Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Gangguan Proses Keluarga
| Diagnosa | Luaran Utama (SLKI) | Luaran Tambahan (SLKI) | Intervensi Terkait (SIKI) |
| Gangguan Proses Keluarga | Proses Keluarga (L.13123) | Dukungan Keluarga, Dukungan Sosial, Kinerja Pengasuhan, Koping Keluarga, Penampilan Peran, Resolusi Berduka, Status Koping, Tingkat Agitasi, Tingkat Depresi | 1. Promosi Proses Keluarga (I.13496) 2. Dukungan Koping Keluarga (I.09260) 3. Promosi Kinerja Pengasuhan (I.13491) |
Rincian Intervensi SIKI (OTEK)
Berikut adalah rincian tindakan intervensi untuk memperbaiki fungsi dan interaksi dalam unit keluarga:
1. Promosi Proses Keluarga (I.13496)
- Observasi: Identifikasi tipe proses keluarga; identifikasi adanya indikasi gangguan kesehatan mental pada anggota keluarga (misal: Tingkat Depresi, kecemasan).
- Terapeutik: Fasilitasi musyawarah keluarga untuk menyelesaikan masalah; diskusikan strategi mengembalikan normalitas kehidupan keluarga; bantu anggota keluarga mempertahankan hubungan yang harmonis.
- Edukasi: Ajarkan keluarga teknik komunikasi asertif dan mendengarkan secara aktif; informasikan fasilitas kesehatan atau komunitas yang dapat memberikan bantuan tambahan.
- Kolaborasi: Kolaborasi dengan konselor keluarga atau psikolog jika terjadi konflik yang tidak terselesaikan.
2. Dukungan Koping Keluarga (I.09260)
- Observasi: Identifikasi respons emosional keluarga terhadap kondisi saat ini; identifikasi beban prognosis secara psikologis bagi keluarga; monitor hubungan anggota keluarga.
- Terapeutik: Dengarkan masalah, perasaan, dan pertanyaan keluarga; fasilitasi pengungkapan perasaan antara anggota keluarga; fasilitasi pemenuhan kebutuhan dasar keluarga (misal: istirahat, nutrisi).
- Edukasi: Informasikan kemajuan pasien secara berkala kepada keluarga; ajarkan keluarga cara merawat pasien dan teknik intervensi krisis sederhana.
- Kolaborasi: Rujuk untuk terapi keluarga atau kelompok pendukung (support group) jika diperlukan guna memperkuat Koping Keluarga.
3. Promosi Kinerja Pengasuhan (I.13491)
- Observasi: Identifikasi tingkat pengetahuan dan kesiapan dalam pengasuhan; monitor interaksi antara orang tua dan anak.
- Terapeutik: Berikan dukungan positif terhadap perilaku pengasuhan yang tepat; fasilitasi orang tua dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak; diskusikan perubahan peran setelah adanya anggota keluarga yang sakit.
- Edukasi: Ajarkan keterampilan pengasuhan sesuai tahap perkembangan anak; anjurkan orang tua untuk meluangkan waktu berkualitas bersama anak.
- Kolaborasi: Koordinasi dengan layanan sosial atau tenaga ahli perkembangan anak untuk mendukung Kinerja Pengasuhan.
Definisi Ilmiah Gangguan Proses Keluarga
Gangguan Proses Keluarga secara ilmiah merupakan perubahan dalam hubungan dan/atau fungsi keluarga yang menghambat kemampuan unit keluarga untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan, mempertahankan keharmonisan, serta memberikan dukungan bagi anggota keluarga lainnya. Secara sosiologis, keluarga beroperasi sebagai sistem terbuka di mana stresor pada satu individu (seperti penyakit kronis atau kehilangan) akan mendisrupsi homeostasis seluruh sistem. Kondisi ini sering kali mengakibatkan penurunan Dukungan Keluarga dan efektivitas Koping Keluarga. Intervensi keperawatan bertujuan untuk merestorasi mekanisme adaptasi, memperbaiki pola komunikasi, serta memperkuat Penampilan Peran setiap anggota keluarga guna mencapai keseimbangan fungsional yang sehat dan menurunkan Tingkat Agitasi dalam lingkungan domestik.
Literatur
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Tinggalkan Balasan