DISTRES SPIRITUAL (D.0082)
A. DEFINISI
- PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia): Gangguan pada kemampuan untuk mengalami dan mengintegrasikan makna dan tujuan hidup melalui keterhubungan dengan diri sendiri, orang lain, seni, musik, literatur, alam, dan/atau kekuatan yang lebih tinggi dari diri sendiri.
- NANDA International: Suatu keadaan menderita yang berhubungan dengan gangguan pada kemampuan untuk mengalami dan mengintegrasikan makna dan tujuan hidup melalui hubungan dengan diri sendiri, orang lain, dunia, atau kekuatan yang lebih tinggi.
- Potter & Perry: Gangguan dalam prinsip hidup yang meliputi seluruh diri seseorang dan yang mengintegrasikan serta mentransendensikan sifat biologis dan psikis seseorang, yang menyebabkan kehilangan harapan serta mempertanyakan nilai-nilai keyakinan.
- Puchalski & Ferrell: Suatu kondisi di mana pasien kehilangan kepercayaan pada keyakinan yang selama ini memberi mereka kekuatan, sering kali bermanifestasi sebagai perasaan ditinggalkan oleh Tuhan atau kehilangan koneksi dengan hal-hal yang dianggap sakral.
- Linda Juall Carpenito: Suatu kondisi di mana individu atau kelompok mengalami atau berisiko mengalami gangguan dalam sistem kepercayaan atau nilai yang memberikan kekuatan, harapan, dan arti dalam kehidupan.
B. ETIOLOGI (PENYEBAB)
Penyebab distres spiritual bersifat multifaktorial, meliputi:
- Perubahan Hidup yang Signifikan: Menghadapi penyakit terminal, kehilangan anggota tubuh, atau diagnosa penyakit kronis.
- Kejadian Menyakitkan yang Tidak Terduga: Kematian mendadak orang terdekat atau kegagalan dalam rencana hidup yang vital.
- Krisis Situasional/Spiritual: Konflik antara keyakinan agama/spiritual dengan program pengobatan (misalnya transfusi darah atau transplantasi organ).
- Hambatan Lingkungan: Isolasi sosial atau perawatan rumah sakit yang membatasi akses terhadap praktik keagamaan rutin.
C. KRITERIA DIAGNOSIS
Untuk menegakkan diagnosis ini, praktisi keperawatan perlu mengidentifikasi indikator klinis berikut (minimal 80% dari tanda mayor):
Tanda dan Gejala Mayor:
Subjektif:
- Pasien menyatakan merasa terasing, mempertanyakan makna hidup, atau menyatakan ketidakmampuan untuk berdoa/beribadah.
Objektif:
- Menunjukkan perilaku marah terhadap Tuhan atau kekuatan yang lebih tinggi, serta tampak menarik diri dari sistem pendukung.
Tanda dan Gejala Minor:
Subjektif:
- Merasa tidak memiliki harapan, merasa bersalah, atau takut akan kematian.
Objektif:
- Menolak berinteraksi dengan pemuka agama, tidak mampu berpartisipasi dalam aktivitas kebudayaan/keagamaan, atau menunjukkan kecemasan yang mendalam.
D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Intervensi diarahkan untuk mencapai Status Spiritual Membaik (L.09091), dengan kriteria hasil:
- Verbalisasi makna dan tujuan hidup meningkat.
- Verbalisasi rasa damai dan harapan meningkat.
- Kemampuan beribadah kembali normal sesuai keyakinan.
- Perasaan terasing dan rasa bersalah menurun.
E. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
Tindakan keperawatan mencakup pendekatan holistik untuk memulihkan kesejahteraan spiritual:
- Dukungan Spiritual (I.09276)
Observasi:
Identifikasi pandangan spiritual dan hubungan antara keyakinan dengan kondisi kesehatan saat ini.
Terapeutik:
Berikan lingkungan yang tenang, sediakan privasi untuk meditasi/doa, dan fasilitasi penggunaan sarana ibadah.
Edukasi:
Ajarkan teknik relaksasi atau metode meditasi jika diperlukan.
Kolaborasi:
Fasilitasi kunjungan oleh tokoh agama atau konselor spiritual jika diinginkan oleh pasien.
2. Promosi Harapan (I.09307)
Membantu pasien mengidentifikasi area harapan dalam hidupnya dan menetapkan tujuan yang realistis di tengah keterbatasan fisik.
F. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Penyakit kronis (mis. kanker, gagal ginjal, penyakit jantung).
- Penyakit terminal (stadium akhir).
- Kondisi menjelang ajal (dying).
- Kematian mendadak orang terdekat.
- Kejadian traumatis (mis. kecelakaan, bencana alam).
- Kemandulan (infertilitas).
- Aborsi atau kehilangan janin.
- Amputasi atau kehilangan bagian tubuh.
- Tindakan medis yang bertentangan dengan keyakinan (mis. transfusi darah, transplantasi).
- Perawatan rumah sakit jangka panjang (hospitalisasi).
- Kondisi isolasi sosial.
- Penyalahgunaan zat.
- Depresi pasca melahirkan.
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L. J. (2017). Nursing Diagnosis: Application to Clinical Practice. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Eleventh Edition. Oxford: Wiley-Blackwell.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Fundamentals of Nursing. Tenth Edition. St. Louis, Missouri: Elsevier.
Puchalski, C. M., & Ferrell, B. (2010). Making Health Care Whole: Integrating Spirituality into Patient Care. West Conshohocken: Templeton Press.


Tinggalkan Balasan