Tag: UKOM Perawat
-

DEFINISI GANGGUAN IDENTITAS DIRI (D.0084)
DIAGNOSA DEFINISI GANGGUAN IDENTITAS DIRI (D.0084) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Secara klinis, gangguan identitas diri merupakan fenomena kegagalan individu dalam menyatukan berbagai aspek kepribadian, nilai-nilai, dan peran sosial ke dalam satu kesatuan yang stabil. Dalam perspektif psikososial, hal ini berkaitan dengan hambatan pada tahap perkembangan tertentu, terutama saat menghadapi krisis identitas, yang diperburuk oleh…
-

GANGGUAN CITRA TUBUH (D.0083)
DIAGNOSA GANGGUAN CITRA TUBUH (D.0083) A. DEFINISI GANGGUAN CITRA TUBUH B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB) Faktor-faktor yang memicu munculnya gangguan ini diklasifikasikan menjadi beberapa kategori utama: C. INDIKATOR KLINIS (TANDA & GEJALA) Penegakan diagnosis ini didasarkan pada data berikut yang harus ditemukan minimal 80% pada pasien: Data Subjektif Data Objektif D. LUARAN KEPERAWATAN Tujuan utama intervensi…
-

DISTRES SPIRITUAL (D.0082)
DISTRES SPIRITUAL (D.0082) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (PENYEBAB) Penyebab distres spiritual bersifat multifaktorial, meliputi: C. KRITERIA DIAGNOSIS Untuk menegakkan diagnosis ini, praktisi keperawatan perlu mengidentifikasi indikator klinis berikut (minimal 80% dari tanda mayor): Tanda dan Gejala Mayor: Subjektif: Objektif: Tanda dan Gejala Minor: Subjektif: Objektif: D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Intervensi diarahkan untuk mencapai Status Spiritual…
-

BERDUKA (D.0081)
DIAGNOSA BERDUKA (D.0081) A. DEFINISI MENURUT PARA PAKAR B. PERSPEKTIF PAKAR: MODEL LIMA TAHAP (KÜBLER-ROSS) Elisabeth Kübler-Ross, seorang pakar pionir dalam studi kematian dan kehilangan, mengidentifikasi bahwa individu yang mengalami berduka umumnya melewati fase-fase berikut, meskipun tidak selalu berurutan (non-linear): C. ETIOLOGI (PENYEBAB) Faktor penyebab terjadinya masalah keperawatan ini meliputi: D. INDIKATOR KLINIS Berdasarkan standar…
-

ANSIETAS (D.0080)
DIAGNOSA ANSIETAS (D.0080) A. DEFINISI B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO Penyebab terjadinya ansietas dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor lingkungan maupun kondisi klinis sebagai berikut: C. MANIFESTASI KLINIS (TANDA DAN GEJALA) Penentuan diagnosis ansietas didasarkan pada kehadiran kriteria objektif dan subjektif yang terbagi dalam kategori mayor dan minor. Gejala Mayor Gejala Minor D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Tujuan…
-

NYERI MELAHIRKAN (D.0079)
DIAGNOSA NYERI MELAHIRKAN (D.0079) A. DEFINISI B. FISIOLOGI NYERI MELAHIRKAN Nyeri persalinan dibagi menjadi dua komponen utama berdasarkan tahapannya: C. PENYEBAB (ETIOLOGI) Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap intensitas nyeri meliputi: D. KRITERIA DIAGNOSIS Berdasarkan indikator klinis, diagnosis ini ditegakkan apabila ditemukan: E. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Target utama intervensi adalah Tingkat Nyeri Menurun (L.08066) dan Kontrol Nyeri…
-

NYERI KRONIS (D.0078)
DIAGNOSA NYERI KRONIS (D.0078) A. DEFINISI B. KRITERIA DIAGNOSIS (INDIKATOR KLINIS) Berdasarkan standar keperawatan, diagnosis ini dapat ditegakkan apabila ditemukan tanda dan gejala berikut: Tanda dan Gejala Mayor Subjektif: Mengeluh nyeri (berlangsung lebih dari 3 bulan), merasa depresi atau tertekan. Objektif: Tampak meringis, bersikap protektif (misalnya menghindari posisi tertentu), serta kewaspadaan yang meningkat. Tanda dan…
-

Kestabilan Kadar Glukosa Darah (L.03022)
I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Kestabilan Kadar Glukosa Darah (L.03022) merupakan kondisi di mana konsentrasi glukosa dalam plasma darah tetap berada dalam rentang homeostatik yang optimal ($70-130$ mg/dL sebelum makan). Secara biokimia, kestabilan ini diatur oleh mekanisme hormonal antagonis antara insulin dan glukagon. Kegagalan regulasi ini dapat bermanifestasi menjadi hiperglikemia (ditandai dengan Mulut kering dan…
-

Keberdayaan (L.09071)
I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Keberdayaan (L.09071) secara ilmiah merupakan konstruk psikologis yang merepresentasikan persepsi efikasi diri individu terhadap kemampuannya dalam mempengaruhi hasil atau peristiwa secara signifikan. Dalam konteks keperawatan, keberdayaan sangat krusial bagi pasien dengan penyakit kronis atau disabilitas untuk meningkatkan kepatuhan terapeutik dan kemandirian. Secara neurologis dan psikologis, peningkatan keberdayaan berkorelasi dengan penurunan…
-
Keamanan Lingkungan Rumah (L.14126)
I. Definisi dan Penjelasan Ilmiah Keamanan Lingkungan Rumah (L.14126) merupakan suatu tatanan pengaturan ruang, struktur bangunan, dan perabotan yang bertujuan untuk meminimalisir risiko cedera fisik serta paparan bahaya lingkungan di dalam area hunian. Secara epidemiologis, lingkungan rumah yang tidak ergonomis merupakan faktor risiko utama terjadinya kecelakaan domestik, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia…
