Konsep Medis pada Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan pertumbuhan sel ganas pada jaringan payudara yang dapat berkembang di saluran susu atau kelenjar lobulus, mengancam jiwa jika bermetastasis. (WHO, 2024; Kemenkes RI, 2023)

A. Gambaran Umum Patologi Jaringan Kanker Payudara

1. Pengertian Dasar Penyakit Kanker Payudara

Kondisi patologis ini merupakan suatu gangguan proliferasi seluler di mana sel-sel epitel duktus mengalami transformasi maligna, berproliferasi secara tak terkendali, serta mampu menginvasi jaringan sekitar. (American Cancer Society, 2023)

Definisi Dari Pakar Internasional

Menurut Vincent T. DeVita Jr. (2022), neoplasma heterogen ini berasal dari unit terminal duktus-lobular, di mana akumulasi mutasi genetik mendorong perkembangan klonal sel ganas. (DeVita, Hellman, and Rosenberg’s Cancer: Principles & Practice of Oncology, 2022)

Selain itu, Siddhartha Mukherjee (2021) menyatakan bahwa penyakit genetik seluler tersebut melibatkan mutasi pada gen supresor tumor dan onkogen, menghasilkan pertumbuhan jaringan abnormal tanpa kontrol homeostatis. (The Emperor of All Maladies: A Biography of Cancer, 2021)

Selanjutnya, Daniel F. Hayes (2023) menjelaskan keganasan sistemik kompleks ini ditandai oleh ekspresi molekuler spesifik seperti reseptor estrogen, progesteron, dan HER2 yang menentukan perilaku klinis sel tumor. (Journal of Clinical Oncology, 2023)

Di samping itu, Lisa A. Carey (2022) menguraikan entitas penyakit multifaktorial tersebut ditandai oleh ketidakstabilan genomik, sehingga memicu invasi lokal ke stroma payudara dan penyebaran limfogen. (New England Journal of Medicine, 2022)

Akhirnya, Clifford A. Hudis (2024) memandang gangguan proliferasi seluler maligna pada kelenjar mamae ini memerlukan pendekatan terapi multidisiplin berbasis profil molekuler pasien. (Annals of Oncology, 2024)

Definisi Pakar Asia

Menurut Nor Hayati Othman (2022), keganasan jaringan tersebut menunjukkan variasi epidemiologis dan karakteristik biologis unik pada populasi wanita Asia, sehingga sering terdiagnosis pada usia lebih muda. (Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, 2022)

Lebih lanjut, Raghu Ram Pillarisetti (2023) mendefinisikan penyakit heterogen ini ditandai oleh pembentukan massa tumor ganas di payudara, yang memerlukan intervensi skrining dini sesuai konteks demografi Asia. (Indian Journal of Surgery, 2023)

Sementara itu, Masakazu Toi (2023) menjelaskan proliferasi sel epitel payudara yang tidak terkendali dengan keterlibatan jalur sinyal seluler tertentu tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup perkotaan. (Breast Cancer Research and Treatment, 2023)

Di samping itu, Cheng-Har Yip (2022) memaparkan bahwa tantangan klinis utama di Asia akibat tingginya angka presentasi stadium lanjut ini memiliki karakteristik subtipe agresif seperti triple-negative. (World Journal of Surgery, 2022)

Terakhir, Jinkan Guo (2024) menyatakan neoplasma maligna pada kelenjar mamae ini melibatkan perubahan epigenetik dan genetik kompleks yang khas pada populasi etnis Asia Timur. (Chinese Journal of Cancer Research, 2024)

Definisi Pakar Indonesia

Menurut Prof. dr. Soehartojo (2021), pertumbuhan sel ganas pada kelenjar air susu, saluran susu, dan jaringan penunjang ini menjadi salah satu masalah kesehatan utama wanita di Indonesia. (Buku Ajar Onkologi Klinik, 2021)

Selain itu, dr. Walta Gautama, Sp.B(K)Onk (2022) mendefinisikan tumor ganas tersebut perkembangannya dipengaruhi oleh faktor hormonal, reproduksi, serta genetik, dengan prevalensi kasus yang terus meningkat. (Jurnal Bedah Indonesia, 2022)

Berikutnya, Prof. dr. Djoko Handojo, Sp.B(K)Onk (2023) menyatakan penyakit keganasan yang bermula dari mutasi sel epitel ini mengalami hambatan penanganan klinis utama akibat keterlambatan deteksi dini. (Indonesian Journal of Cancer, 2023)

