Tag: Diagnosis Keperawatan Indonesia
-

IKTERIK NEONATUS (D.0024)
IKTERIK NEONATUS (D.0024) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Ikterik neonatus adalah manifestasi klinis berupa pewarnaan kuning pada kulit dan membran mukosa neonatus yang terjadi setelah 24 jam kelahiran. Kondisi ini disebabkan oleh akumulasi bilirubin tak terkonjugasi di dalam sirkulasi darah dan jaringan, yang melampaui kemampuan eliminasi hepar neonatus yang belum matang secara fungsional. C. ETIOLOGI…
-

HIPOVOLEMIA (D.0023)
HIPOVOLEMIA (D.0023) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (PENYEBAB) Faktor-faktor penyebab hipovolemia secara ilmiah diklasifikasikan menjadi beberapa mekanisme utama: C. KONDISI KLINIS TERKAIT Penentuan diagnosis dilakukan dengan mengobservasi indikator mayor dan minor: Indikator Mayor (Objektif) D. TANDA DAN GEJALA Tanda dan Gejala Mayor: Tanda dan Gejala Minor: F. PATOFISIOLOGI Penurunan volume sirkulasi efektif mengakibatkan penurunan aliran balik…
-

HIPERVOLEMIA (D.0022)
HIPERVOLEMIA (D.0022) A. DEFINISI B. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI Hipervolemia dipicu oleh beberapa mekanisme kegagalan sistemik yang mengganggu keseimbangan dinamis cairan tubuh. Berdasarkan tinjauan klinis, faktor penyebab utama meliputi: C. MANIFESTASI KLINIS Penegakan diagnosa hipervolemia didasarkan pada temuan data subjektif dan objektif yang menunjukkan adanya kelebihan beban cairan: D. INTERVENSI KEPERAWATAN UTAMA Strategi penatalaksanaan difokuskan pada…
-

DISFUNGSI MORTILITAS GASTROINTESTINAL (D.0021)
DISFUNGSI MORTILITAS GASTROINTESTINAL (D.0021) A. DEFINISI B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO Secara patofisiologis, gangguan motilitas ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor kompleks: C. MANIFESTASI KLINIS (INDIKATOR DIAGNOSTIK) Berdasarkan tinjauan klinis, tanda dan gejala yang muncul meliputi: Data Objektif Data Subjektif D. LUARAN KEPERAWATAN Target utama intervensi adalah Motilitas Gastrointestinal Membaik, dengan kriteria hasil: E. INTERVENSI…
-

DIARE (D.0020)
DIARE (D.0020) A. DEFINISI B. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI Pakar keperawatan membagi penyebab diare ke dalam beberapa kategori utama yang mengganggu keseimbangan homeostasis usus: C. GEJALA DAN TANDA KLINIS Berdasarkan kriteria diagnosis keperawatan, data yang sering ditemukan pada pasien meliputi dua kategori utama: Data Subjektif Data Objektif D. INTERVENSI KEPERAWATAN UTAMA Berdasarkan algoritma manajemen klinis dan…
-

DEFISIT NUTRISI (D.0019)
DEFISIT NUTRISI (D.0019) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (PENYEBAB) Faktor-faktor yang mendasari munculnya masalah ini secara ilmiah diklasifikasikan menjadi: C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA) Penegakan diagnosis ini harus didasarkan pada data objektif dan subjektif yang kuat: D. INTERVENSI UTAMA (MANAJEMEN NUTRISI) Tindakan keperawatan bertujuan untuk memastikan kebutuhan metabolik terpenuhi dengan langkah-langkah berikut: E. TANDA DAN…
-

BERAT BADAN LEBIH (D.0018)
BERAT BADAN LEBIH (D.0018) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (PENYEBAB) Penyebab terjadinya berat badan lebih bersifat multifaktoral, meliputi: C. KRITERIA DIAGNOSIS Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia dan klasifikasi WHO untuk populasi Asia Pasifik, indikator klinisnya meliputi: Objektif D. LUARAN KEPERAWATAN Tujuan intervensi adalah mencapai Berat Badan Membaik dengan kriteria hasil: E. INTERVENSI KEPERAWATAN Strategi penanganan fokus…
-

RISIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF (D.0017)
RISIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF (D.0017) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Risiko perfusi serebral tidak efektif merupakan suatu kondisi kerentanan terhadap penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengganggu kesehatan dan fungsi neurologis. Secara patofisiologis, kondisi ini berkaitan dengan kegagalan autoregulasi serebral dalam mempertahankan aliran darah otak (Cerebral Blood Flow/CBF) yang stabil sebagai respon terhadap…
-

RISIKO PERFUSI RENAL TIDAK EFEKTIF (D.0016)
RISIKO PERFUSI RENAL TIDAK EFEKTIF (D.0016) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Risiko perfusi renal tidak efektif merupakan suatu kondisi di mana individu rentan mengalami penurunan sirkulasi darah ke ginjal, yang berpotensi mengganggu fungsi filtrasi glomerulus dan keseimbangan homeostatis cairan serta elektrolit. Penurunan aliran darah arteri renalis yang berkepanjangan dapat memicu terjadinya cedera ginjal akut (Acute…
-

RISIKO PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF (D.0015)
RISIKO PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF (D.0015) A. DEFINISI B. PEMBAHASAN KOMPREHENSIF Risiko perfusi perifer tidak efektif merupakan kondisi klinis di mana seorang individu memiliki kerentanan atau risiko mengalami penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme jaringan di ekstremitas (tangan dan kaki). Kondisi ini bukan merupakan gangguan yang sudah terjadi, melainkan suatu kondisi…
