Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Gangguan Rasa Nyaman
| Diagnosa | Luaran Utama (SLKI) | Luaran Tambahan (SLKI) | Intervensi Terkait (SIKI) |
| Gangguan Rasa Nyaman | Status Kenyamanan (L.08064) | Pola Tidur, Tingkat Agitasi, Tingkat Ansietas, Tingkat Nyeri, Tingkat Keletihan | 1. Manajemen Nyeri (I.08238) 2. Terapi Relaksasi (I.09326) 3. Pengaturan Posisi (I.01019) |
Rincian Intervensi SIKI (OTEK)
Berikut adalah rincian tindakan untuk minimal 3 intervensi guna meningkatkan status kenyamanan pasien:
1. Manajemen Nyeri (I.08238)
- Observasi: Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri; identifikasi skala nyeri; identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri.
- Terapeutik: Berikan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi rasa nyeri (mis. aromaterapi, terapi musik, kompres hangat/dingin); kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis. suhu ruangan, pencahayaan, kebisingan).
- Edukasi: Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri; jelaskan strategi meredakan nyeri; ajarkan teknik nonfarmakologi secara mandiri.
- Kolaborasi: Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu.
2. Terapi Relaksasi (I.09326)
- Observasi: Identifikasi penurunan tingkat energi, ketidakmampuan berkonsentrasi, atau gejala lain yang mengganggu kemampuan kognitif; monitor respons terhadap terapi relaksasi.
- Terapeutik: Ciptakan lingkungan tenang dan tanpa gangguan dengan pencahayaan dan suhu ruang yang nyaman; gunakan nada suara lembut dengan irama lambat dan berirama.
- Edukasi: Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang tersedia; anjurkan mengambil posisi nyaman; demonstrasikan dan latih teknik relaksasi (mis. napas dalam, imajinasi terbimbing).
- Kolaborasi: Tidak ada tindakan spesifik, namun dapat melibatkan tenaga ahli terapi jika diperlukan.
3. Pengaturan Posisi (I.01019)
- Observasi: Monitor status oksigenasi sebelum dan sesudah mengubah posisi; monitor alat traksi agar selalu tepat.
- Terapeutik: Tempatkan pada posisi terapeutik (mis. fowler, semi-fowler); atur posisi tidur yang disukai pasien jika tidak ada kontraindikasi; meminimalkan gesekan dan gaya gesek saat mengubah posisi.
- Edukasi: Informasikan tujuan pengaturan posisi; ajarkan cara menggunakan postur tubuh yang baik dan mekanika tubuh yang tepat selama perubahan posisi.
- Kolaborasi: Kolaborasi pemberian premedikasi sebelum mengubah posisi, jika perlu.
Definisi Ilmiah Gangguan Rasa Nyaman
Gangguan Rasa Nyaman secara ilmiah merupakan suatu keadaan di mana individu mengalami perubahan pada persepsi kesejahteraan fisik, psikologis, spiritual, lingkungan, dan sosial yang mengakibatkan perasaan tidak menyenangkan atau distres. Secara fisiopatologis, kondisi ini berkaitan dengan stimulasi sistem saraf otonom yang merespons stresor (baik berupa cedera jaringan, ansietas, maupun lingkungan eksternal) yang mengganggu homeostasis tubuh. Luaran Status Kenyamanan (L.08064) yang membaik menandakan tercapainya kondisi relaksasi optimal dan penurunan Tingkat Nyeri serta Tingkat Ansietas, sehingga memfasilitasi perbaikan Pola Tidur dan pemulihan energi. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memodifikasi lingkungan dan memberikan teknik distraksi guna mengembalikan keseimbangan biopsikososial pasien.
Literatur
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Tinggalkan Balasan