Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Gangguan Pertukaran Gas
| Diagnosa | Luaran Utama (SLKI) | Luaran Tambahan (SLKI) | Intervensi Terkait (SIKI) |
| Gangguan Pertukaran Gas | Pertukaran Gas (L.01003) | Keseimbangan Asam-Basa, Konservasi Energi, Perfusi Paru, Respons Ventilasi Mekanik, Tingkat Delirium | 1. Pemantauan Respirasi (I.01014) 2. Terapi Oksigen (I.01026) 3. Manajemen Asam-Basa (I.02035) |
Rincian Intervensi SIKI (OTEK)
Berikut adalah rincian tindakan intervensi untuk mengoptimalkan oksigenasi dan eliminasi karbon dioksida:
1. Pemantauan Respirasi (I.01014)
- Observasi: Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya napas; monitor pola napas (mis. bradipnea, takipnea, hiperventilasi, Kussmaul); monitor adanya produksi sputum; monitor adanya sumbatan jalan napas; palpasi kesimetrisan ekspansi paru; auskultasi bunyi napas.
- Terapeutik: Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien; dokumentasikan hasil pemantauan.
- Edukasi: Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan; informasikan hasil pemantauan, jika perlu.
- Kolaborasi: Kolaborasi dengan tim medis untuk pengambilan sampel darah Analisa Gas Darah (AGD).
2. Terapi Oksigen (I.01026)
- Observasi: Monitor kecepatan aliran oksigen; monitor posisi alat terapi oksigen; monitor aliran oksigen secara periodik dan pastikan fraksi yang diberikan sesuai; monitor tanda-tanda hipoventilasi; monitor integritas mukosa hidung akibat pemasangan kanul.
- Terapeutik: Bersihkan sekret pada hidung, mulut, dan trakea, jika perlu; pertahankan kepatenan jalan napas; siapkan dan atur peralatan pemberian oksigen; gunakan perangkat oksigen yang sesuai dengan tingkat mobilitas pasien.
- Edukasi: Ajarkan pasien dan keluarga cara menggunakan oksigen di rumah; ajarkan teknik napas dalam.
- Kolaborasi: Kolaborasi penentuan dosis oksigen; kolaborasi penggunaan oksigen saat aktivitas dan/atau tidur.
3. Manajemen Asam-Basa (I.02035)
- Observasi: Identifikasi penyebab ketidakseimbangan asam-basa; monitor hasil gas darah (mis. pH, $PaO_2$, $PaCO_2$, $HCO_3$); monitor gejala gagal napas (mis. rendahnya $PaO_2$ dan tingginya $PaCO_2$).
- Terapeutik: Ambil spesimen darah arteri untuk pemeriksaan AGD; berikan posisi fowler atau semi-fowler untuk memfasilitasi ekspansi paru.
- Edukasi: Jelaskan indikasi dan tujuan pengambilan darah arteri; anjurkan tirah baring untuk mengurangi konsumsi oksigen (Konservasi Energi).
- Kolaborasi: Kolaborasi pemberian bikarbonat jika diperlukan (pada asidosis metabolik berat).
Definisi Ilmiah Gangguan Pertukaran Gas
Shutterstock
JelajahiGangguan Pertukaran Gas secara ilmiah didefinisikan sebagai kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler. Secara patofisiologis, kondisi ini melibatkan ketidakseimbangan ventilasi-perfusi ($V/Q$ mismatch) atau perubahan pada permeabilitas membran alveolus yang menghambat difusi gas. Ketidakmampuan mempertahankan Pertukaran Gas (L.01003) yang adekuat bermanifestasi pada abnormalitas nilai Analisa Gas Darah, sianosis, dan gangguan Keseimbangan Asam-Basa sistemik. Intervensi keperawatan difokuskan pada pembersihan jalan napas, pemenuhan kebutuhan oksigen metabolik, serta pemantauan ketat terhadap Perfusi Paru guna mencegah terjadinya hipoksia jaringan dan asidosis respiratorik.
Literatur
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Tinggalkan Balasan