Pola Tidur (L.05045)

Pola Tidur (L.05045)

by

in

I. Luaran Keperawatan: Pola Tidur (L.05045)

Definisi: Keadekuatan kualitas dan kuantitas tidur.

Ekspektasi: Membaik.

Kriteria Hasil
Menurun (1)
Cukup Menurun (2)
Sedang (3)
Cukup Meningkat (4)
Meningkat (5)
Keluhan sulit tidur
1
2
3
4
5
Keluhan sering terjaga
1
2
3
4
5
Keluhan tidak puas tidur
1
2
3
4
5
Keluhan pola tidur berubah
1
2
3
4
5
Keluhan istirahat tidak cukup
1
2
3
4
5
Kriteria Hasil
Menurun (1)
Cukup Menurun (2)
Sedang (3)
Cukup Meningkat (4)
Meningkat (5)
Kemampuan beraktivitas
1
2
3
4
5

Catatan Ilmiah: Penilaian pada kriteria hasil “Keluhan” menggunakan skala terbalik dalam konteks klinis (Skala 1: Meningkat/Sangat Sering hingga Skala 5: Menurun/Tidak Ada Keluhan) untuk mencapai ekspektasi “Membaik”.


II. Intervensi Keperawatan (SIKI) Terkait

Berdasarkan kebutuhan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas tidur, berikut adalah tiga intervensi utama dengan format OTEK:

1. Dukungan Tidur (I.05174)

  • Observasi:
    • Identifikasi pola aktivitas dan tidur.
    • Identifikasi faktor pengganggu tidur (fisik dan/atau psikologis).
    • Identifikasi makanan dan minuman yang mengganggu tidur (mis. kopi, teh, makan mendekati waktu tidur).
  • Terapeutik:
    • Modifikasi lingkungan (mis. pencahayaan, kebisingan, suhu, tempat tidur).
    • Tetapkan jadwal tidur rutin.
    • Lakukan prosedur untuk meningkatkan kenyamanan (mis. pijat, pengaturan posisi).
  • Edukasi:
    • Jelaskan pentingnya tidur cukup selama sakit.
    • Anjurkan menepati kebiasaan waktu tidur.
    • Ajarkan relaksasi otot autogenik atau cara non-farmakologi lainnya.
  • Kolaborasi:
    • Kolaborasi pemberian obat tidur, jika perlu.

2. Edukasi Aktivitas/Istirahat (I.12362)

  • Observasi:
    • Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi terkait pola istirahat.
  • Terapeutik:
    • Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan.
    • Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya.
  • Edukasi:
    • Jelaskan pentingnya melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk meningkatkan kualitas tidur.
    • Anjurkan menyusun jadwal aktivitas dan istirahat yang seimbang.
    • Ajarkan cara mengidentifikasi target dan jenis aktivitas sesuai kemampuan.
  • Kolaborasi:
    • (Fokus pada koordinasi edukasi lintas disiplin).

3. Manajemen Lingkungan (I.14514)

  • Observasi:
    • Identifikasi keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar pasien.
  • Terapeutik:
    • Atur suhu lingkungan yang nyaman bagi pasien.
    • Kurangi paparan cahaya yang berlebihan di malam hari.
    • Batasi jumlah pengunjung dan durasi kunjungan untuk memberikan waktu istirahat tenang.
  • Edukasi:
    • Anjurkan keluarga untuk turut menjaga ketenangan di sekitar area perawatan.
  • Kolaborasi:
    • Kolaborasi dengan petugas terkait dalam pemeliharaan sarana dan prasarana lingkungan.

III. Literatur

  1. PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  2. PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  3. Carpenito, L. J. (2017). Nursing Diagnosis: Application to Clinical Practice. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *