Daftar Isi
I. Tabel Luaran Keperawatan (SLKI)
Penampilan Peran (L.13119)
Definisi: Pola perilaku sesuai dengan harapan, norma, dan lingkungan.
Ekspektasi: Membaik.
Kriteria Hasil | Menurun (1) | Cukup Menurun (2) | Sedang (3) | Cukup Meningkat (4) | Meningkat (5) |
Verbalisasi harapan terpenuhi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Verbalisasi kepuasan peran | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Adaptasi peran | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Strategi koping yang efektif | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Dukungan sosial | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Tanggung jawab peran | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kriteria Hasil | Meningkat (1) | Cukup Meningkat (2) | Sedang (3) | Cukup Menurun (4) | Menurun (5) |
Bingung menjalankan peran | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Konflik peran | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Verbalisasi perasaan cemas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Perilaku cemas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Afek depresi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
II. Intervensi Keperawatan Terkait (SIKI)
Berdasarkan luaran di atas, berikut adalah 3 intervensi SIKI yang relevan dengan pendekatan OTEK
1. Dukungan Penampilan Peran (I.13478)
- Observasi: Identifikasi berbagai peran dan periode transisi sesuai tingkat perkembangan; identifikasi adanya peran yang tidak terpenuhi atau konflik peran.
- Terapeutik: Fasilitasi adaptasi peran keluarga terhadap perubahan peran yang tidak diinginkan; diskusikan perubahan peran yang diperlukan akibat penyakit atau ketidakmampuan.
- Edukasi: Ajarkan perilaku baru yang diperlukan oleh pasien atau keluarga untuk memenuhi peran.
- Kolaborasi: Rujuk ke kelompok pendukung (social support group) jika perlu.
2. Promosi Koping (I.09312)
- Observasi: Identifikasi kapasitas kognitif untuk memahami masalah; identifikasi metode penyelesaian masalah yang biasa digunakan.
- Terapeutik: Fasilitasi dalam memecahkan masalah secara konstruktif; hargai pemahaman pasien terhadap masalah yang dihadapi.
- Edukasi: Anjurkan penggunaan sumber spiritual jika perlu; anjurkan mengungkapkan perasaan dan persepsi secara verbal.
- Kolaborasi: (Tidak tersedia secara spesifik dalam intervensi ini).
3. Dukungan Pengambilan Keputusan (I.09265)
- Observasi: Identifikasi tanda-tanda ketidakyakinan dalam membuat keputusan atau menjalankan tanggung jawab peran.
- Terapeutik: Fasilitasi mengklarifikasi nilai dan harapan yang membantu membuat pilihan peran; diskusikan kelebihan dan kekurangan dari setiap solusi yang dipilih.
- Edukasi: Informasikan alternatif solusi secara jelas untuk membantu efektivitas peran.
- Kolaborasi: Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain atau tokoh masyarakat dalam memfasilitasi pengambilan keputusan peran yang kompleks.
III. Penjelasan Ilmiah
Penampilan Peran secara ilmiah merupakan manifestasi dari interaksi psikososial individu dengan struktur sosialnya. Kegagalan dalam penampilan peran sering kali berujung pada distres psikologis, yang ditandai dengan afek depresi dan perilaku cemas. Melalui intervensi dukungan peran dan promosi koping, perawat membantu individu melakukan restrukturisasi kognitif terhadap tanggung jawabnya, sehingga tercapai keseimbangan antara harapan lingkungan dan kemampuan adaptasi personal.
IV. Literatur
- PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- Stuart, G. W. (2016). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. Elsevier Health Sciences.
- Townsend, M. C. (2014). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice. F.A. Davis Company.

Tinggalkan Balasan