Kategori: SDKI
-

BERAT BADAN LEBIH (D.0018)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: BERAT BADAN LEBIH (D.0018) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (PENYEBAB) Penyebab terjadinya berat badan lebih bersifat multifaktoral, meliputi: C. KRITERIA DIAGNOSIS Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia dan klasifikasi WHO untuk populasi Asia Pasifik, indikator klinisnya meliputi: Objektif D. LUARAN KEPERAWATAN Tujuan intervensi adalah mencapai Berat Badan Membaik dengan kriteria hasil: E. INTERVENSI KEPERAWATAN Strategi…
-

RISIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF (D.0017)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: RISIKO PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF (D.0017) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Risiko perfusi serebral tidak efektif merupakan suatu kondisi kerentanan terhadap penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengganggu kesehatan dan fungsi neurologis. Secara patofisiologis, kondisi ini berkaitan dengan kegagalan autoregulasi serebral dalam mempertahankan aliran darah otak (Cerebral Blood Flow/CBF) yang stabil sebagai…
-

RISIKO PERFUSI RENAL TIDAK EFEKTIF (D.0016)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: RISIKO PERFUSI RENAL TIDAK EFEKTIF (D.0016) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Risiko perfusi renal tidak efektif merupakan suatu kondisi di mana individu rentan mengalami penurunan sirkulasi darah ke ginjal, yang berpotensi mengganggu fungsi filtrasi glomerulus dan keseimbangan homeostatis cairan serta elektrolit. Penurunan aliran darah arteri renalis yang berkepanjangan dapat memicu terjadinya cedera ginjal…
-

RISIKO PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF (D.0015)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: RISIKO PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF (D.0015) A. DEFINISI B. PEMBAHASAN KOMPREHENSIF Risiko perfusi perifer tidak efektif merupakan kondisi klinis di mana seorang individu memiliki kerentanan atau risiko mengalami penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme jaringan di ekstremitas (tangan dan kaki). Kondisi ini bukan merupakan gangguan yang sudah terjadi, melainkan…
-

RISIKO PERFUSI MIOKARD TIDAK EFEKTIF (D.0014)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: RISIKO PERFUSI MIOKARD TIDAK EFEKTIF (D.0014) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO Penegakan diagnosis risiko ini didasarkan pada adanya satu atau lebih faktor predisposisi, di antaranya: C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Perfusi Miokard Meningkat (L.02011) dengan kriteria hasil: D. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI) Tindakan yang dilakukan bertujuan untuk memantau status hemodinamik…
-

Risiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif (D.0013)
Diagnosa Keperawatan: Risiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif (D.0013) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO (ETIOLOGI) Kondisi ini ditegakkan berdasarkan adanya faktor-faktor risiko sistemik maupun lokal yang mengganggu hemodinamika gastrointestinal, antara lain: C. PERSPEKTIF PAKAR KEPERAWATAN (KONTEKS KLINIS) Menurut pakar keperawatan kritis, perfusi gastrointestinal sering kali menjadi prioritas yang terabaikan karena tubuh cenderung melakukan mekanisme kompensasi dengan…
-

RISIKO PERDARAHAN (D.0012)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: RISIKO PERDARAHAN (D.0012) A. DEFINISI B. Faktor Risiko Penegakan diagnosis ini didasarkan pada keberadaan faktor-faktor yang meningkatkan probabilitas kejadian perdarahan, antara lain: C. Luaran Keperawatan (SLKI) Ekspektasi klinis yang diharapkan adalah Tingkat Perdarahan Menurun (L.02017), dengan kriteria hasil yang terukur meliputi: D. Intervensi Utama: Pencegahan Perdarahan (I.02067) Manajemen klinis difokuskan pada pemantauan ketat…
-

RISIKO PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0011)
RISIKO PENURUNAN CURAH JANTUNG (D.0011) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO (ANALISIS PATOFISIOLOGIS) Untuk menetapkan diagnosis ini, praktisi keperawatan harus mengidentifikasi adanya pajanan terhadap satu atau lebih faktor risiko berikut: C. LUARAN KEPERAWATAN (STANDARDIZED OUTCOMES) Tujuan utama intervensi adalah mencapai Curah Jantung Meningkat. Berdasarkan integrasi standar SLKI dan perspektif pakar, indikator keberhasilan meliputi: D. INTERVENSI KEPERAWATAN…
-

RISIKO GANGGUAN SIRKULASI SPONTAN (D.0010)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: RISIKO GANGGUAN SIRKULASI SPONTAN (D.0010) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO (ETIOLOGI) Faktor-faktor yang meningkatkan probabilitas terjadinya kegagalan sirkulasi meliputi ketidakseimbangan fisiologis dan patologis sebagai berikut: C. INDIKATOR KLINIS & PEMANTAUAN Pakar keperawatan kritis menekankan pentingnya kewaspadaan pada “Tanda Bahaya” (Red Flags) untuk mencegah progresi menjadi henti jantung: D. INTERVENSI PREVENTIF (MANAJEMEN KEPERAWATAN) Strategi…
-

Diagnosa Medis : Pembuatan LP Askep Dengan Kategori SDKI
Untuk memudahkan belajar, maka beikut ini adalah daftar Diagnosa Medis yang berkaitan dengan SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia). A. KATEGORI FISIOLOGIS 1. Diagnosa Medis: Sub Kategori Respirasi a. Pertukaran Gas b. Ventilasi Spontan c. Bersihan Jalan Napas d. Pola Napas 2. Diagnosa Medis: Sub Kategori Sirkulasi a. Arus Darah b. Jantung c. Pembuluh Darah 3.…