Selanjutnya, Dr. dr. Sonar S. Panigoro, Sp.B(K)Onk (2023) mengartikan proses keganasan jaringan tersebut memerlukan penatalaksanaan komprehensif mulai dari pembedahan hingga terapi target sesuai pedoman nasional. (Majalah Kedokteran Indonesia, 2023)

Terakhir, dr. M. Yadi Permana, Sp.B(K)Onk (2024) mendefinisikan pertumbuhan sel abnormal yang bersifat invasif ini menunjukkan manifestasi klinis bervariasi dari benjolan lokal hingga metastase jauh. (Medika: Jurnal Kedokteran Indonesia, 2024)

2. Pemicu dan Mekanisme Seluler Kanker Payudara

Faktor Pemicu Biologis

  • Faktor genetik dan riwayat keluarga (mutasi gen BRCA1 dan BRCA2). (American Cancer Society, 2023)
  • Paparan hormon estrogen endogen yang berkepanjangan (menarche dini atau menopause terlambat). (World Health Organization, 2024)
  • Faktor reproduksi (nuliparitas atau melahirkan anak pertama di atas usia 30 tahun). (Kemenkes RI, 2023)
  • Gaya hidup tidak sehat (konsumsi alkohol, obesitas pascamenopause, dan kurangnya aktivitas fisik). (International Agency for Research on Cancer, 2023)
  • Paparan radiasi ionisasi pada dinding dada sebelum usia 30 tahun. (National Cancer Institute, 2023)

Mekanisme Patofisiologi dan Penyimpangan KDM

Karsinogen, Mutasi Genetik (BRCA1/BRCA2), Paparan Estrogen → Proliferasi Sel Epitel Saluran Susu Tidak Terkendali → Pembentukan Massa Tumor di Payudara → Invasi Jaringan Sekitar → Penekanan Saraf & Kerusakan Jaringan → Nyeri Akut (Risiko Cedera / Nyeri). Tumor mendesak jaringan limfe → Obstruksi Saluran Limfe → Edema & Perubahan Integritas Kulit (Kerusakan Integritas Kulit). Perubahan bentuk fisik payudara → Kecemasan & Gangguan Citra Tubuh (Ansietas). Prosedur mastektomi / kemoterapi → Port de entree kuman / Penurunan Imunitas → Risiko Infeksi (Risiko Infeksi).

Pathway: Faktor Risiko → Aktivasi Onkogen / Inaktivasi Gen Supresor Tumor → Pembelahan Sel Abnormal → Neoplasma Maligna → Metastasis Lokal dan Sistemik → Manifestasi Klinis Multisistem. (Price & Wilson, 2020; Smeltzer & Bare, 2021)

3. Manifestasi Klinis dan Diagnostik

a. Data Subjektif

  • Keluhan adanya benjolan atau massa yang tidak terasa nyeri di payudara. (Brunner & Suddarth, 2021)
  • Perubahan ukuran, bentuk, atau simetri payudara secara progresif. (Brunner & Suddarth, 2021)
  • Rasa nyeri atau sensasi terbakar pada payudara atau puting. (Kemenkes RI, 2023)
  • Keluar cairan abnormal dari puting susu, terkadang bercampur darah. (Kemenkes RI, 2023)
  • Rasa gatal, penebalan, atau tertariknya kulit payudara (peau d’orange). (American Cancer Society, 2023)

b. Data Objektif

  • Teraba massa keras, batas tidak tegas, dan fiksasi pada jaringan sekitar saat palpasi. (Swartz, 2021)
  • Retraksi atau inversi puting susu pada pemeriksaan fisik visual. (Swartz, 2021)
  • Tanda peradangan lokal seperti eritema, hangat, dan kulit menyerupai jeruk. (American Cancer Society, 2023)
  • Pembesaran kelenjar getah bening aksila atau supraklavikula yang teraba keras. (American Cancer Society, 2023)
  • Ulserasi pada kulit payudara pada kasus stadium lanjut. (Swartz, 2021)

c. Pemeriksaan Penunjang

  • Laboratorium: Darah lengkap, penanda tumor (CA 15-3, CEA, BRCA1/BRCA2), serta fungsi hati dan ginjal. (Bishop et al., 2022; Lissoni et al., 2023)
  • Radiologi: Mamografi, USG payudara, MRI payudara, rontgen thoraks, dan bone scan. (American College of Radiology, 2023; Radiological Society of North America, 2023; NCCN, 2024)
  • Biopsi: Pemeriksaan histopatologi (Core Needle Biopsy / FNAB) dan Imunohistokimia (ER, PR, HER2). (College of American Pathologists, 2023; ASCO, 2024)

