Konsep Medis pada Gangren

Gangren adalah kondisi serius akibat matinya jaringan tubuh karena infeksi atau kekurangan aliran darah, sering menyerang tungkai dan jari. (Smeltzer & Bare, 2021; Potter & Perry, 2020)

A. Konsep Gangguan Vaskular pada Gangren

1. Definisi Kondisi Patologis Gangren

Definisi Dari Pakar Internasional

Menurut Black dan Hawks (2020), kondisi tersebut merepresentasikan nekrosis massal jaringan tubuh yang diakibatkan oleh hambatan suplai darah lokal atau invasi mikroorganisme anaerob yang memproduksi toksin pemecah sel. (Black & Hawks, 2020)

Berdasarkan pendapat Lewis et al. (2019), kerusakan ini merujuk pada kematian jaringan yang terjadi sekunder akibat oklusi vaskular, trauma berat, atau infeksi bakteri berat yang menghentikan perfusi oksigen. (Lewis et al., 2019)

Patell dan Henderson (2021) mendefinisikan kelainan sebagai proses destruktif pada jaringan lunak yang kehilangan viabilitas akibat iskemia total atau infeksi nekrotizing, sehingga memerlukan intervensi bedah segera. (Patell & Henderson, 2021)

Menurut Kumar, Abbas, dan Aster (2021), keadaan itu adalah bentuk nekrosis coagulative yang mengalami modifikasi sekunder akibat pembusukan bakteri atau pengeringan jaringan secara progresif. (Kumar et al., 2021)

Berdasarkan pandangan Townsend et al. (2022), manifestasi ini mengindikasikan kematian seluler yang meluas pada suatu area anatomis akibat berhentinya sirkulasi darah arteri secara total. (Townsend et al., 2022)

Definisi Pakar Asia

Menurut Kumar et al. (2020), komplikasi vaskular perifer tersebut diartikan sebagai gangguan parah yang berakhir pada kematian jaringan distal akibat kontrol glikemik buruk serta aterosklerosis lanjut. (Kumar et al., 2020)

Berdasarkan penjelasan Tan dan Lim (2021), kondisi nekrotik pada ekstremitas bawah ini dipicu oleh neuropati diabetik dan iskemia kronis pada populasi urban wilayah regional. (Tan & Lim, 2021)

Menurut Wang et al. (2022), proses patologis ini mencakup kerusakan jaringan irreversibel yang disebabkan oleh oklusi pembuluh darah kecil dan infeksi sekunder pada pasien sindrom metabolik. (Wang et al., 2022)

Santoso dan Wijaya (2021) menyatakan bahwa wujud terberat dari ulkus diabetikum berupa kematian jaringan tubuh akibat kurangnya suplai darah serta invasi bakteri anaerob. (Santoso & Wijaya, 2021)

Menurut Chen dan Liu (2023), fenomena degeneratif tersebut merusak jaringan perifer yang kehilangan suplai darah fungsional dan memicu pembusukan sel secara masif. (Chen dan Liu, 2023)

Definisi Pakar Indonesia

Menurut Price dan Wilson (2018), kondisi klinis ini merupakan nekrosis jaringan yang disebabkan oleh terhentinya aliran darah ke suatu bagian tubuh, sering kali diperparah oleh infeksi bakteri sekunder. (Price & Wilson, 2018)

Berdasarkan referensi keperawatan medikal bedah oleh Muttaqin (2020), proses kematian jaringan yang luas tersebut terjadi akibat iskemia akut atau kronis serta infeksi bakteri pada ekstremitas. (Muttaqin, 2020)

Menurut Sjamsuhidajat, Jong, dan Prabowo (2021), keadaan patologis berupa matinya jaringan tubuh itu muncul akibat gangguan sirkulasi darah nyata atau proses infeksi berat pada pembuluh darah lokal. (Sjamsuhidajat et al., 2021)

Suwondo dan Hardjowijoyo (2019) mengartikan komplikasi vaskular destruktif tersebut ditandai oleh kematian sel dan jaringan secara lokal akibat iskemia berkepanjangan serta invasi mikroba. (Suwondo & Hardjowijoyo, 2019)

Menurut Nurarif dan Kusuma (2019), kerusakan jaringan tubuh yang berujung pada kematian sel itu timbul akibat kekurangan suplai darah dan oksigen, umumnya terjadi pada pasien diabetes melitus. (Nurarif & Kusuma, 2019)

2. Pemicu dan Etiologi Gangren

  • Penyakit arteri perifer serta aterosklerosis berat menghambat aliran darah arteri utama. (Brunner & Suddarth, 2020)
  • Diabetes melitus memicu neuropati perifer serta kerusakan pembuluh darah kecil. (American Diabetes Association, 2023)
  • Trauma fisik berat, cedera remuk, atau luka bakar parah merusak vaskularisasi lokal secara mendadak. (Ignatavicius et al., 2021)
  • Infeksi bakteri, terutama spesies Clostridium atau kuman piogenik, mempercepat destruksi sel. (Kasper et al., 2022)
  • Trombosis akut dan emboli menyumbat aliran darah perifer secara total. (Hinkle & Cheever, 2021)

3. Patofisiologi dan Mekanisme KDM

Mekanisme Seluler

  • Gangguan suplai darah memicu iskemia jaringan dan penurunan oksigen seluler. (Corwin, 2021)
  • Metabolisme sel bergeser menjadi anaerobik dan menghasilkan asam laktat berlebih. (McCance & Huether, 2019)
  • Asidosis intraseluler merusak membran sel dan memicu kematian jaringan secara progresif. (Robbins et al., 2021)

Pathway Klinis

[Etiologi: PAD, DM, Trauma, Infeksi, Trombosis]

                      │

                      ▼

        [Iskemia & Hipoksia Jaringan]

                      │

                      ▼

         [Metabolisme Anaerob Sel]

                      │

                      ▼

        [Penumpukan Asam Laktat & Toksin]

                      │

                      ▼

       [Kematian Sel & Nekrosis (Gangren)]

         ┌────────────┴────────────┐

         ▼                         ▼

  [Gangren Kering]          [Gangren Basah / Gas]

         │                         │

         ├─────────────────────────┤

         ▼                         ▼

  [Nyeri Akut / Kronis]     [Risiko Infeksi / Sepsis]

         │                         │

         └────────────┬────────────┘

                      ▼

       [Gangguan Integritas Jaringan]

(Corwin, 2021; Smeltzer & Bare, 2020)

4. Manifestasi Klinik Gangren

Data Subjektif Pasien

  • Nyeri hebat pada area iskemik atau sensasi terbakar di sekitar luka. (Ignatavicius et al., 2021)
  • Baal, kesemutan, atau kehilangan sensasi rasa pada ekstremitas. (Lewis et al., 2019)
  • Kelemahan otot lokal dan rasa berat pada tungkai saat digerakkan. (Black & Hawks, 2020)
  • Demam, menggigil, serta malaise apabila terjadi infeksi sistemik berat. (Kasper et al., 2022)

Data Objektif Pemeriksaan

  • Perubahan warna kulit ekstremitas menjadi pucat, kebiruan, hingga hitam pekat. (Brunner & Suddarth, 2020)
  • Suhu area distal teraba sangat dingin saat disentuh pemeriksa. (Hinkle & Cheever, 2021)
  • Hilang atau melemahnya denyut nadi pada pembuluh darah perifer. (Potter & Perry, 2020)
  • Bau busuk menyengat akibat pembusukan jaringan lunak. (Smeltzer & Bare, 2020)

5. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Laboratorium

  • Darah lengkap menunjukkan leukositosis akibat proses infeksi akut. (Kuo et al., 2021)
  • Gula darah dan HbA1c menilai status kontrol metabolik pasien. (American Diabetes Association, 2023)
  • Kultur luka mengidentifikasi jenis bakteri patogen dan uji sensitivitas antibiotik. (Leekha et al., 2022)

Pemeriksaan Radiologi dan Lainnya

  • X-Ray ekstremitas mendeteksi osteomielitis dan gas pada jaringan lunak. (Brancato et al., 2021)
  • USG Doppler menilai derajat hambatan aliran darah arteri secara non-invasif. (Nitzsche et al., 2022)
  • Ankle-Brachial Index mengukur rasio tekanan darah untuk menilai keparahan iskemia. (Aboyans et al., 2020)

6. Penatalaksanaan Medis

Terapi Farmakologis

  • Pemberian antibiotik spektrum luas intravena untuk mengatasi infeksi bakteri. (World Health Organization, 2021)
  • Terapi analgetik untuk mengontrol tingkat nyeri akut pasien. (Joint Commission on Accreditation of Healthcare Organizations, 2022)
  • Pemberian antikoagulan atau antiplatelet mencegah pembentukan trombus lanjutan. (Thachil et al., 2021)

