DIAGNOSA RISIKO GANGGUAN PERLEKATAN (D.0127)
A. DEFINISI
- John Bowlby (Teori Attachment) Perlekatan merupakan ikatan emosional yang kuat dan menetap antara anak dan pengasuhnya, di mana risiko gangguan terjadi apabila terdapat kegagalan dalam menciptakan “basis yang aman” (secure base) bagi anak untuk mengeksplorasi dunia.
- Mary Ainsworth Risiko gangguan perlekatan didefinisikan sebagai kerentanan dalam kualitas respons pengasuh terhadap sinyal bayi, yang dapat memicu pola perlekatan tidak aman (insecure attachment) akibat ketidakkonsistenan sensitivitas maternal.
- Wong (Hockenberry & Wilson) Suatu kondisi di mana terdapat ancaman terhadap proses interaksi fisik dan emosional yang dinamis antara orang tua dan anak, yang dimulai sejak kelahiran dan diperkuat melalui kontak yang bermakna.
- American Academy of Pediatrics (AAP) Risiko kegagalan dalam membangun hubungan timbal balik yang responsif, yang secara fisiologis didorong oleh pelepasan hormon oksitosin, namun terhambat oleh faktor stresor lingkungan atau medis.
- Klaus & Kennell Risiko terputusnya periode kritis “bonding” (ikatan) pada jam-jam atau hari-hari pertama setelah kelahiran, yang biasanya dipicu oleh pemisahan fisik antara ibu dan bayi akibat prosedur medis.
B. FAKTOR RISIKO
Penegakan diagnosis risiko ini didasarkan pada keberadaan satu atau lebih faktor yang meningkatkan kerentanan pasien, antara lain:
- Faktor Bio-Fisik: Prematuritas, kondisi bayi yang memerlukan perawatan di ruang isolasi, atau adanya penghalang fisik seperti inkubator dan baby warmer.
- Faktor Psikososial: Kekhawatiran berlebih dalam menjalankan peran orang tua, adanya konflik hubungan antara orang tua dan anak, serta penyalahgunaan zat.
- Faktor Situasional: Perpisahan antara ibu dan bayi akibat hospitalisasi yang berkepanjangan atau ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar bayi secara konsisten.
- Karakteristik Bayi: Perilaku bayi yang tidak terkoordinasi yang menghambat respon timbal balik dari pengasuh.
C. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Prematuritas.
- Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
- Bayi dengan kelainan kongenital atau cacat bawaan.
- Bayi yang dirawat di ruang intensif (NICU/PICU).
- Ibu dengan depresi pasca persalinan (Postpartum Depression).
- Ibu dengan gangguan jiwa (mis. Skizofrenia, Psikosis Postpartum).
- Kematian salah satu orang tua atau anggota keluarga terdekat.
- Riwayat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
- Penyalahgunaan zat atau alkohol oleh orang tua.
- Kehamilan yang tidak diinginkan.
- Ketidakmampuan fisik atau mental orang tua dalam mengasuh.
- Pemisahan fisik antara ibu dan bayi (mis. hospitalisasi lama, prosedur isolasi).
- Proses adopsi atau pengasuhan oleh foster care.
D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Fokus utama intervensi adalah mencapai Perlekatan Meningkat (L.13122). Kriteria keberhasilan secara klinis diukur melalui:
- Peningkatan perilaku sehat dan persiapan perlengkapan bayi sejak masa prenatal.
- Peningkatan interaksi fisik dan verbal, seperti mencium, melakukan kontak mata, berbicara, dan bermain dengan bayi.
- Peningkatan kemampuan orang tua dalam merespons isyarat (cues) yang diberikan oleh bayi.
- Penurunan tingkat kekhawatiran terhadap peran orang tua dan minimalisasi konflik hubungan.
E. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
Strategi keperawatan yang diterapkan bertujuan untuk memitigasi faktor risiko dan memperkuat ikatan emosional:
- Promosi Perlekatan (I.10342)
Observasi:
- Melakukan monitoring terhadap proses menyusui, identifikasi kemampuan menghisap dan menelan pada bayi, serta evaluasi perlekatan (latch-on) yang tepat saat menyusui.
Terapeutik:
- Mendiskusikan kendala yang dihadapi ibu selama proses pengasuhan dan memfasilitasi interaksi dini.
Edukasi:
- Mengajarkan teknik menyusui yang benar (posisi tubuh bayi, perlekatan areola) serta cara mengenali tanda-tanda bayi siap menyusu.
2. Promosi Keutuhan Keluarga (I.13490)
Observasi:
- Identifikasi pemahaman keluarga mengenai masalah perlekatan dan mekanisme koping yang digunakan.
Terapeutik:
- Memfasilitasi komunikasi terbuka antar anggota keluarga dan mendukung keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan klinis.
Edukasi:
- Memberikan informasi perkembangan kondisi pasien secara berkala untuk mengurangi kecemasan keluarga.
F. PERSPEKTIF PAKAR
Teori perlekatan (Attachment Theory) yang dikembangkan oleh John Bowlby dan Mary Ainsworth menekankan bahwa ketersediaan emosional pengasuh adalah prediktor utama kesehatan mental anak. Dalam konteks keperawatan modern, intervensi berbasis keluarga sangat ditekankan untuk mencegah gangguan perkembangan permanen akibat kegagalan perlekatan pada periode kritis pasca kelahiran.
DAFTAR PUSTAKA
American Academy of Pediatrics (AAP). (2020). Promoting Healthy Development and Resilience through Attachment: Clinical Report. Itasca, IL: AAP.
Ainsworth, M. S. (1979). Infant–mother attachment. American Psychologist, 34(10), 932–937.
Bowlby, J. (2005). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development. London: Routledge Classics Edition.
Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2018). Wong’s Nursing Care of Infants and Children (11th ed.). St. Louis, Missouri: Elsevier.
Klaus, M. H., & Kennell, J. H. (1976). Maternal-infant bonding. St. Louis: Mosby.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.


Tinggalkan Balasan