Daftar Isi
I. Luaran Keperawatan: Proses Pengasuhan (L.13124)
Definisi: Kemampuan menerima proses kehamilan, persalinan, dan setelah melahirkan termasuk perawatan bayi baru lahir.
Ekspektasi: Membaik.
Kriteria Hasil | Menurun (1) | Cukup Menurun (2) | Sedang (3) | Cukup Meningkat (4) | Meningkat (5) |
Terpapar informasi proses persalinan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Keadekuatan manajemen ketidaknyamanan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Akses pelayanan kesehatan mudah dijangkau | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kesesuaian kondisi bayi dengan harapan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Keamanan lingkungan bayi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kriteria Hasil | Meningkat (1) | Cukup Meningkat (2) | Sedang (3) | Cukup Menurun (4) | Menurun (5) |
Kekerasan dalam rumah tangga | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Stres psikologis | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kehamilan tidak diinginkan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Ketidakberdayaan maternal | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Penyalahgunaan obat | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kurang minat dalam proses persalinan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kurang proaktif dalam proses persalinan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
II. Intervensi Keperawatan (SIKI) Terkait
Untuk mengoptimalkan proses pengasuhan dan maternal, berikut adalah tiga intervensi utama dengan format OTEK:
1. Edukasi Persalinan (I.12437)
- Observasi:
- Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi mengenai persalinan.
- Identifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang proses persalinan dan perawatan pasca melahirkan.
- Terapeutik:
- Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan yang menarik (mis. brosur, video).
- Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan bersama.
- Berikan kesempatan kepada ibu dan pendamping untuk bertanya.
- Edukasi:
- Jelaskan tanda-tanda persalinan dan proses fisiologis persalinan.
- Ajarkan teknik relaksasi dan pernapasan untuk manajemen ketidaknyamanan saat kontraksi.
- Informasikan mengenai pilihan metode persalinan dan manajemen nyeri.
- Kolaborasi:
- (Intervensi berfokus pada edukasi mandiri perawat).
2. Promosi Kelekatan (I.13493)
- Observasi:
- Monitor interaksi ibu dan bayi setelah melahirkan (mis. kontak mata, sentuhan).
- Identifikasi faktor penghambat kelekatan (mis. stres maternal, kondisi kesehatan bayi).
- Terapeutik:
- Fasilitasi kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) segera setelah bayi lahir.
- Berikan lingkungan yang nyaman dan privasi bagi ibu untuk menyusui dan merawat bayinya.
- Libatkan anggota keluarga dalam merawat bayi secara bertahap.
- Edukasi:
- Jelaskan pentingnya kelekatan bagi perkembangan psikologis bayi.
- Ajarkan cara merespons tangisan atau isyarat kebutuhan bayi secara tepat.
- Kolaborasi:
- Rujuk ke konselor laktasi atau psikolog jika terjadi hambatan kelekatan yang signifikan.
3. Promosi Kesiapan Menjadi Orang Tua (I.13494)
- Observasi:
- Identifikasi kesiapan psikologis dan kemampuan finansial dasar untuk perawatan anak.
- Monitor adanya tanda-tanda ketidakberdayaan maternal atau stres berlebihan.
- Terapeutik:
- Fasilitasi diskusi tentang harapan orang tua terhadap kondisi bayi.
- Berikan dukungan emosional dan penguatan positif atas kemampuan pengasuhan ibu.
- Diskusikan strategi pembagian tugas dalam rumah tangga untuk mengurangi kelelahan ibu.
- Edukasi:
- Ajarkan keterampilan dasar perawatan bayi baru lahir (mis. memandikan, merawat tali pusat).
- Informasikan mengenai pentingnya akses pelayanan kesehatan rutin (seperti imunisasi dan posyandu).
- Kolaborasi:
- Kolaborasi dengan pekerja sosial atau lembaga dukungan masyarakat jika ditemukan risiko kekerasan dalam rumah tangga.
III. Referensi Literatur
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., Cashion, K., & Alden, K. R. (2019). Maternity & Women’s Health Care, 12th Edition. Elsevier.


Tinggalkan Balasan