Tag: Diagnosis Keperawatan Indonesia

  • RISIKO PERFUSI MIOKARD TIDAK EFEKTIF (D.0014)

    RISIKO PERFUSI MIOKARD TIDAK EFEKTIF (D.0014)

    by

    in

    RISIKO PERFUSI MIOKARD TIDAK EFEKTIF (D.0014) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO Penegakan diagnosis risiko ini didasarkan pada adanya satu atau lebih faktor predisposisi, di antaranya: C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Perfusi Miokard Meningkat (L.02011) dengan kriteria hasil: D. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI) Tindakan yang dilakukan bertujuan untuk memantau status hemodinamik dan meminimalkan…

  • Risiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif (D.0013)

    Risiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif (D.0013)

    by

    in

    Risiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif (D.0013) A. DEFINISI  B. FAKTOR RISIKO (ETIOLOGI) Kondisi ini ditegakkan berdasarkan adanya faktor-faktor risiko sistemik maupun lokal yang mengganggu hemodinamika gastrointestinal, antara lain: C. PERSPEKTIF PAKAR KEPERAWATAN (KONTEKS KLINIS) Menurut pakar keperawatan kritis, perfusi gastrointestinal sering kali menjadi prioritas yang terabaikan karena tubuh cenderung melakukan mekanisme kompensasi dengan mengalihkan darah…

  • RISIKO PERDARAHAN (D.0012)

    RISIKO PERDARAHAN (D.0012)

    by

    in

    RISIKO PERDARAHAN (D.0012) A. DEFINISI B. Faktor Risiko Penegakan diagnosis ini didasarkan pada keberadaan faktor-faktor yang meningkatkan probabilitas kejadian perdarahan, antara lain: C. Luaran Keperawatan (SLKI) Ekspektasi klinis yang diharapkan adalah Tingkat Perdarahan Menurun (L.02017), dengan kriteria hasil yang terukur meliputi: D. Intervensi Utama: Pencegahan Perdarahan (I.02067) Manajemen klinis difokuskan pada pemantauan ketat dan mitigasi…

  • RISIKO PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0011)

    RISIKO PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0011)

    by

    in

    RISIKO PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0011) A. DEFINISI  B. FAKTOR RISIKO (ANALISIS PATOFISIOLOGIS) Untuk menetapkan diagnosis ini, praktisi keperawatan harus mengidentifikasi adanya pajanan terhadap satu atau lebih faktor risiko berikut: C. LUARAN KEPERAWATAN (STANDARDIZED OUTCOMES) Tujuan utama intervensi adalah mencapai Curah Jantung Meningkat. Berdasarkan integrasi standar SLKI dan perspektif pakar, indikator keberhasilan meliputi: D. INTERVENSI KEPERAWATAN…

  • RISIKO GANGGUAN SIRKULASI SPONTAN (D.0010)

    RISIKO GANGGUAN SIRKULASI SPONTAN (D.0010)

    by

    in

    RISIKO GANGGUAN SIRKULASI SPONTAN (D.0010) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO (ETIOLOGI) Faktor-faktor yang meningkatkan probabilitas terjadinya kegagalan sirkulasi meliputi ketidakseimbangan fisiologis dan patologis sebagai berikut: C. INDIKATOR KLINIS & PEMANTAUAN Pakar keperawatan kritis menekankan pentingnya kewaspadaan pada “Tanda Bahaya” (Red Flags) untuk mencegah progresi menjadi henti jantung: D. INTERVENSI PREVENTIF (MANAJEMEN KEPERAWATAN) Strategi intervensi difokuskan…

  • PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF [D.0009]

    PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF [D.0009]

    by

    in

    PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF [D.0009] A. DEFINISI  B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO Berdasarkan analisis patofisiologis, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap gangguan ini meliputi: C. INDIKATOR KLINIS (KRITERIA DIAGNOSIS) Penegakan diagnosis ini didasarkan pada temuan data mayor dan minor yang konsisten dengan teori Ineffective Tissue Perfusion: Data Objektif Mayor  Data Objektif Minor  Data Subjektif  D. LUARAN KEPERAWATAN…

  • SDKI : Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia

    SDKI : Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia

    by

    in

    SDKI : Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia dengan daftar berdasarkan Pembagian Kategori dan Sub Kategori hasil kerja Tim POKJA DPP PPNI sebagai berikut: A. SDKI Kategori Fisiologis Subkategori: Respirasi Subkategori: Sirkulasi Subkategori: Nutrisi dan Cairan Subkategori: Eliminasi Subkategori: Aktivitas dan Istirahat Subkategori: Neurosensori Subkategori: Reproduksi dan Seksualitas B. SDKI Kategori Psikologis Subkategori: Nyeri dan Kenyamanan Subkategori:…

  • PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0008)

    PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0008)

    by

    in

    PEURUNAN CURAH JANTUNG (D.0008) A. DEFINISI B. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI Penyebab utama penurunan curah jantung diklasifikasikan berdasarkan komponen penentu volume sekuncup (stroke volume) dan frekuensi jantung: C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA) Diagnosis ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis yang dikelompokkan sebagai berikut: D. TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI) Intervensi bertujuan untuk mencapai Curah Jantung Meningkat (L.02008),…

  • Gangguan Sirkulasi Spontan (D.0007)

    Gangguan Sirkulasi Spontan (D.0007)

    by

    in

    Gangguan Sirkulasi Spontan (D.0007) A. DEFINISI GANGGUAN SIRKULASI SPONTAN MENURUT PAKAR B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO Berdasarkan tinjauan pakar keperawatan kritis, penyebab utama kondisi ini meliputi: C. INDIKATOR KLINIS (DATA PENUNJANG) Penegakan diagnosis ini memerlukan identifikasi tanda mayor dan minor yang muncul secara simultan (minimal 80% terpenuhi): D. INTERVENSI KEPERAWATAN STRATEGIS Manajemen fokus pada pemulihan…

  • Risiko Aspirasi (D.0006)

    Risiko Aspirasi (D.0006)

    by

    in

    Risiko Aspirasi (D.0006) A. DEFINISI RISIKO ASPIRASI MENURUT PARA PAKAR B. FAKTOR RISIKO Secara klinis, faktor yang meningkatkan kerentanan individu terhadap aspirasi dapat dikategorikan sebagai berikut: C. KONDISI KLINIS TERKAIT      Beberapa patologi yang berkorelasi tinggi dengan risiko aspirasi meliputi: D. LUARAN KEPERAWATAN (TARGET EVALUASI) Intervensi diarahkan untuk mencapai Tingkat Aspirasi yang Menurun, dengan kriteria indikator:…