Standar Prosedur Operasional keperawatan dengan singkatan SPO merupakan bagian tidak terpisahkan dari SDKI, SLKI, SIKI
Oleh: Ns. Abdul Haris, S.Kep., M.Kep
Sumber: SPO PPNI 2017
FISIOLOGIS
A. RESPIRASI
1. Bantuan Hidup Neonatus
2. Dukungan Ventilasi Dengan Bag-Valve-Mask (BVM)
3. Ekstubasi Selang Endotrakheal
4. Fisioterapi Dada
5. Latihan Batuk Efektif
6. Latihan Pernapasan
7. Pemantauan Pernapasan
8. Pemantauan Saturasi Oksigen
9. Pemantauan Tanda Dan Gejala Ketidakseimbangan Asam-Basa
10. Pemasangan Jalan Napas Buatan Endotracheal Tube (ETT)
11. Pemasangan Jalan Napas Buatan Laryngeal Mask Airway (LMA)
12. Pemasangan Jalan Napas Buatan Nasopharingeal Airway (NPA)
13. Pemasangan Jalan Napas Buatan Oropharingeal Airway (OPA)
14. Pembebasan Jalan Napas dengan Head-Tilt dan Chin-Lift
15. Pembebasan Jalan Napas dengan Jaw Thrust
16. Pemberian Obat Inhalasi
17. Pemberian Obat Intrapleura
18. Pemberian Obat Nasal
19. Pemberian Oksigen dengan Masker Rebreathing dan Non-Rebreathing
20. Pemberian Oksigen dengan Masker Wajah (Simple Mask / Face Mask)
21. Pemberian Oksigen Dengan Nasal Kanul
22. Pengambilan Sampel Darah Arteri
23. Pengambilan Sampel Darah Kapiler
24. Pengambilan Sampel Darah Vena
25. Pengaturan Posisi Fowler
26. Pengaturan Posisi Semi-Fowler
27. Pengaturan Ventilasi Mekanik
28. Pengeluaran Sumbatan Benda Padat dengan Magill Forcep
29. Penghisapan Jalan Napas
30. Pengubahan Posisi Endotracheal Tube (ETT)
31. Perawatan Selang Dada
32. Perawatan Trakheostomi
33. Skrining Tuberkulosis
B. SIRKULASI
1. Pemantauan Capillary Refill Time (CRT)
2. Pemantauan Central Venous Pressure (CVP)
3. Pemantauan Mean Arterial Pressure (MAP)
4. Pemantauan Tanda Dan Gejala Perdarahan
5. Pemantauan Tanda Vital
6. Pemasangan Akses Intravena
7. Pemasangan Akses Vena Sentral
8. Pemasangan Monitor Jantung
9. Pemasangan Stocking Elastis
10. Pemasangan Tomiket Pneumatik
11. Pemberian Balut Tekan
12. Pemberian Defibrilasi
13. Pemberian Obat Intramuskuler
14. Pemberian Obat Intraoseous
15. Pemberian Obat Intravena
16. Pemberian Obat Intravena melalui Selang Infus
17. Pemberian Produk Darah
18. Pengambilan Spesimen
19. Pengaturan Posisi Supine
20. Pengaturan Posisi Trendelenburg
21. Penggunaan Syringe Pump
22. Perekaman Elektrokardiogram (EKG) 12 Sadapan
23. Rehabilitasi Jantung
24. Resusitasi Jantung Paru pada Pasien Dewasa
25. Resusitasi Jantung Paru pada Pasien Anak
C. NUTRISI DAN CAIRAN
1. Deteksi Dini Status Gizi
2. Konseling Laktasi
3. Pemantauan Intake dan Output Cairan
4. Pemantauan Kepatenan Selang Nasogastrik
5. Pemantauan Residu Gaster
6. Pemantauan Tanda dan Gejala Hiperglikemia
7. Pemantauan Tanda dan Gejala Hipervolemia
8. Pemantauan Tanda dan Gejala Hipoglikemia
9. Pemantauan Tanda dan Gejala Hipovolemia
10. Pemantauan Tanda dan Gejala Ketidakseimbangan Elektrolit
11. Pemasangan Selang Nasogastrik
12. Pemasangan Selang Orogastrik
13. Pemberian Cairan Intravena
14. Pemberian Fototerapi Neonatus
15. Pemberian Latihan Menelan
16. Pemberian Makanan Enteral
17. Pemberian Nutrisi Parenteral
18. Pemberian Obat melalui Selang Nasogastrik
19. Pemberian Obat Subkutan
20. Penanganan Hipotensi Durante Hemodialisis
21. Pengaturan Filtrasi Hemodialisis
22. Pengukuran Lingkar Abdomen
23. Pengukuran Lingkar Kepala
24. Pengukuran Lingkar Lengan Atas
25. Pengukuran Panjang Badan
26. Pengukuran Tinggi Badan
27. Penimbangan Berat Badan
28. Perawatan Ikterik Neonatus
29. Perawatan Resusitasi Cairan
30. Pijat Oksitosin
31. Promosi Berat Badan
32. Promosi Laktasi
33. Restriksi Cairan
34. Rujukan Ke Kelas Laktasi Pascapersalinan
35. Rujukan Ke Kelompok Dukungan Menyusui
D. ELIMINASI
1. Edukasi Toilet Training
2. Evakuasi Feses Secara Manual
3. Fasilitasi Berkemih Teratur
4. Irigasi Kandung Kemih
5. Irigasi Kolostomi
6. Irigasi Urostomi
7. Masase (Pijat) Abdomen
8. Pemantauan Bising Usus
9. Pemantauan Distensi Kandung Kemih
10. Pemasangan Kateter Urine pada Pasien
11. Pemasangan Kateter Urine pada Pasien Pe
12. Pemberian Latihan Eliminasi Fekal
13. Pemberian Latihan Kandung Kemih
14. Pemberian Obat Supositoria Anal
15. Pengambilan Sampel Urine Tengah
16. Perawatan Inkontinensia Fekal
17. Perawatan Inkontinensia Urine
18. Perawatan Kateter Urine
19. Perawatan Stoma
E. AKTIVITAS DAN ISTIRAHAT
1. Dukungan Ambulasi
2. Dukungan Mobilitas Fisik
3. Dukungan Tidur
4. Pemantauan Kelelahan Fisik dan Mental
5. Pemasangan Bidai
6. Pemberian Latihan Rentang Gerak
7. Pemberian Tirah Baring
8. Perawatan Gips
9. Perawatan Traksi
F. NEUROSENSORI
1. Irigasi Mata
2. Irigasi Telinga
3. Latihan Memori
4. Latihan Orientasi
5. Pemantauan CPP (Cerebral Perfusion Pressure)
6. Pemantauan Efek Samping Pasca ECT (Elctroconvulsive Therapy)
7. Pemantauan Peningkatan Tekanan Intrakranial
8. Pemantauan Status Neurologis
9. Pemantauan Tingkat Delirium
10. Pemantauan Tingkat Kesadaran dengan Skala Koma Glasgow (GCS)
11. Pemantauan Tingkat Orientasi
12. Pemantaun Perubahan Sensorik
13. Pemasangan Penahan Gigi Sebelum ECT
14. Pemberian Obat Salep Mata
15. Pemberian Obat Tetes Mata
16. Pembersihan Telinga
17. Pencegahan Kejang
18. Persiapan Prosedur ECT
19. Stimulasi Kognitif
G. REPRODUKSI DAN SEKSUALITAS
1. Edukasi Kontrasepsi
2. Edukasi Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko
3. Edukasi Pendamping Persalinan
4. Edukasi Perawatan Kehamilan
5. Edukasi Perawatan Perineum Pasca Persalinan
6. Edukasi Persiapan Program IVF (Invitro Fertilitation)
7. Edukasi PPIA (Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak)
8. Edukasi Prakonsepsi
9. Edukasi Tanda Bahaya Pasca Persalinan
10. Fasilitasi Inisiasi Menyusu Dini
11. Fasilitasi Interaksi Orang Tua dan Bayi
12. Fasilitasi Interaksi Orang Tua dan Janin
13. Fasilitasi Kenyamanan Ibu Pasca Persalinan
14. Identifikasi Kemampuan Ibu Merawat Bayi
15. Identifikasi Kondisi Psikososial Ibu Bersalin
16. Identifikasi Persalinan Risiko Tinggi
17. Identifikasi Riwayat Kehamilan dan Persalinan
18. Konseling Genetik
19. Konseling Kehamilan
20. Konseling Penganiayaan dan Pelecehan Seksual
21. Konseling Prakonsepsi
22. Konseling Seksualitas
23. Latihan Senam Hamil
24. Latihan Senam Nifas
25. Pelaksanaan MTBS-MTBM
26. Pemantauan Kardiotokografi (CTG)
27. Pemantauan Gerak Janin
28. Pemantauan Infus Tokolisis
29. Pemantauan Persalinan dengan Partograf
30. Pemberian Obat Vagina
31. Pemeriksaan Denyut Jantung Janin (DJJ) dengan Doppler
32. Pemeriksaan Lochea
33. Pemeriksaan Payudara
34. Pemeriksaan Perineum
35. Pemeriksaan Tanda Homan
36. Pemeriksaan Tanda-Tanda Kehamilan
37. Pemeriksaan Urine Kehamilan
38. Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi
39. Pengambilan Tampon Vagina
40. Pengelolaan Nyeri Persalinan
41. Perawatan Ibu Bersalin Risiko Tinggi
42. Perawatan Intranatal Kala I
43. Perawatan Intranatal Kala II
44. Perawatan Intranatal Kala III
45. Perawatan Intranatal Kala IV
46. Perawatan Pascainduksi Persalinan
47. Perawatan Perdarahan Selama Kehamilan
48. Perawatan Robekan Jalan Lahir
49. Perawatan Vulva Hygiene
50. Persiapan Pap Smear
51. Persiapan Pemeriksaan USG Kehamilan
52. Persiapan Persalinan Dengan Tindakan Sectio Caesrea (SC)
53. Persiapan Prosedur Amniosentesis
54. Persiapan Prosedur Pessarium
55. Persiapan Tindakan Transfer Embrio (Embryo Transfer [ET])
56. Persiapan Tindakan Histeroskopi Diagnostik
57. Persiapan Tindakan Ovum Pick Out (OPU)
II. PSIKOLOGIS
A. NYERI DAN KENYAMANAN
1. Edukasi Manajemen Nyeri
2. Pemantauan Efek Samping Terapi Radiasi
3. Pemantauan Nyeri
4. Pemantauan Nyeri pada Anak
5. Pemberian Akupresur
6. Pemberian Kompres Dingin
7. Pemberian Kompres Hangat
8. Pemberian Latihan Otogenik
9. Pemberian Teknik Imajinasi Terbimbing
10. Pengelolaan Nyeri pada Anak
11. Terapi Relaksasi Napas Dalam
12. Terapi Relaksasi Otot Progresif
B. INTEGRITAS EGO
1. Diskusi Kelompok Terarah
2. Dukungan Emosional
3. Dukungan Hipnosis Diri
4. Dukungan Kelompok
5. Dukungan Memaafkan
6. Dukungan Pelaksanaan Ibadah
7. Dukungan Pengambilan Keputusan
8. Dukungan Pengungkapan Kebutuhan
9. Dukungan Pengungkapan Perasaan
10. Dukungan Perasaan Bersalah
11. Dukungan Perkembangan Spiritual
12. Dukungan Perlindungan Penganiayaan
13. Dukungan Proses Berduka
14. Edukasi Keterampilan Koping
15. Edukasi Keterampilan Pencegahan Kekambuhan
16. Edukasi Metode Modulasi Pengalaman Emosi
17. Edukasi Pemantauan Mood Secara Mandiri
18. Edukasi Penanganan Gangguan Mood
19. Edukasi Penanganan Marah
20. Edukasi Teknik Pengontrolan Halusinasi
21. Identifikasi Penyebab/Pemicu Kemarahan
22. Mediasi Konflik
23. Pelibatan Keluarga Dalam Program Perawatan
24. Pemantauan Isi Halusinasi
25. Pemberian eduksi Ansietas
26. Pemberian Seklusi
27. Pemberian Terapi Asertif 1
28. Pemberian Terapi Asertif 2
29. Pemberian Terapi Asertif 3
30. Pemberian Terapi Asertif 4
31. Pemberian Terapi Edukasi Keluarga 1
32. Pemberian Terapi Edukasi Keluarga 2
33. Pemberian Terapi Edukasi Keluarga 3
34. Pemberian Terapi Edukasi Keluarga 4
35. Pemberian Terapi Edukasi Keluarga 5
36. Pemberian Terapi Kelompok
37. Pemberian Terapi Keluarga
38. Pemberian Terapi Kognitif 1
39. Pemberian Terapi Kognitif 2
40. Pemberian Terapi Kognitif 3
41. Pemberian Terapi Kognitif Perilaku 1
42. Pemberian Terapi Kognitif Perilaku 2
43. Pemberian Terapi Kognitif Perilaku 3
44. Pemberian Terapi Kognitif Perilaku 4
45. Pemberian Terapi Mileu
46. Pemberian Terapi Perilaku
47. Pemberian Terapi Remedial
48. Pemberian Terapi Reminisens
49. Pemberian Terapi Rumatan Metadon
50. Pemberian Terapi Seni
51. Pemberian Terapi Suportif 1
52. Pemberian Terapi Suportif 2
53. Pemberian Terapi Suportif 3
54. Pemberian Terapi Suportif 4
55. Pencegahan Bunuh Diri
56. Pencegahan Penyalahgunaan Zat
57. Pencegahan Waham
58. Pengendalian Marah
59. Pengontrolan Halusinasi
60. Pengontrolan Penyalahgunaan Zat
61. Pengontrolan Waham
62. Perawatan Jenazah
63. Perawatan Putus Zat
64. Perawatan Putus Zat dengan Terapi Substitusi
65. Promosi Citra Tubuh
66. Promosi Dukungan Spiritual
67. Promosi Harapan
68. Promosi Harga Diri
69. Promosi Hubungan Positif
70. Promosi Kepercayaan Diri
