Ventilasi Spontan (L.01007)
Definisi: Keadekuatan cadangan energi untuk mendukung individu mampu bernapas secara adekuat. Ekspektasi dari kriteria hasil ini adalah meningkat, yang mengindikasikan bahwa individu mampu mempertahankan pola pernapasan yang optimal tanpa bantuan mekanis berlebih, serta mencapai keseimbangan gas darah yang normal dan kestabilan hemodinamik.
Kriteria Hasil (SLKI)
Kriteria Hasil | Menurun | Cukup Menurun | Sedang | Cukup Meningkat | Meningkat |
Volume tidal | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kriteria Hasil | Meningkat | Cukup Meningkat | Sedang | Cukup Menurun | Menurun |
Dispnea | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Penggunaan otot bantu napas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Gelisah | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kriteria Hasil | Memburuk | Cukup Memburuk | Sedang | Cukup Membaik | Membaik |
$PCO_{2} / PO_{2}$ | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Takikardia | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Intervensi Keperawatan Terkait (SIKI)
Berikut adalah 3 Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang berkaitan erat dengan pemeliharaan ventilasi spontan:
1. Pemantauan Respirasi (I.01014)
Definisi: Mengumpulkan dan menganalisis data terkait kepatenan jalan napas dan keadekuatan pertukaran gas.
- Observasi:
- Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya napas.
- Monitor pola napas (mis. bradipnea, takipnea, hiperventilasi).
- Monitor adanya produksi sputum dan adanya sumbatan jalan napas.
- Monitor nilai saturasi oksigen dan hasil analisis gas darah (AGD).
- Terapeutik:
- Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien.
- Dokumentasikan hasil pemantauan.
- Edukasi:
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan.
- Informasikan hasil pemantauan, jika perlu.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi penentuan dosis oksigen atau ventilator, jika perlu.
2. Dukungan Ventilasi (I.01002)
Definisi: Memfasilitasi upaya bernapas spontan untuk memaksimalkan pertukaran gas.
- Observasi:
- Identifikasi adanya kelelahan otot bantu napas.
- Monitor status respirasi dan oksigenasi (mis. frekuensi napas, $SpO_{2}$).
- Terapeutik:
- Pertahankan kepatenan jalan napas.
- Berikan posisi semi-fowler atau fowler.
- Fasilitasi mengubah posisi senyaman mungkin.
- Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan (mis. nasal kanul, masker wajah).
- Edukasi:
- Ajarkan melakukan teknik relaksasi napas dalam.
- Ajarkan mengubah posisi secara mandiri.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian bronkodilator, jika perlu.
3. Pemantauan Tanda Vital (I.02060)
Definisi: Mengumpulkan dan menganalisis data mengenai status kardiovaskular, respirasi, dan suhu tubuh.
- Observasi:
- Monitor tekanan darah, nadi (terutama takikardia), frekuensi napas, dan suhu.
- Monitor adanya pulsus paradoksus (variasi tekanan nadi saat inspirasi).
- Identifikasi penyebab perubahan tanda vital.
- Terapeutik:
- Atur interval pemantauan sesuai kondisi pasien.
- Dokumentasikan hasil pemantauan.
- Edukasi:
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan.
- Informasikan hasil pemantauan.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian obat antiaritmia atau pendukung hemodinamik, jika diperlukan.
Literatur
- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Tinggalkan Balasan