Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Gangguan Pola Tidur
| Diagnosa | Luaran Utama (SLKI) | Luaran Tambahan (SLKI) | Intervensi Terkait (SIKI) |
| Gangguan Pola Tidur | Pola Tidur (L.05045) | Penampilan Peran, Status Kenyamanan, Tingkat Depresi, Tingkat Keletihan | 1. Dukungan Tidur (I.05174) 2. Edukasi Aktivitas/Istirahat (I.12362) 3. Manajemen Nyeri (I.08238) |
Rincian Intervensi SIKI (OTEK)
Berikut adalah rincian tindakan intervensi untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas tidur pasien:
1. Dukungan Tidur (I.05174)
- Observasi: Identifikasi pola aktivitas dan tidur; identifikasi faktor pengganggu tidur (fisik dan/atau psikologis); identifikasi makanan dan minuman yang mengganggu tidur (misal: kopi, teh, makan mendekati waktu tidur).
- Terapeutik: Modifikasi lingkungan (misal: pencahayaan, kebisingan, suhu, tempat tidur); fasilitasi menghilangkan stres sebelum tidur; tetapkan jadwal tidur rutin.
- Edukasi: Jelaskan pentingnya tidur cukup selama sakit; anjurkan menepati kebiasaan waktu tidur; ajarkan relaksasi otot autogenik atau cara nonfarmakologi lainnya.
- Kolaborasi: Kolaborasi pemberian obat tidur jika diperlukan (golongan benzodiazepine atau sedatif lainnya).
2. Edukasi Aktivitas/Istirahat (I.12362)
- Observasi: Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi terkait pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat.
- Terapeutik: Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan; jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan; berikan kesempatan untuk bertanya.
- Edukasi: Jelaskan pentingnya melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk meningkatkan kualitas tidur; anjurkan menyusun jadwal aktivitas dan istirahat; ajarkan cara mengidentifikasi target dan jenis aktivitas yang sesuai kemampuan.
- Kolaborasi: Tidak ada tindakan spesifik, namun dapat berkoordinasi dengan keluarga dalam pengawasan jadwal harian.
3. Manajemen Nyeri (I.08238)
- Observasi: Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri; identifikasi skala nyeri; monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah diberikan.
- Terapeutik: Berikan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi rasa nyeri (misal: TENS, hipnosis, terapi musik, kompres hangat/dingin); kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri; fasilitasi istirahat dan tidur.
- Edukasi: Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri; anjurkan memonitor nyeri secara mandiri; ajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengelola nyeri.
- Kolaborasi: Kolaborasi pemberian analgetik jika nyeri menjadi faktor utama penghambat Status Kenyamanan dan pola tidur.
Definisi Ilmiah Gangguan Pola Tidur
Gangguan Pola Tidur secara ilmiah didefinisikan sebagai gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal maupun internal yang menyebabkan ketidakcukupan proses restorasi fisiologis tubuh. Secara neurobiologis, kondisi ini melibatkan disregulasi pada ritme sirkadian dan gangguan pada pelepasan melatonin serta neurotransmiter seperti serotonin dan GABA. Defisit tidur yang berkepanjangan bermanifestasi pada peningkatan Tingkat Keletihan, penurunan konsentrasi, hingga risiko gangguan afektif seperti Tingkat Depresi. Luaran Pola Tidur (L.05045) yang membaik ditandai dengan tercapainya fase REM (Rapid Eye Movement) dan non-REM yang seimbang, sehingga menunjang perbaikan Penampilan Peran individu dalam kehidupan sehari-hari.
Literatur
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Tinggalkan Balasan