71. Promosi Kesadaran Diri
72. Promosi Koping
73. Promosi System Pendukung
C. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
1. Deteksi Dini Kesehatan Mental Emosional pada Anak
2. Deteksi Dini Stunting
3. Edukasi Deteksi Dini HIV/AIDS pada Bayi/Anak
4. Edukasi Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
5. Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Anak
6. Edukasi Perawatan Bayi
7. Edukasi Perawatan HIV/AIDS pada Anak
8. Edukasi Stimulasi Perkembangan Bayi/Anak
9. Memandikan Bayi
10. Pemantauan Antropometri pada Bayi dan Anak
11. Pemberian Asuhan Perkembangan pada Neonatus
12. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
13. Pemberian Terapi Bercerita
14. Pemberian Terapi Bermain
15. Pemeriksaan Bayi Sebelum Pemulangan
16. Perawatan Paliatif pada Anak
17. Perawatan Tali Pusat
18. Pijat Bayi
19. Promosi Aktivitas/Latihan Fisik pada Anak
III. PERILAKU
A. KEBERSIHAN DIRI
1. Dukungan Perawatan Diri: Berpakaian
2. Dukungan Perawatan Diri: Mandi
3. Edukasi Perawatan Diri
4. Edukasi Perawatan Gigi Palsu
5. Perawatan Kaki
6. Perawatan Kuku
7. Perawatan Mulut
8. Perawatan Rambut
B. PENYULUHAN DAN PEMBELAJARAN
1. Bimbingan Antisipatif
2. Bimbingan Sistem Kesehatan
3. Edukasi Keluarga
4. Edukasi Kesehatan
5. Manajemen Kasus
6. Perencanaan Pulang
IV. RELASIONAL
A. INTERAKSI SOSIAL
1. Dukungan Interaksi Sosial
2. Dukungan Keluarga Merencanakan Perawatan
3. Dukungan Penampilan Peran
4. Edukasi Komunikasi Efektif
5. Edukasi pada Pengasuh
6. Koordinasi Diskusi Keluarga
7. Mobilisasi Keluarga
8. Modifikasi Perilaku Keterampilan Sosial
9. Pendampingan Keluarga
10. Promosi Dukungan Keluarga
11. Promosi Dukungan Sosial
12. Promosi Keutuhan Keluarga
13. Promosi Komunikasi Efektif
14. Promosi Pengasuhan
15. Promosi Proses Efektif Keluarga
16. Promosi Sosialisasi
V. LINGKUNGAN
A. KEAMANAN DAN PROTEKSI
1. Dukungan Pemeliharaan Rumah
2. Edukasi Keselamatan Lingkungan
3. Edukasi Keselamatan Rumah
4. Identifikasi Faktor Risiko Masalah Kesehatan
5. Kebersihan Tangan dengan Handrub
6. Kebersihan Tangan dengan Sabun dan Air
7. Manajemen Isolasi
8. Manajemen Kenyamanan Lingkungan
9. Manajemen Kesehatan Kerja
10. Manajemen Keselamatan Lingkungan
11. Manajemen Reaksi Alergi
12. Pelepasan Alat Pelindung Diri: Coverall
13. Pelepasan Alat Pelindung Diri: Gown
14. Pemantauan Risiko Bunuh Diri
15. Pemantauan Risiko Jatuh
16. Pemantauan Risiko Perilaku Kekerasan
17. Pemasangan Alat Pelindung Diri: Coverall
18. Pemasangan Alat Pelindung Diri: Gown
19. Pemasangan Alat Pengaman
20. Pemasangan Neck Collar
21. Pemberian Imunisasi/Vaksin
22. Pemberian Tepid Sponge
23. Pemberian Terapi Skin to Skin
24. Pencegahan Bunuh Diri
25. Pencegahan Cedera
26. Pencegahan Infeksi
27. Pencegahan Infeksi Intraoperatif
28. Pencegahan Jatuh
29. Pencegahan Perilaku Kekerasan
30. Pengekangan Fisik
31. Pengekangan Kimiawi
32. Pengontrolan Infeksi
33. Penjahitan Luka
34. Perawatan Amputasi
35. Perawatan Bayi dalam Inkubator
36. Perawatan Integritas Kulit
37. Perawatan Integritas Kulit Akibat Pemberian Obat Antineoplastik
38. Perawatan Kemoterapi
39. Perawatan Luka
40. Perawatan Luka Bakar
41. Perawatan Metode Kangguru
42. Perawatan Pascaoperatif
43. Perawatan Preoperatif
44. Perawatan Sirkumsisi
45. Skrining Pasien Isolasi
46. Transfer Pasien
47. Triase
48. Triase Bencana


Tinggalkan Balasan