifer meningkat.
  2. Fungsi Ventrikel Peningkatan Ejection Fraction (EF) dan penurunan gambaran aritmia pada EKG.
  3. Perfusi Organ Produksi urin (oliguria menurun), pengisian kapiler (capillary refill) < 2 detik, dan hilangnya sianosis.
  4. Keseimbangan Cairan Penurunan edema sistemik dan distensi vena jugularis (JVP).

D. INTERVENSI KEPERAWATAN STRATEGIS

Perawatan Jantung (I.02075)

Berfokus pada manajemen pencegahan dan stabilisasi jangka panjang melalui:

  • Observasi Komprehensif: Pemantauan tanda primer (dispnea, kelelahan, edema) dan sekunder (peningkatan berat badan, hepatomegali).
  • Manajemen Diet: Pembatasan asupan natrium dan lemak sesuai standar diet jantung internasional (misalnya diet DASH).
  • Edukasi Rehabilitatif: Pengajaran manajemen aktivitas fisik bertahap dan pemantauan mandiri berat badan harian.

Perawatan Jantung Akut (I.02076)

Diindikasikan pada pasien dengan risiko tinggi yang menunjukkan tanda ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen miokard:

  • Pemantauan EKG Kontinu: Deteksi dini perubahan segmen ST dan gelombang T yang mengindikasikan iskemia.
  • Manajemen Stres Fisiologis: Mempertahankan tirah baring (bed rest) dan pemberian terapi relaksasi guna menurunkan beban kerja jantung.
  • Kolaborasi Farmakologis: Pemberian antiplatelet, antianginal, atau inotropik sesuai indikasi medis untuk mempertahankan perfusi jaringan.

E. TANDA MAYOR

Perlu diingat bahwa karena diagnosa ini adalah “Risiko”, tanda dan gejala berikut belum muncul pada pasien. Jika tanda ini sudah muncul, maka diagnosa akan berubah menjadi “Penurunan Curah Jantung” (D.0008). Namun, dalam konteks memahami apa yang mungkin terjadi (risiko), kita perlu memantau adanya:

Subjektif (yang dikeluhkan pasien):

  1. Perubahan irama jantung: Palpitasi (jantung berdebar-debar).
  2. Perubahan preload: Lelah (fatigue).
  3. Perubahan afterload: Dispnea (sesak napas), terutama saat beraktivitas.
  4. Perubahan kontraktilitas: Paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) (sesak napas malam hari tiba-tiba), ortopnea (sesak napas saat berbaring), batuk.

Objektif (yang diamati/diukur perawat):

  1. Perubahan irama jantung: Bradikardia (<60 kali/menit) atau Takikardia (>100 kali/menit), gambaran EKG aritmia atau gangguan konduksi.
  2. Perubahan preload: Edema (bengkak), distensi vena jugularis (pelebaran pembuluh leher), Central Venous Pressure (CVP) meningkat/menurun.
  3. Perubahan afterload: Tekanan darah meningkat/menurun, nadi perifer teraba lemah, capillary refill time (CRT) >3 detik (pengisian kapiler lambat), warna kulit pucat dan/atau sianosis (kebiruan).
  4. Perubahan kontraktilitas: Terdengar suara jantung S3 dan/atau S4, Ejection Fraction (EF) menurun pada pemeriksaan ekokardiografi.

F. TANDA MINOR

Sama seperti tanda mayor, tanda minor ini berisiko terjadi dan harus diantisipasi.

Subjektif (yang dikeluhkan pasien):

  1. Perubahan preload: Tidak ada (karena lelah sudah masuk tanda mayor).
  2. Perubahan afterload: Tidak ada (karena dispnea sudah masuk tanda mayor).
  3. Perubahan kontraktilitas: Tidak ada (karena PND/ortopnea sudah masuk tanda mayor).
  4. Perilaku/Emosional: Cemas, gelisah.

Objektif (yang diamati/diukur perawat):

  1. Perubahan preload: Murmur jantung (suara jantung tambahan), berat badan meningkat drastis, Pulmonary Artery Wedge Pressure (PAWP) menurun.
  2. Perubahan afterload: Pulmonary Vascular Resistance (PVR) meningkat/menurun, Systemic Vascular Resistance (SVR) meningkat/menurun.
  3. Perubahan kontraktilitas: Cardiac Index (CI) menurun, Left Ventricular Stroke Work Index (LVSWI) menurun, Stroke Volume Index (SVI) menurun.
  4. Perilaku/Emosional: Penurunan tingkat kesadaran (confused/disorientasi).

G. KONDISI KLINIS TERKAIT

Berbagai kondisi klinis yang menempatkan pasien pada risiko tinggi mengalami penurunan curah jantung antara lain:

Gangguan Irama dan Frekuensi Jantung:

  1. Aritmia (seperti Atrial Fibrilasi/AF, Ventricular Tachycardia/VT).
  2. Bradikardia berat atau Takikardia berat.

Kerusakan Otot Jantung:

  1. Infark Miokard Akut (serangan jantung).
  2. Penyakit Arteri Koroner (PJK) kronis.
  3. Kardiomiopati (penyakit otot jantung).

Kelebihan atau Kekurangan Volume (Preload):

  1. Gagal Jantung Kongestif (CHF) baik sistolik maupun diastolik.
  2. Penyakit Ginjal Kronis (karena retensi cairan).

Hambatan Aliran Darah Jantung (Afterload):

  1. Penyakit Katup Jantung (seperti Stenosis Aorta, Regurgitasi Mitral).
  2. Hipertensi (tekanan darah tinggi berkepanjangan).

Masalah di Luar Jantung yang Memengaruhi Jantung:

  1. Emboli Paru (penyumbatan arteri paru).
  2. Perikarditis Konstriktif (kekakuan selaput jantung).
  3. Syok (seperti syok kardiogenik, syok hipovolemik).

DAFTAR PUSTAKA

American Heart Association (AHA). (2020). Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Circulation.

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span (10th ed.). Philadelphia: F.A. Davis Company.

Harding, M., Kwong, J., Roberts, D., Hagler, D., & Reinisch, C. (2020). Lewis’s Medical-Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems (11th ed.). St. Louis: Elsevier.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Oxford: Thieme.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

World Health Organization (WHO). (2021). Prevention of Cardiovascular Diseases: Pocket Guidelines for Assessment and Management of Cardiovascular Risk. Geneva: World Health Organization.


Comments

Satu tanggapan untuk “RISIKO PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0011)”

  1. […] D.0011 – Risiko Penurunan Curah Jantung […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *