Persepsi Sensori (L.09083)

Persepsi Sensori (L.09083)

by

in

I. Luaran Keperawatan: Persepsi Sensori (L.09083)

Definisi: Persepsi realitas terhadap stimulus baik internal maupun eksternal.

Ekspektasi: Membaik.

Indikator
Meningkat
Cukup Meningkat
Sedang
Cukup Menurun
Menurun
Verbalisasi mendengar bisikan
1
2
3
4
5
Verbalisasi melihat bayangan
1
2
3
4
5
Verbalisasi merasakan sesuatu (perabaan)
1
2
3
4
5
Verbalisasi merasakan sesuatu (penciuman)
1
2
3
4
5
Verbalisasi merasakan sesuatu (pengecapan)
1
2
3
4
5
Distorsi sensori
1
2
3
4
5
Perilaku halusinasi
1
2
3
4
5
Menarik diri
1
2
3
4
5
Melamun
1
2
3
4
5
Curiga
1
2
3
4
5
Mondar-mandir
1
2
3
4
5
Indikator
Memburuk
Cukup Memburuk
Sedang
Cukup Membaik
Membaik
Respons sesuai stimulus
1
2
3
4
5
Konsentrasi
1
2
3
4
5
Orientasi
1
2
3
4
5

II. Intervensi Keperawatan (SIKI) Terkait

Berikut adalah tiga intervensi utama dengan pendekatan OTEK (Observasi, Terapeutik, Edukasi, Kolaborasi):

1. Manajemen Halusinasi (I.09288)

  • Observasi:
    • Monitor perilaku yang mengindikasi halusinasi (mis. bicara sendiri, mondar-mandir).
    • Monitor dan identifikasi isi halusinasi (mis. kekerasan atau menakutkan).
  • Terapeutik:
    • Ciptakan lingkungan yang aman dan batasi stimulus yang berlebihan.
    • Diskusikan perasaan dan respons terhadap halusinasi.
  • Edukasi:
    • Ajarkan cara mengontrol halusinasi (mis. menghardik, bercakap-cakap dengan orang lain, melakukan aktivitas terjadwal).
    • Anjurkan memonitor sendiri munculnya halusinasi.
  • Kolaborasi:
    • Kolaborasi pemberian obat antipsikotik dan antiansietas, jika perlu.

2. Minimalisasi Stimulus (I.08241)

  • Observasi:
    • Periksa status sensori dan tingkat gangguan persepsi.
  • Terapeutik:
    • Batasi kunjungan dan durasi komunikasi.
    • Gunakan pencahayaan yang tenang dan hindari kebisingan.
  • Edukasi:
    • Ajarkan teknik relaksasi untuk menurunkan kecemasan akibat distorsi sensori.
  • Kolaborasi:
    • Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat penenang jika terjadi agitasi berat.

3. Orientasi Realita (I.09297)

  • Observasi:
    • Monitor perubahan orientasi, kognitif, dan perilaku.
  • Terapeutik:
    • Perkenalkan diri setiap kali berinteraksi.
    • Hadirkan realita (mis. beri tahu waktu, tempat, dan orang di sekitar).
  • Edukasi:
    • Anjurkan keluarga untuk membantu pasien dalam pengenalan realita secara bertahap.
  • Kolaborasi:
    • Rujuk ke terapi okupasi atau psikolog jika gangguan persepsi berlanjut secara kronis.

III. Referensi Literatur

  1. PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  2. PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  3. Townsend, M. C., & Morgan, K. I. (2017). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice. F.A. Davis Company.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *