DIAGNOSA KETIDAKBERDAYAAN (D.0092)
A. DEFINISI
- PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Pengalaman hidup kurang pengendalian diri terhadap situasi atau kejadian yang mempengaruhi pandangan, tujuan, dan gaya hidup. PPNI menekankan bahwa kondisi ini adalah persepsi bahwa tindakan sendiri tidak akan secara signifikan mempengaruhi hasil.
- NANDA International (Herdman & Kamitsuru) Pengalaman hidup yang kurang memiliki kendali atas situasi, termasuk persepsi bahwa tindakan seseorang tidak akan mempengaruhi hasil secara signifikan. NANDA mengklasifikasikannya dalam domain persepsi diri.
- Martin E.P. Seligman (Pakar Psikologi – Learned Helplessness Theory) Suatu kondisi psikologis yang dihasilkan dari kegagalan berulang atau pengalaman traumatis di mana individu belajar bahwa tidak ada hubungan antara upaya mereka dan hasil yang diperoleh, sehingga menyebabkan hilangnya motivasi untuk mencoba kembali.
- Lynda Juall Carpenito Keadaan di mana seorang individu merasakan kurangnya kendali pribadi terhadap peristiwa atau situasi tertentu yang mempengaruhi pandangan atau rencana masa depannya. Carpenito menyoroti bahwa ketidakberdayaan sering terjadi akibat pembatasan lingkungan atau fisik.
- Townsend & Morgan Ketidakberdayaan adalah kondisi ketika individu merasa segala tindakannya tidak akan membawa perubahan pada hasil akhir atau nasibnya, sering kali bermanifestasi dalam bentuk sikap pasif, apatis, dan penurunan kemampuan pengambilan keputusan.
B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)
Secara klinis, ketidakberdayaan dipicu oleh beberapa faktor determinan:
- Lingkungan Perawatan Kesehatan Kurangnya kontrol terhadap lingkungan rumah sakit dan rutinitas perawatan yang kaku.
- Kondisi Penyakit Progresivitas penyakit kronis atau terminal yang menurunkan kemampuan fungsional secara drastis.
- Psikologis Riwayat kegagalan yang berulang atau kurangnya dukungan sosial yang adekuat (Seligman’s Learned Helplessness Theory).
- Sosioekonomi Keterbatasan sumber daya atau diskriminasi yang membatasi partisipasi dalam pengambilan keputusan.
C. MANIFESTASI KLINIS (TANDA DAN GEJALA)
Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia, tanda dan gejala dikategorikan menjadi:
Gejala Mayor
- Subjektif: Mengungkapkan rasa frustrasi atau tidak mampu melaksanakan aktivitas sebelumnya; merasa kurang kontrol.
- Objektif: Enggan mengungkapkan perasaan; tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perawatan saat kesempatan diberikan.
Gejala Minor
- Subjektif: Mengungkapkan keraguan terhadap penampilan peran; menyatakan rasa malu atau depresi.
- Objektif: Pasif; pandangan mata tidak fokus atau menarik diri; kurang nafsu makan hingga gangguan tidur.
D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Intervensi diarahkan untuk mencapai Keberdayaan Meningkat (L.09071) dengan kriteria hasil:
- Pernyataan mampu melakukan aktivitas meningkat.
- Partisipasi dalam pengambilan keputusan meningkat.
- Perasaan rendah diri menurun.
- Minat terhadap perawatan diri meningkat.
E. INTERVENSI KEPERAWATAN UTAMA (SIKI)
Strategi intervensi difokuskan pada penguatan otonomi dan efikasi diri:
- Promosi Harapan (I.09307)
Membantu pasien mengidentifikasi aspek kehidupan yang masih dalam kendali mereka dan menetapkan tujuan jangka pendek yang realistis.
- Promosi Efikasi Diri (I.09304)
Memberikan penguatan positif atas keberhasilan kecil dalam perawatan mandiri guna membangun kembali kepercayaan diri.
- Pelibatan Keluarga
Memberikan edukasi kepada keluarga untuk mendukung kemandirian pasien daripada mengambil alih seluruh tanggung jawab pasien.
F. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Penyakit kronis progresif (mis. kanker stadium lanjut, gagal ginjal terminal).
- Gagal jantung kongestif berat.
- Penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) berat.
- Stroke dengan kelumpuhan permanen.
- Cedera medula spinalis (paraplegia atau tetraplegia).
- Penyakit degeneratif saraf (mis. Multiple Sclerosis, Amyotrophic Lateral Sclerosis/ALS).
- Depresi mayor.
- Penyalahgunaan zat.
- Kondisi rawat inap jangka panjang (hospitalisasi lama).
- Kondisi ketergantungan pada alat bantu hidup (mis. ventilator, hemodialisis rutin).
- Gangguan kepribadian.
- Proses penuaan dengan penurunan fungsi kognitif dan fisik.
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. Fifteenth Edition. Philadelphia: Wolters Kluwer.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Twelfth Edition. Oxford: Wiley-Blackwell.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Seligman, M. E. P. (1975). Helplessness: On Depression, Development, and Death. San Francisco: W.H. Freeman.
Townsend, M. C., & Morgan, K. I. (2020). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice. Ninth Edition. Philadelphia: F.A. Davis Company.


Tinggalkan Balasan