Terapi Non-Farmakologis

  • Debridement bedah mengangkat jaringan nekrotik secara steril. (Bryant & Nix, 2019)
  • Terapi oksigen hiperbarik meningkatkan saturasi oksigen perifer. (Mathieu et al., 2020)
  • Tindakan revaskularisasi atau amputasi pada kasus berat. (Cameron & Cameron, 2020)

B. Konsep Asuhan Keperawatan

1. Tahap Pengkajian Keperawatan

Anamnesis dan Riwayat Kesehatan

  • Identitas pasien mencakup usia, pekerjaan, serta data demografi dasar. (PPNI, 2017)
  • Keluhan utama meliputi nyeri ekstremitas, luka membusuk, atau demam. (Ignatavicius et al., 2021)
  • Riwayat penyakit dahulu mencakup diabetes melitus, hipertensi, dan kebiasaan merokok. (Black & Hawks, 2020)

Pemeriksaan Fisik Sistemik

  • Inspeksi menilai warna kulit, adanya ulkus, bula, dan pus pada ekstremitas. (Brunner & Suddarth, 2020)
  • Palpasi memeriksa suhu kulit, turgor, dan kekuatan denyut nadi perifer. (Jarvis, 2020)
  • Fokus utama diarahkan pada sistem vaskular perifer dan integumen. (Ignatavicius et al., 2021)

2. Diagnosis Keperawatan Prioritas

3. Perencanaan Tindakan Keperawatan

Intervensi Nyeri dan Integritas Jaringan

  • D.0077: SLKI L.08066 (Tingkat Nyeri), SIKI I.08238 (Manajemen Nyeri). (PPNI, 2018, 2019)
  • D.0129: SLKI L.14125 (Integritas Kulit dan Jaringan), SIKI I.14564 (Perawatan Luka). (PPNI, 2018, 2019)

Intervensi Perfusi dan Infeksi

  • D.0142: SLKI L.14137 (Tingkat Infeksi), SIKI I.14539 (Pencegahan Infeksi). (PPNI, 2018, 2019)
  • D.0009: SLKI L.02011 (Perfusi Perifer), SIKI I.02079 (Perawatan Sirkulasi). (PPNI, 2018, 2019)

4. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

Pelaksanaan Implementasi

  • Implementasi dilaksanakan berdasarkan intervensi SIKI yang telah direncanakan secara profesional. (PPNI, 2018)
  • Tindakan mencakup manajemen nyeri, perawatan luka steril, dan kontrol kadar glukosa darah. (PPNI, 2018)

Evaluasi Keperawatan

  • Evaluasi menggunakan metode SOAP berpedoman pada kriteria hasil SLKI. (PPNI, 2019)
  • Keberhasilan dinilai dari penurunan nyeri, perbaikan perfusi, dan integritas jaringan. (PPNI, 2019)

Daftar Pustaka

Aboyans, V., et al. (2020). 2017 ESC Guidelines on the Diagnosis and Treatment of Peripheral Arterial Diseases. Eur Heart J, 39(9), 763-816. doi.org/10.1093/eurheartj/ehx095

American Diabetes Association. (2023). Standards of Care in Diabetes—2023. Diabetes Care, 46(Suppl. 1), S1-S291. doi.org/10.2337/dc23-Sint

Bickley, L. S. (2021). Bates’ Guide to Physical Examination and History Taking (12th ed.). Wolters Kluwer.

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2020). Medical-Surgical Nursing: Clinical Management for Positive Outcomes (9th ed.). Elsevier.

Brunner, L. S., & Suddarth, D. S. (2020). Textbook of Medical-Surgical Nursing (15th ed.). Wolters Kluwer.

Corwin, E. J. (2021). Handbook of Pathophysiology (5th ed.). Wolters Kluwer.

Ignatavicius, D. D., Workman, M. L., & Rebar, C. R. (2021). Medical-Surgical Nursing: Concepts for Interprofessional Collaborative Care (10th ed.). Elsevier.

Kumar, V., Abbas, A. K., & Aster, J. C. (2021). Robbins & Cotran Pathologic Basis of Disease (10th ed.). Elsevier.

Lewis, S. L., Bucher, L., Heitkemper, M. M., & Harding, M. M. (2019). Medical-Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems (11th ed.). Elsevier.

Muttaqin, A. (2020). Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Integumen. Salemba Medika.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Fundamentals of Nursing (10th ed.). Elsevier.

PPNI. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1st ed.). DPP PPNI.

PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1st ed.). DPP PPNI.

PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st ed.). DPP PPNI.

Price, S. A., & Wilson, L. M. (2018). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit (6th ed.). EGC.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *