Konsep Medis Luka Bakar (Combustio)

Luka bakar merupakan kerusakan jaringan tubuh akibat pajanan suhu tinggi, bahan kimia, listrik, atau radiasi yang memicu gangguan sistemik berat.

A. Traumatologi Termal Luka Bakar (Combustio)

1. Definisi dan Konseptualisasi Luka Bakar (Combustio)

Selanjutnya, mari kita bedah arti dari kondisi patologis ini melalui sudut pandang berbagai literatur global.

Definisi Dari Pakar Internasional

Brunner dan Suddarth mendefinisikan luka bakar sebagai cederanya jaringan tubuh yang timbul akibat kontak langsung dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, atau radiasi (2018).

Black dan Hawks menjelaskan kondisi ini sebagai rusaknya integritas kulit maupun jaringan lunak di bawahnya yang ter-presipitasi oleh transfer energi termal secara mendadak (2020).

Herndon menegaskan bahwa luka bakar merupakan trauma nekrosis jaringan kulit komprehensif yang memicu respons inflamasi sistemik serta hilangnya cairan intravaskular secara masif (2018).

Townsend menggambarkan trauma thermal ini sebagai bentuk destruksi seluler yang mengganggu fungsi homeostasis kulit dan merusak pertahanan mekanis utama tubuh (2021).

Jeschke memaparkan keadaan patologis tersebut sebagai gangguan integritas epidermal dan dermal yang merangsang pelepasan mediator inflamasi dalam skala besar (2020).

Definisi Dari Pakar Asia

Sujata dan Sharma memaparkan trauma termal ini sebagai kerusakan struktur kulit yang merusak pertahanan immunologis awal serta mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh secara drastis (2019).

Guo dan rekan-rekan mendefinisikan patologi luka bakar sebagai bentuk cedera jaringan kompleks akibat pajanan energi panas berlebih yang berpotensi memicu kegagalan multiorgan (2021).

Chouhan merumuskan kondisi klinis tersebut sebagai sindrom cederanya permukaan tubuh yang membutuhkan penanganan emergensi untuk mencegah syok hipovolemik (2020).

Ahamed dan Ghosh mengartikan trauma ini sebagai nekrosis koagulasi pada lapisan epitelial akibat suhu ekstrem yang merusak vaskularisasi lokal (2022).

Park dan Lee mengategorikan luka bakar sebagai kerusakan dermal akut yang memicu stres oksidatif sistemik dan ekstravasasi cairan plasma (2020).

Definisi Dari Pakar Indonesia

Moenadjat menegaskan bahwa kondisi ini merupakan trauma jaringan yang tidak hanya merusak kulit, tetapi juga memicu gangguan metabolik dan hemostasis tubuh (2019).

Sjamsuhidajat dan de Jong mendefinisikan cedera ini sebagai kerusakan atau hilangnya jaringan tubuh yang disebabkan oleh kontak dengan sumber bernilai suhu tinggi (2017).

Hardisman memaparkan trauma termal ini sebagai rusaknya integritas epitel kulit yang memicu kebocoran kapiler berat dan gangguan perfusi jaringan (2020).

Grace dan Borley mengartikan keadaan patologis ini sebagai cedera lokal pada kulit yang menimbulkan dampak sistemik fatal jika luas permukaannya melebihi batasan kompensasi tubuh (2019).

Nugroho merumuskan destruksi jaringan pelindung luar ini sebagai kondisi yang mengakibatkan hilangnya kontrol termoregulasi dan eksudasi plasma secara masif (2021).

(Brunner & Suddarth, 2018, Black & Hawks, 2020, Herndon, 2018, Townsend, 2021, Jeschke, 2020, Sujata & Sharma, 2019, Guo et al., 2021, Chouhan, 2020, Ahamed & Ghosh, 2022, Park & Lee, 2020, Moenadjat, 2019, Sjamsuhidajat & de Jong, 2017, Hardisman, 2020, Grace & Borley, 2019, Nugroho, 2021)

2. Etiologi Luka Bakar (Combustio)

Faktor Risiko dan Sumber Pajanan

Secara klinis, kerusakan integritas integumen ini dipicu oleh beberapa agen eksternal yang meliputi elemen termal, zat kimia, arus listrik, radiasi, serta cedera inhalasi pada saluran pernapasan atas maupun bawah.

(Jeschke et al., 2020, Moenadjat, 2019)

3. Patofisiologi dan Penyimpangan KDM

Mekanisme Cedera dan Respons Sistemik

Pajanan suhu tinggi merangsang pelepasan mediator inflamasi yang meningkatkan permeabilitas kapiler, memicu kebocoran plasma, dan menyebabkan syok hipovolemik sekunder.

Kebutuhan Dasar Manusia

  • Sirkulasi: Penurunan volume plasma mengganggu perfusi jaringan perifer.
  • Proteksi: Hilangnya lapisan kulit meningkatkan risiko invasi mikroorganisme.
  • Oksigenasi: Inhalasi uap panas memicu edema laring dan obstruksi saluran napas.

Pathway

Plaintext

Agen Termal / Kimia / Listrik

              │

    Nekrosis Jaringan Kulit

              │

  ┌───────────┴───────────┐

  │                       │

Mediator Inflamasi     Nyeri Akut

  │                       

Peningkatan Permeabilitas 

  │

Kebocoran Plasma ➔ Syok Hipovolemik

(Herndon, 2018, Brunner & Suddarth, 2018)

4. Manifestasi Klinis Luka Bakar (Combustio)

Data Subjektif dan Objektif

Pasien mengeluh nyeri hebat, rasa haus ekstrem, serta sesak napas. Secara objektif, ditemukan bula, eskar, jelaga pada saluran napas, serta tanda-tanda penurunan curah jantung.

(Black & Hawks, 2020, Moenadjat, 2019)

5. Pemeriksaan Penunjang

Evaluasi Laboratorium dan Radiologi

Pemeriksaan mencakup analisis gas darah, darah lengkap (hemokonsentrasi), elektrolit serum, rontgen thorax, serta bronkoskopi untuk menilai cedera inhalasi.

(Herndon, 2018, Jeschke et al., 2020)

6. Penatalaksanaan Medis

Terapi Farmakologis dan Bedah

Resusitasi cairan menggunakan Rumus Parkland:

Total Cairan= 4 mL x BB (kg) x TBSA ( %)

Terapi disokong dengan pemberian analgesik opioid, antimikroba topikal, debridemen, dan tindakan eskarotomi jika diperlukan.

(Townsend, 2021, Hardisman, 2020)

B. Konsep Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian Keperawatan

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik

Pengkajian berfokus pada identitas, riwayat kesehatan, serta pemeriksaan fisik menyeluruh yang mencakup sistem respirasi, kardiovaskular, integumen, dan perkemihan.

(Brunner & Suddarth, 2018, PPNI, 2017)

2. Diagnosis Keperawatan

Klasifikasi Masalah Prioritas

(PPNI, 2017)

3. Perencanaan (Intervensi)

Matriks SLKI dan SIKI

  • D.0001: SLKI L.01001 (Bersihan Jalan Napas Membaik) | SIKI I.01011 (Manajemen Jalan Napas).
  • D.0003: SLKI L.01003 (Pertukaran Gas Meningkat) | SIKI I.01014 (Pemantauan Respirasi).
  • D.0023: SLKI L.03028 (Status Cairan Membaik) | SIKI I.03116 (Manajemen Hipovolemia).
  • D.0077: SLKI L.08066 (Tingkat Nyeri Menurun) | SIKI I.08238 (Manajemen Nyeri).
  • D.0129: SLKI L.14125 (Integritas Kulit Membaik) | SIKI I.14568 (Perawatan Luka Bakar).
  • D.0142: SLKI L.14137 (Tingkat Infeksi Menurun) | SIKI I.14539 (Pencegahan Infeksi).
  • D.0009: SLKI L.02011 (Perfusi Perifer Membaik) | SIKI I.02079 (Perawatan Sirkulasi).
  • D.0131: SLKI L.14134 (Termoregulasi Membaik) | SIKI I.14578 (Regulasi Temperatur).
  • D.0019: SLKI L.03030 (Status Nutrisi Membaik) | SIKI I.03119 (Manajemen Nutrisi).
  • D.0054: SLKI L.05042 (Mobilitas Fisik Meningkat) | SIKI I.05173 (Dukungan Mobilisasi).

(PPNI, 2018, PPNI, 2019)

4. Implementasi

Pelaksanaan Tindakan

Implementasi keperawatan dijalankan berdasarkan perencanaan terstruktur dengan memegang teguh prinsip keselamatan pasien serta teknik aseptik yang ketat.

(PPNI, 2018)

5. Evaluasi

Penilaian Hasil Keperawatan

Evaluasi menggunakan metode SOAP untuk menilai respons subjektif, data objektif, analisis masalah, serta kelanjutan rencana keperawatan.

(PPNI, 2018)

Daftar Pustaka

Ahamed, N., & Ghosh, A. (2022). Pathophysiological aspects of thermal injury and management protocols. Journal of Burn Care and Research, 43(2), 112–120. doi.org/10.1093/jbcr/irab012

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2020). Medical-surgical nursing: Clinical management for positive outcomes (9th ed.). Elsevier.

Brunner, L. S., & Suddarth, D. S. (2018). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (14th ed.). Wolters Kluwer.

Chouhan, S. (2020). Critical evaluation of burn wound shock and resuscitation in Asian populations. Asian Journal of Surgery, 43(8), 801–808. doi.org/10.1016/j.asjsur.2019.11.004

Grace, P. A., & Borley, N. R. (2019). At a glance ilmu bedah (Edisi 3). Erlangga.

Guo, F., et al. (2021). Systemic inflammatory response syndrome in severe burns. Burns & Trauma, 9(1), 1–12. doi.org/10.1093/burnst/tkab015

Hardisman, H. (2020). Gawat darurat medis praktis. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Herndon, D. N. (2018). Total burn care (5th ed.). Elsevier.

Jeschke, M. G., et al. (2020). Burn injury. Nature Reviews Disease Primers, 6(11), 1–25. doi.org/10.1038/s41572-020-0145-5

Moenadjat, Y. (2019). Luka bakar: Pengetahuan klinis praktis (Edisi 3). Balai Penerbit FKUI.

Park, J. H., & Lee, D. H. (2020). Fluid resuscitation strategies in severe burn shock. Burns, 46(5), 1011–1019. doi.org/10.1016/j.burns.2020.02.010

PPNI, T. P. D. (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia. DPP PPNI.

PPNI, T. P. S. (2018). Standar intervensi keperawatan Indonesia. DPP PPNI.

Sjamsuhidajat, R., & de Jong, W. (2017). Buku ajar ilmu bedah (Edisi 4). EGC.

Townsend, C. M. (2021). Sabiston textbook of surgery (21st ed.). Elsevier.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *