Daftar Isi
I. Hierarki Luaran Keperawatan (SLKI)
Diagnosis Keperawatan | Luaran Utama | Luaran Tambahan |
Risiko Alergi | Respons Alergi Lokal (L.14129) & Respons Alergi Sistemik (L.14130) | Keamanan Lingkungan Rumah, Kontrol Risiko, Tingkat Pengetahuan |
Definisi Luaran Utama:
- Respons Alergi Lokal: Tingkat keparahan respons hipersensitivitas imun setempat terhadap antigen tertentu.
- Respons Alergi Sistemik: Tingkat keparahan respons hipersensitivitas imun sistemik terhadap antigen tertentu.
Ekspektasi: Membaik (Menurun).
II. Intervensi Keperawatan (SIKI) Terkait
Berdasarkan kebutuhan untuk mencegah dan mengelola reaksi hipersensitivitas, berikut adalah tiga intervensi utama dengan format OTEK:
1. Pencegahan Alergi (I.14533)
- Observasi:
- Identifikasi riwayat alergi (mis. obat, makanan, debu, serbuk sari).
- Monitor tanda dan gejala reaksi alergi (mis. gatal, urtikaria, edema, sesak napas).
- Monitor adanya reaksi silang antara alergen yang diketahui dengan zat lain.
- Terapeutik:
- Hentikan paparan alergen segera setelah reaksi teridentifikasi.
- Berikan tanda pengenal alergi (mis. gelang merah) pada pasien.
- Pasang label alergi pada rekam medis dan daftar diet pasien.
- Edukasi:
- Informasikan kepada pasien dan keluarga untuk menghindari alergen penyebab.
- Ajarkan cara penggunaan epinephrine auto-injector jika tersedia dan diperlukan.
- Anjurkan segera ke fasilitas kesehatan jika terjadi reaksi sistemik (mis. pusing hebat, sesak).
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian antihistamin atau kortikosteroid, jika perlu.
2. Manajemen Reaksi Alergi (I.14509)
- Observasi:
- Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, bunyi napas tambahan).
- Monitor tanda-tanda vital secara berkala untuk mendeteksi syok anafilaktik.
- Monitor area kulit terhadap adanya angioedema.
- Terapeutik:
- Pertahankan kepatenan jalan napas.
- Berikan posisi nyaman untuk memfasilitasi ekspansi dada.
- Pasang akses intravena jika terjadi reaksi sistemik berat.
- Edukasi:
- Jelaskan jenis alergen dan cara meminimalkan risiko paparan berulang.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian epinefrin (adrenalin) sesuai indikasi pada reaksi sistemik berat.
3. Manajemen Lingkungan (I.14514)
- Observasi:
- Identifikasi faktor lingkungan yang memicu alergi (mis. debu pada gorden, bulu binatang, jamur).
- Terapeutik:
- Bersihkan lingkungan secara rutin menggunakan metode yang tidak menerbangkan debu (lap basah/vacuum filter HEPA).
- Atur suhu dan kelembapan ruangan untuk mengurangi pertumbuhan jamur atau tungau.
- Batasi penggunaan pewangi ruangan atau bahan kimia yang bersifat iritan.
- Edukasi:
- Anjurkan keluarga untuk menjaga kebersihan rumah dan ventilasi yang baik.
- Kolaborasi:
- (Intervensi bersifat mandiri dan dukungan keluarga).
III. Referensi Literatur
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- Lewis, S. L., Bucher, L., Heitkemper, M. M., & Harding, M. M. (2017). Medical-Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems. Elsevier Health Sciences.
- Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nurse’s Pocket Guide: Diagnoses, Prioritized Interventions, and Rationales. F.A. Davis Company.


Tinggalkan Balasan