Daftar Isi
I. Luaran Keperawatan: Pola Napas (L.01004)
Definisi: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang memberikan ventilasi adekuat.
Ekspektasi: Membaik.
Kriteria Hasil | Menurun (1) | Cukup Menurun (2) | Sedang (3) | Cukup Meningkat (4) | Meningkat (5) |
Ventilasi semenit | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kapasitas vital | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Diameter thoraks anterior-posterior | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Tekanan ekspirasi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Tekanan inspirasi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kriteria Hasil | Meningkat (1) | Cukup Meningkat (2) | Sedang (3) | Cukup Menurun (4) | Menurun (5) |
Dispnea | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Penggunaan otot bantu napas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Pemanjangan fase ekspirasi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Ortopnea | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Pernapasan pursed-lip | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Pernapasan cuping hidung | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kriteria Hasil | Memburuk (1) | Cukup Memburuk (2) | Sedang (3) | Cukup Membaik (4) | Membaik (5) |
Frekuensi napas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kedalaman napas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Ekskursi dada | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
II. Intervensi Keperawatan (SIKI) Terkait
Berdasarkan data klinis di atas, berikut adalah intervensi utama dengan format OTEK:
1. Manajemen Jalan Napas (I.01011)
- Observasi:
- Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, usaha napas).
- Monitor bunyi napas tambahan (mis. gurgling, mengi, wheezing, ronkhi kering).
- Monitor sputum (jumlah, warna, aroma).
- Terapeutik:
- Pertahankan kepatenan jalan napas dengan head-tilt dan chin-lift (atau jaw-thrust jika trauma servikal).
- Posisikan semi-fowler atau fowler.
- Berikan minum hangat dan lakukan penghisapan lendir (suction) kurang dari 15 detik.
- Edukasi:
- Anjurkan asupan cairan 2000 ml/hari, jika tidak ada kontraindikasi.
- Ajarkan teknik batuk efektif.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektoran, mukolitik, jika perlu.
2. Pemantauan Respirasi (I.01014)
- Observasi:
- Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya napas.
- Monitor adanya produksi sputum dan pola napas abnormal.
- Monitor adanya sumbatan jalan napas dan auskultasi bunyi napas.
- Monitor saturasi oksigen dan nilai AGD.
- Terapeutik:
- Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien.
- Dokumentasikan hasil pemantauan untuk evaluasi efektivitas intervensi.
- Edukasi:
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan kepada pasien/keluarga.
- Informasikan hasil pemantauan secara berkala.
- Kolaborasi:
- (Intervensi ini bersifat mandiri, namun hasil dikolaborasikan dengan tim medis untuk penyesuaian terapi).
3. Dukungan Ventilasi (I.01002)
- Observasi:
- Identifikasi adanya kelelahan otot bantu napas.
- Monitor status respirasi dan oksigenasi secara ketat.
- Terapeutik:
- Pertahankan posisi fowler atau semi-fowler untuk meningkatkan ekspansi paru.
- Fasilitasi mengubah posisi senyaman mungkin.
- Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan (mis. nasal kanul, masker wajah).
- Edukasi:
- Ajarkan teknik pernapasan mulut (pursed-lip breathing).
- Ajarkan mengubah posisi secara mandiri untuk mencegah atelektasis.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian alat bantu napas (mis. BiPAP, CPAP, atau ventilator mekanik).
III. Literatur
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Fundamentals of Nursing, 10th Edition. St. Louis, MO: Elsevier.


Tinggalkan Balasan