Tag: Askep
-

Kontinensia Urine (L.04036)
I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Inkontinensia Urine Berlebih (D.0043), atau sering disebut sebagai overflow incontinence, adalah kondisi pengeluaran urine yang tidak terkendali akibat distensi kandung kemih yang berlebihan. Hal ini secara patofisiologis disebabkan oleh gangguan kontraktilitas otot detrusor (misalnya pada penderita diabetes melitus atau cedera saraf tulang belakang) atau adanya obstruksi mekanik pada jalan keluar…
-

Kontinansia Urine (L.04036)
I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Inkontinensia Urine Berlanjut (D.0042) merupakan kondisi pengeluaran urine yang tidak terkendali dan terus-menerus tanpa adanya distensi kandung kemih atau perasaan ingin berkemih. Secara klinis, hal ini sering berkaitan dengan disfungsi neurologis pada pusat berkemih, kerusakan sfingter uretra, atau adanya fistula. Luaran utama yang ditargetkan adalah Kontinansia Urine (L.04036), yaitu kemampuan…
-

Kontinensia Fekal (L.04035)
I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Inkontinensia Fekal adalah kondisi klinis yang ditandai dengan pengeluaran feses secara involunter (tidak disengaja) yang disebabkan oleh kegagalan fungsi sfingter ani, gangguan neurologis, atau penurunan kapasitas rektum. Secara patofisiologis, kondisi ini mengganggu Kontinensia Fekal (L.04035), yaitu kemampuan untuk mengendalikan pengeluaran feses hingga waktu yang tepat. Penanganan keperawatan difokuskan pada penguatan…
-

Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125)
I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Ikterik Neonatus adalah kondisi klinis pada bayi baru lahir yang ditandai dengan pewarnaan kuning pada kulit dan sklera akibat akumulasi bilirubin tak terkonjugasi di dalam darah. Secara fisiologis, hal ini terjadi karena imaturitas fungsi hati bayi dalam memproses bilirubin. Dalam tata laksana keperawatan, menjaga Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125) menjadi…
-

Status Cairan (L.03028)
I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Hipovolemia merupakan suatu kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Secara patofisiologis, kondisi ini dapat disebabkan oleh kehilangan cairan aktif (seperti pendarahan atau diare) maupun kegagalan mekanisme regulasi cairan. Dalam hierarki asuhan keperawatan, pemulihan Status Cairan (L.03028) menjadi prioritas utama guna menjamin perfusi jaringan yang…
-
Identitas Seksual (L.07056)
I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Identitas Seksual (L.07056) merupakan suatu konstruk psikologis yang merujuk pada kemampuan individu untuk mengenali, menerima, dan mengintegrasikan aspek seksual ke dalam konsep diri secara utuh. Secara ilmiah, identitas seksual melibatkan keselarasan antara orientasi seksual, peran gender, dan perilaku seksual dengan nilai-nilai personal serta norma sosial yang diyakini. Ekspektasi “Membaik” dalam…
-

Identitas Diri (L.09070)
I. Definisi dan Konsep Ilmiah Identitas Diri (L.09070) didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk mempertahankan keutuhan persepsi terhadap diri sendiri, yang mencakup kesadaran akan karakteristik, kemampuan, dan nilai-nilai yang membentuk kepribadian yang unik. Dalam perspektif psikologi hukum dan kesehatan, keutuhan identitas merupakan fondasi bagi kapasitas seseorang untuk bertindak secara sadar dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Individu…
-

NYERI AKUT (D.0077)
DIAGNOSA NYERI AKUT (D.0077) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (PENYEBAB) Penyebab nyeri akut diklasifikasikan berdasarkan sumber kerusakannya: C. KRITERIA DIAGNOSIS Berdasarkan standar diagnosis klinis, nyeri akut ditegakkan melalui identifikasi indikator berikut: Subjektif: Pasien mengeluh nyeri. Objektif: Pasien tampak meringis, bersikap protektif (misal: menghindari posisi tertentu), gelisah, frekuensi nadi meningkat, dan sulit tidur. 2. Gejala Minor Objektif:…
-

KETIDAKNYAMANAN PASCA PARTUM (D.0075)
DIAGNOSA KETIDAKNYAMANAN PASCA PARTUM (D.0075) A. DEFINISI B. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI Penyebab ketidaknyamanan ini bersifat multifaktorial, meliputi: C. KRITERIA KLINIS (INDIKATOR DIAGNOSTIK) Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan temuan klinis sebagai berikut: Data Subjektif: Data Objektif: D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Intervensi diarahkan untuk mencapai Status Kenyamanan Pasca Partum Meningkat (L.07061) dengan kriteria hasil: E.…
-

GANGGUAN RASA NYAMAN (D.0074)
DIAGNOSA GANGGUAN RASA NYAMAN (D.0074) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB) Munculnya gangguan ini disebabkan oleh berbagai faktor yang mengganggu homeostasis kenyamanan individu, antara lain: C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA) Untuk menetapkan diagnosis ini, praktisi keperawatan harus mengidentifikasi indikator berikut: D. LUARAN KEPERAWATAN E. INTERVENSI KEPERAWATAN STRATEGIS Berdasarkan standar intervensi, tindakan difokuskan pada tiga…