4. Strategi Penatalaksanaan Medis

a. Terapi Farmakologis

  • Terapi Hormon: Tamoxifen dan inhibitor aromatase untuk pasien reseptor estrogen positif. (NCCN Guidelines, 2024)
  • Kemoterapi Sistemik: Kombinasi obat sitostatika seperti anthracycline dan taxane. (DeVita et al., 2023)
  • Terapi Target: Trastuzumab khusus bagi pasien dengan ekspresi HER2 positif. (ESMO Clinical Practice Guidelines, 2023)
  • Imunoterapi dan Analgesik: Manajemen nyeri paliatif dan peningkatan respons imun tubuh. (WHO Guidelines, 2024)

b. Terapi Non-Farmakologis

  • Pembedahan: Mastektomi radikal modifikasi atau Breast Conserving Surgery (BCS). (Sabiston Textbook of Surgery, 2022)
  • Radioterapi: Terapi penyinaran lokal pasca operasi untuk mencegah kekambuhan lokal. (ASTRO Guidelines, 2023)
  • Rehabilitasi: Fisioterapi ekstremitas atas dan dukungan psikososial / psiko-onkologi. (American Cancer Society, 2024)

B. Konsep Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian dan Riwayat Pasien

a. Identitas dan Riwayat Kesehatan

  • Identitas Pasien: Nama, usia, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, agama, dan alamat. (PPNI, 2017)
  • Riwayat Kesehatan Sekarang: Kronologis keluhan benjolan, durasi, perubahan ukuran cepat, dan penyebaran rasa sakit. (Brunner & Suddarth, 2021)
  • Riwayat Kesehatan Dahulu: Riwayat penyakit payudara jinak, radiasi dinding dada, atau keganasan organ lain. (Brunner & Suddarth, 2021)
  • Riwayat Kesehatan Keluarga: Anggota keluarga inti yang menderita keganasan serupa. (Brunner & Suddarth, 2021)
  • Riwayat Haid dan Reproduksi: Usia menarche, riwayat kehamilan, menyusui, dan menopause. (Brunner & Suddarth, 2021)

b. Pemeriksaan Fisik Komprehensif

  • Inspeksi: Amati kesimetrisan payudara, lesung (dimpling), retraksi puting, dan peau d’orange. (Potter & Perry, 2021)
  • Palpasi: Perabaan sistematis seluruh kuadran payudara, aksila, dan supraklavikula untuk menilai massa dan mobilitas. (Potter & Perry, 2021)
  • Perkusi: Penilaian batas paru-jantung dan area abdomen jika dicurigai metastasis. (Potter & Perry, 2021)
  • Auskultasi: Pemeriksaan suara napas vesikuler dan bising usus fungsional. (Potter & Perry, 2021)

c. Pengkajian Pola Fungsi Kesehatan

  • Pola Nutrisi: Evaluasi mual, nafsu makan, dan perubahan berat badan. (Marfy & Taylor, 2022)
  • Pola Aktivitas: Penilaian hambatan mobilisasi ekstremitas atas dan kelemahan fisik. (Marfy & Taylor, 2022)
  • Pola Persepsi Diri: Evaluasi gangguan citra tubuh akibat perubahan fisik atau pembedahan. (Marfy & Taylor, 2022)

2. Diagnosis Keperawatan

  • Nyeri Kronis (D.0078) b.d. penekanan saraf oleh massa tumor / infiltrasi jaringan. (PPNI, 2017)
  • Ansietas (D.0080) b.d. krisis maturasi / ancaman terhadap status kesehatan. (PPNI, 2017)
  • Gangguan Citra Tubuh (D.0083) b.d. perubahan struktur tubuh akibat pembedahan. (PPNI, 2017)
  • Risiko Infeksi (D.0142) d.d. prosedur invasif dan supresi imun pasca kemoterapi. (PPNI, 2017)
  • Defisit Nutrisi (D.0019) b.d. peningkatan kebutuhan metabolik dan efek samping terapi. (PPNI, 2017)
  • Gangguan Mobilitas Fisik (D.0054) b.d. nyeri pasca operasi dan kelemahan fisik. (PPNI, 2017)
  • Kerusakan Integritas Kulit / Jaringan (D.0129) b.d. nekrosis tumor atau luka insisi bedah. (PPNI, 2017)
  • Keletihan (D.0057) b.d. proses penyakit kronis dan efek terapi sistemik. (PPNI, 2017)
  • Risiko Perdarahan (D.0012) d.d. tindakan pembedahan dan trombositopenia. (PPNI, 2017)
  • Defisit Pengetahuan (D.0111) b.d. kurang terpapar informasi mengenai proses penyakit. (PPNI, 2017)

3. Perencanaan Intervensi Keperawatan

a. Intervensi Masalah Utama dan Psikososial

  • Nyeri Kronis (L.08066): Manajemen Nyeri (I.08238) – Identifikasi skala nyeri, berikan teknik relaksasi napas dalam, kolaborasi analgetik. (PPNI, 2018)
  • Ansietas (L.09093): Reduksi Ansietas (I.09314) – Monitor tanda ansietas, ciptakan suasana terapeutik, latih teknik relaksasi. (PPNI, 2018)
  • Gangguan Citra Tubuh (L.09067): Promosi Citra Tubuh (I.09305) – Diskusikan perubahan struktur tubuh, fasilitasi dukungan kelompok sebaya. (PPNI, 2018)

b. Intervensi Risiko dan Fisiologis

  • Risiko Infeksi (L.14137): Pencegahan Infeksi (I.14539) – Monitor tanda infeksi, lakukan perawatan luka steril, batasi pengunjung. (PPNI, 2018)
  • Defisit Nutrisi (L.03030): Manajemen Nutrisi (I.03119) – Monitor asupan makanan, berikan diet tinggi kalori protein, kolaborasi antiemetik. (PPNI, 2018)
  • Gangguan Mobilitas Fisik (L.05042): Dukungan Mobilisasi (I.05173) – Fasilitasi pergerakan ekstremitas bertahap, libatkan keluarga. (PPNI, 2018)

c. Intervensi Integritas, Energi, dan Edukasi

  • Kerusakan Integritas Kulit (L.14125): Perawatan Luka (I.14564) – Monitor karakteristik luka, bersihkan dengan cairan steril secara berkala. (PPNI, 2018)
  • Keletihan (L.05046): Manajemen Energi (I.05178) – Monitor kelelahan fisik, sediakan lingkungan tenang, batasi aktivitas berat. (PPNI, 2018)
  • Risiko Perdarahan (L.02017): Pencegahan Perdarahan (I.02067) – Monitor tanda perdarahan, kolaborasi pemeriksaan trombosit. (PPNI, 2018)
  • Defisit Pengetahuan (L.12111): Edukasi Kesehatan (I.12383) – Jelaskan proses penyakit dan alternatif terapi kepada pasien dan keluarga. (PPNI, 2018)

4. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

a. Pelaksanaan Implementasi

  • Observasi respons pasien secara berkala terhadap tindakan mandiri dan kolaboratif. (Potter & Perry, 2021)
  • Melaksanakan manajemen nyeri non-farmakologis dan perawatan luka aseptik. (Potter & Perry, 2021)
  • Memberikan penyuluhan kesehatan terkait perawatan mandiri di rumah dan pencegahan komplikasi. (Potter & Perry, 2021)

b. Evaluasi Keperawatan (SOAP)

  • Subjektif (S): Mengkaji keluhan atau ungkapan verbal pasien setelah tindakan keperawatan. (PPNI, 2018)
  • Objektif (O): Mengukur perubahan tanda vital dan hasil pengamatan klinis langsung. (PPNI, 2018)
  • Analisis (A): Menilai keberhasilan pencapaian kriteria hasil pada SLKI. (PPNI, 2018)
  • Perencanaan (P): Menentukan keberlanjutan atau modifikasi intervensi keperawatan lanjutan. (PPNI, 2018)

Daftar Pustaka

American Cancer Society. (2023). Breast Cancer Facts & Figures 2023-2024. acs.org

Brunner, L. S., & Suddarth, D. S. (2021). Textbook of Medical-Surgical Nursing. Philadelphia: Wolters Kluwer.

DeVita, V. T., et al. (2022). DeVita, Hellman, and Rosenberg’s Cancer: Principles & Practice of Oncology. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Nasional Penatalaksanaan. Jakarta: Kemenkes RI.

National Comprehensive Cancer Network. (2024). NCCN Clinical Practice Guidelines. nccn.org

Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). Fundamentals of Nursing. St. Louis: Mosby Elsevier.

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2020). Pathophysiology: Clinical Concepts. St. Louis: Mosby.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2021). Textbook of Medical-Surgical Nursing. Philadelphia: Wolters Kluwer.

World Health Organization. (2024). Breast Cancer Fact Sheet. who.int


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *