KESIAPAN PENINGKATAN KOPING KELUARGA (D.0090)

KESIAPAN PENINGKATAN KOPING KELUARGA (D.0090)

by

in

DIAGNOSA KESIAPAN PENINGKATAN KOPING KELUARGA (D.0090)

A. DEFINISI

  1. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Pola adaptasi kognitif dan perilaku anggota keluarga dalam mengelola tugas-tugas keluarga yang terkait dengan tantangan kesehatan anggota keluarga yang dapat ditingkatkan.
  2. NANDA International Pola manajemen adaptasi anggota keluarga terhadap tantangan kesehatan yang berhubungan dengan anggota keluarga, yang menunjukkan keinginan untuk meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan keluarga, serta dapat ditingkatkan.
  3. Marilyn M. Friedman Suatu keadaan di mana keluarga menunjukkan perilaku adaptif yang efektif dan mengekspresikan keinginan serta kesiapan untuk meningkatkan level fungsi keluarga menuju kesejahteraan yang lebih tinggi dalam menghadapi situasi sakit maupun sehat.
  4. Wright & Leahey Sebuah fase dalam siklus kehidupan keluarga di mana sistem keluarga menunjukkan resiliensi yang cukup untuk mengintegrasikan pengalaman sakit sebagai peluang pertumbuhan, yang ditandai dengan komunikasi yang terbuka dan keinginan untuk memperkuat ikatan keluarga melalui tindakan kesehatan.
  5. Carpenito-Moyet Keadaan di mana keluarga yang saat ini sudah berfungsi secara efektif, menunjukkan keinginan untuk meningkatkan keterampilan manajemen stres dan perilaku sehat guna mencapai tingkat fungsi yang lebih optimal bagi seluruh unit keluarga.

B. MANIFESTASI KLINIS

Tanda dan Gejala Mayor

Subjektif:

  • Anggota keluarga menetapkan tujuan untuk meningkatkan gaya hidup sehat.
  • Anggota keluarga menetapkan tujuan untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga yang sakit.

Objektif:

  • Keluarga menunjukkan minat dalam aktivitas yang meningkatkan kesejahteraan.
  • Keluarga menunjukkan upaya untuk meningkatkan gaya hidup sehat.
  • Keluarga menunjukkan upaya untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga yang sakit.

Tanda dan Gejala Minor

Subjektif:

  • Anggota keluarga mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan hubungan antar anggota keluarga.
  • Anggota keluarga mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan dukungan sosial.

Objektif:

  • Keluarga menunjukkan komunikasi yang efektif antar anggota keluarga.
  • Keluarga menunjukkan kemitraan dengan tenaga kesehatan.
  • Keluarga menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan anggota keluarga lainnya.
  • Terdapat tanda-tanda pertumbuhan keluarga (misalnya: resiliensi atau ketangguhan keluarga dalam menghadapi tantangan).

C. ANALISIS PATOFISIOLOGIS DAN PSIKOSOSIAL

Secara ilmiah, koping keluarga yang efektif melibatkan proses resonansi emosional dan dukungan instrumental. Pakar keperawatan keluarga menekankan bahwa keluarga yang siap meningkatkan koping biasanya telah melewati fase krisis awal dan mulai menunjukkan resiliensi. Hal ini melibatkan pemanfaatan sumber daya internal (seperti komunikasi terbuka) dan sumber daya eksternal (seperti sistem pendukung komunitas atau medis).

D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

Target utama dari intervensi ini adalah Status Koping Keluarga Membaik (L.09089), dengan kriteria evaluasi sebagai berikut:

  1. Perilaku Bertujuan: Meningkatnya aktivitas anggota keluarga yang diarahkan pada pemulihan pasien.
  2. Perilaku Sehat: Adanya perubahan pola hidup keluarga ke arah yang lebih adaptif.
  3. Komitmen Perawatan: Peningkatan kepatuhan dan keterlibatan dalam regimen pengobatan.
  4. Komunikasi Interpersonal: Hubungan antara anggota keluarga menjadi lebih asertif dan suportif.

E. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)

Implementasi keperawatan didasarkan pada strategi penguatan kapasitas keluarga:

  1. Dukungan Koping Keluarga (I.09260)

Observasi:

  • Identifikasi respons emosional dan beban psikologis terkait prognosis penyakit.

Terapeutik:

  • Fasilitasi pengambilan keputusan bersama dan validasi nilai-nilai keluarga tanpa menghakimi.

Edukasi:

  • Memberikan informasi berkala mengenai progres medis pasien untuk menurunkan ambiguitas.

2. Pelibatan Keluarga (I.14525)

  • Mengintegrasikan anggota keluarga ke dalam tim perawatan fisik dan emosional pasien.
  • Memotivasi pengembangan aspek positif dari rencana asuhan yang telah ditetapkan.

3. Promosi Koping (I.09312)

  • Membantu keluarga mengidentifikasi sistem pendukung yang tersedia di lingkungan sosial mereka.
  • Melatih keterampilan penyelesaian masalah (problem-solving) secara konstruktif dan teknik relaksasi untuk menjaga stabilitas emosional keluarga.

F. KONDISI KLINIS TERKAIT 

  1. Penyakit kronis (mis. diabetes melitus, hipertensi).
  2. Masa pemulihan pasca operasi.
  3. Tahap rehabilitasi medik.
  4. Penyakit terminal (stadium akhir).
  5. Kondisi ketergantungan bantuan (mis. pasca stroke, cedera tulang belakang).
  6. Kelainan kongenital atau cacat bawaan pada anggota keluarga.
  7. Transisi tahap perkembangan keluarga (mis. kelahiran anggota baru, remaja).
  8. Kondisi pasca krisis kesehatan yang telah stabil.
  9. Kemandulan (infertilitas).
  10. Diagnosa penyakit baru pada anggota keluarga.
  11. Kehamilan dan persiapan persalinan.

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito-Moyet, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2010). Family Nursing: Research, Theory, and Practice. New Jersey: Pearson Education.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Oxford: Thieme Publishers.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Wright, L. M., & Leahey, M. (2013). Nurses and Families: A Guide to Family Assessment and Intervention. Philadelphia: F.A. Davis Company.