ELEKTROLIT Pemeriksaan dan Nilai Normal

Pada pemeriksaan laboratorium termasuk mengetahui kada normal elektrolit.

Nili normal Elektrolit yakni:

Pemeriksaan
Nilai Normal
Natrium (Na⁺)
135 – 145 mEq/L
Kalium (K⁺)
3,5 – 5,0 mEq/L
Klorida (Cl⁻)
95 – 105 mEq/L
Kalsium total
8,5 – 10,5 mg/dL
Magnesium
1,5 – 2,5 mEq/L
Fosfat
2,5 – 4,5 mg/dL

Pemeriksaan elektrolit sangat krusial dalam asuhan keperawatan karena ketidakseimbangan ion-ion ini dapat memengaruhi fungsi jantung, saraf, dan kontraksi otot secara signifikan.

Diagnosa Keperawatan SDKI

Berikut adalah daftar Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) yang berkaitan dengan gangguan kadar elektrolit:

Diagnosis Utama Gangguan Elektrolit

A. Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit (D.0037)

  1. Gangguan Eliminasi Urin (D.0040)
  2. Diare (D.0020)
  3. Disfungsi Motilitas Gastrointestinal (D.0021)

Diagnosis Terkait Dampak Ketidakseimbangan Elektrolit

  1. Penurunan Curah Jantung (D.0008) — Akibat gangguan konduksi jantung karena ketidakseimbangan Kalium atau Kalsium
  2. Risiko Syok (D.0039) — Terutama syok hipovolemik yang disertai hilangnya elektrolit
  3. Gangguan Ventilasi Spontan (D.0004) — Akibat kelemahan otot pernapasan pada hipokalemia berat
  4. Hipervolemia (D.0022) — Sering berkaitan dengan retensi Natrium
  5. Hipovolemia (D.0023) — Sering disertai dengan kehilangan Natrium dan Klorida
  6. Konfusi Akut (D.0064) — Akibat gangguan Natrium yang memengaruhi fungsi otak
  7. Risiko Cedera (D.0136) — Akibat kejang atau kelemahan otot
  8. Risiko Konstipasi (D.0052)