Tag: Intervensi Keperawatan

  • Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125)

    Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125)

    by

    in

    I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Ikterik Neonatus adalah kondisi klinis pada bayi baru lahir yang ditandai dengan pewarnaan kuning pada kulit dan sklera akibat akumulasi bilirubin tak terkonjugasi di dalam darah. Secara fisiologis, hal ini terjadi karena imaturitas fungsi hati bayi dalam memproses bilirubin. Dalam tata laksana keperawatan, menjaga Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125) menjadi…

  • Status Cairan (L.03028)

    Status Cairan (L.03028)

    by

    in

    I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Hipovolemia merupakan suatu kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Secara patofisiologis, kondisi ini dapat disebabkan oleh kehilangan cairan aktif (seperti pendarahan atau diare) maupun kegagalan mekanisme regulasi cairan. Dalam hierarki asuhan keperawatan, pemulihan Status Cairan (L.03028) menjadi prioritas utama guna menjamin perfusi jaringan yang…

  • Identitas Seksual (L.07056)

    by

    in

    I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Identitas Seksual (L.07056) merupakan suatu konstruk psikologis yang merujuk pada kemampuan individu untuk mengenali, menerima, dan mengintegrasikan aspek seksual ke dalam konsep diri secara utuh. Secara ilmiah, identitas seksual melibatkan keselarasan antara orientasi seksual, peran gender, dan perilaku seksual dengan nilai-nilai personal serta norma sosial yang diyakini. Ekspektasi “Membaik” dalam…

  • Identitas Diri (L.09070)

    Identitas Diri (L.09070)

    by

    in

    I. Definisi dan Konsep Ilmiah Identitas Diri (L.09070) didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk mempertahankan keutuhan persepsi terhadap diri sendiri, yang mencakup kesadaran akan karakteristik, kemampuan, dan nilai-nilai yang membentuk kepribadian yang unik. Dalam perspektif psikologi hukum dan kesehatan, keutuhan identitas merupakan fondasi bagi kapasitas seseorang untuk bertindak secara sadar dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Individu…

  • NYERI AKUT (D.0077)

    NYERI AKUT (D.0077)

    by

    in

    DIAGNOSA NYERI AKUT (D.0077) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (PENYEBAB) Penyebab nyeri akut diklasifikasikan berdasarkan sumber kerusakannya: C. KRITERIA DIAGNOSIS Berdasarkan standar diagnosis klinis, nyeri akut ditegakkan melalui identifikasi indikator berikut: Subjektif: Pasien mengeluh nyeri.  Objektif: Pasien tampak meringis, bersikap protektif (misal: menghindari posisi tertentu), gelisah, frekuensi nadi meningkat, dan sulit tidur. 2. Gejala Minor Objektif:…

  • KETIDAKNYAMANAN PASCA PARTUM (D.0075)

    KETIDAKNYAMANAN PASCA PARTUM (D.0075)

    by

    in

    DIAGNOSA KETIDAKNYAMANAN PASCA PARTUM (D.0075) A. DEFINISI B. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI Penyebab ketidaknyamanan ini bersifat multifaktorial, meliputi: C. KRITERIA KLINIS (INDIKATOR DIAGNOSTIK) Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan     temuan    klinis sebagai berikut: Data Subjektif: Data Objektif: D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Intervensi diarahkan untuk mencapai Status Kenyamanan Pasca Partum Meningkat (L.07061) dengan kriteria hasil: E.…

  • GANGGUAN RASA NYAMAN (D.0074)

    GANGGUAN RASA NYAMAN (D.0074)

    by

    in

    DIAGNOSA GANGGUAN RASA NYAMAN (D.0074) A. DEFINISI  B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB) Munculnya gangguan ini disebabkan oleh berbagai faktor yang mengganggu homeostasis kenyamanan individu, antara lain: C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA) Untuk menetapkan diagnosis ini, praktisi keperawatan harus mengidentifikasi indikator berikut: D. LUARAN KEPERAWATAN E. INTERVENSI KEPERAWATAN STRATEGIS Berdasarkan standar intervensi, tindakan difokuskan pada tiga…

  • POLA SEKSUAL TIDAK EFEKTIF (D.0071)

    POLA SEKSUAL TIDAK EFEKTIF (D.0071)

    by

    in

    DIAGNOSA POLA SEKSUAL TIDAK EFEKTIF (D.0071) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Pola seksual tidak efektif merupakan suatu kondisi klinis di mana individu mengekspresikan kekhawatiran atau ketidakpuasan mengenai seksualitasnya, yang berpotensi menghambat pemenuhan kebutuhan akan intimasi, ekspresi seksual, dan kesehatan reproduksi. Berbeda dengan disfungsi seksual yang berfokus pada hambatan mekanis atau fisiologis, pola seksual tidak efektif…

  • KESIAPAN PERSALINAN (D.0070)

    KESIAPAN PERSALINAN (D.0070)

    by

    in

    DIAGNOSA KESIAPAN PERSALINAN (D.0070) A. DEFINISI  B. DEFINISI ILMIAH Kesiapan persalinan merupakan suatu diagnosis keperawatan promosi kesehatan yang merefleksikan pola adaptasi kognitif dan perilaku individu dalam mempersiapkan, mempertahankan, serta memperkuat proses kehamilan, persalinan, hingga perawatan neonatus. Kondisi ini menunjukkan adanya motivasi internal untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin melalui penguasaan strategi koping dan literasi kesehatan…

  • DISFUNGSI SEKSUAL (D.0069)

    DISFUNGSI SEKSUAL (D.0069)

    by

    in

    DIAGNOSA DISFUNGSI SEKSUAL (D.0069) A. DEFINISI  B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO Penyebab disfungsi seksual bersifat multifaktorial, melibatkan interaksi antara komponen biologis, psikologis, dan sosial: C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA) Untuk menegakkan diagnosis ini secara akurat, klinis harus mengidentifikasi minimal 80% dari indikator subjektif berikut (mengingat diagnosis ini dominan pada persepsi pasien): D. LUARAN KEPERAWATAN…