Daftar Isi
I. Hierarki Luaran Keperawatan (SLKI)
Diagnosis Keperawatan | Luaran Utama | Luaran Tambahan |
Risiko Gangguan Integritas Kulit/Jaringan | Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125) | Fungsi Sensori, Kontrol Risiko, Perfusi Perifer, Respons Alergi Lokal, Status Nutrisi, Status Sirkulasi, Termoregulasi |
Definisi Luaran Utama (Integritas Kulit dan Jaringan): Keutuhan kulit (dermis dan/atau epidermis) atau jaringan (membran mukosa, kornea, fasia, otot, tendon, tulang, kartilago, kapsul sendi, dan/atau ligamen).
Ekspektasi: Meningkat.
II. Intervensi Keperawatan (SIKI) Terkait
Berdasarkan kebutuhan untuk mencegah kerusakan jaringan, berikut adalah tiga intervensi utama dengan format OTEK:
1. Perawatan Integritas Kulit (I.11353)
- Observasi:
- Identifikasi penyebab gangguan integritas kulit (mis. perubahan sirkulasi, perubahan status nutrisi, penurunan kelembapan, suhu lingkungan ekstrem, penurunan mobilitas).
- Terapeutik:
- Ubah posisi tiap 2 jam jika tirah baring.
- Lakukan pemijatan pada area penonjolan tulang, jika perlu.
- Bersihkan perineal dengan air hangat, terutama selama periode diare.
- Gunakan produk berbahan petroleum atau minyak pada kulit kering.
- Hindari produk berbahan dasar alkohol pada kulit kering.
- Edukasi:
- Anjurkan menggunakan pelembap (mis. lotion, serum).
- Anjurkan minum air yang cukup.
- Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi (terutama protein, vitamin A dan C).
- Anjurkan menghindari terpapar suhu ekstrem.
- Kolaborasi:
- (Intervensi bersifat mandiri perawat).
2. Pencegahan Luka Tekan (I.14543)
- Observasi:
- Periksa luka tekan dengan menggunakan skala (mis. Skala Norton, Skala Braden).
- Monitor status nutrisi dan hidrasi.
- Monitor adanya area kemerahan atau perubahan warna kulit pada area penonjolan tulang.
- Terapeutik:
- Gunakan tempat tidur khusus (mis. kasur dekubitus/kasur udara).
- Jaga agar linen tetap kering dan bersih (bebas kerutan).
- Berikan bantal pada area penonjolan tulang.
- Edukasi:
- Jelaskan tanda-tanda kerusakan integritas kulit kepada pasien/keluarga.
- Ajarkan cara merubah posisi secara mandiri atau dibantu keluarga.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk diet tinggi protein dan kalori.
3. Manajemen Nutrisi (I.03119)
- Observasi:
- Identifikasi status nutrisi dan adanya alergi makanan.
- Monitor berat badan dan hasil pemeriksaan laboratorium (mis. Albumin, Hemoglobin).
- Terapeutik:
- Sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai.
- Berikan suplemen makanan, jika perlu.
- Edukasi:
- Ajarkan diet yang diprogramkan (mis. tinggi protein untuk mendukung kolagen jaringan).
- Kolaborasi:
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian medikasi sebelum makan (mis. pereda nyeri atau antiemetik), jika perlu.
III. Referensi Literatur
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Medical-Surgical Nursing: Clinical Management for Positive Outcomes. St. Louis, MO: Elsevier.
- Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Fundamentals of Nursing, 10th Edition. St. Louis, MO: Elsevier.

Tinggalkan Balasan