KESIAPAN PENINGKATAN PENEGTAHUAN (D.0113) 

by

in

Diagnosa Kesiapan Peningkatan Pengetahuan (D.0113)

A. DEFINISI

  1. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kesiapan peningkatan pengetahuan adalah adanya pola informasi kognitif yang berkaitan dengan topik spesifik atau rencana terapi yang cukup untuk memenuhi tujuan kesehatan dan dapat diperkuat.
  2. NANDA International (North American Nursing Diagnosis Association) Suatu pola informasi kognitif yang berhubungan dengan topik spesifik, atau dengan rencana terapi, yang cukup untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan kesehatan dan dapat ditingkatkan. Diagnosis ini berfokus pada transisi dari tingkat pemahaman yang adekuat menuju tingkat yang lebih tinggi.
  3. Nola J. Pender (Pakar Health Promotion Model) Kesiapan ini dipandang sebagai manifestasi dari motivasi individu untuk memperluas skema kognitif mereka guna mencapai aktualisasi kesehatan. Dalam perspektif ini, pengetahuan baru dipahami sebagai sarana untuk meningkatkan kontrol diri terhadap perilaku kesehatan.
  4. Barbara Carper (Pakar Pola Pengetahuan Keperawatan) Mendefinisikan kondisi ini sebagai bentuk pengembangan “Pengetahuan Empiris” (Empirical Knowing). Kesiapan ini muncul saat pasien tidak hanya menerima fakta, tetapi mulai mengintegrasikan rasionalitas ilmiah ke dalam pengalaman hidup mereka untuk meningkatkan efikasi diri.
  5. World Health Organization (WHO) Dalam konteks literasi kesehatan, kesiapan peningkatan pengetahuan diartikan sebagai fase di mana individu menunjukkan kapasitas kognitif dan sosial untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi guna mempromosikan serta mempertahankan kesehatan yang baik secara mandiri.

B. DEFINISI ILMIAH

Kesiapan peningkatan pengetahuan merupakan suatu pola informasi kognitif yang berkaitan dengan topik spesifik atau rencana terapi yang cukup untuk memenuhi tujuan kesehatan, serta dapat diperkuat kembali. Secara klinis, kondisi ini diklasifikasikan sebagai diagnosis Promosi Kesehatan (Health Promotion Diagnosis), yang merepresentasikan motivasi dan keinginan individu atau keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengaktualisasikan potensi kesehatan mereka.

Menurut Nola J. Pender dalam Health Promotion Model, kesiapan ini muncul ketika individu mempersepsikan manfaat dari perilaku sehat (pengetahuan baru) lebih besar daripada hambatan yang dirasakan, serta didukung oleh efikasi diri yang tinggi untuk belajar.

C. KRITERIA KLINIS (INDIKATOR DIAGNOSTIK)

Kondisi ini dapat ditegakkan apabila ditemukan data klinis yang menunjukkan pola kesiapan, antara lain:

  1. Data Subjektif (Gejala Mayor)
  • Minat Belajar: Individu secara verbal mengungkapkan keinginan untuk mendalami informasi mengenai topik kesehatan tertentu.
  • Edukasi Mandiri: Pasien mampu menjelaskan pemahaman awal atau pengetahuan dasar yang telah dimiliki sebelumnya.
  • Refleksi Pengalaman: Menggambarkan pengalaman masa lalu yang relevan dengan topik yang ingin dipelajari sebagai dasar integrasi informasi baru.

2. Data Objektif (Tanda Mayor)

  • Perilaku Adaptif: Menunjukkan perilaku yang selaras dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.
  • Kepatuhan: Adanya pola perilaku yang menunjukkan partisipasi aktif dalam rencana perawatan atau program kesehatan.

D. KONDISI KLINIS TERKAIT 

  1. Penyakit kronis yang stabil (mis. Diabetes Melitus, Hipertensi, Gagal Jantung).
  2. Kondisi persiapan pembedahan atau tindakan medis (Pre-operative).
  3. Fase pemulihan pasca operasi atau pasca sakit (Post-operative atau Rehabilitatif).
  4. Program keluarga berencana (KB).
  5. Masa kehamilan (Antenatal).
  6. Masa nifas dan menyusui (Postnatal).
  7. Program imunisasi anak.
  8. Manajemen diet dan nutrisi pada kondisi khusus (mis. Obesitas, Malnutrisi).
  9. Fase transisi perkembangan (mis. Pubertas, Menopause).
  10. Rencana pemulangan pasien (Discharge Planning).
  11. Individu sehat yang mengikuti program promosi kesehatan.
  12. Penyintas penyakit tertentu yang ingin mencegah kekambuhan.

E. PERSPEKTIF PAKAR: PERAN MOTIVASI DAN LITERASI

Dalam kerangka NANDA International, diagnosis ini sering dikaitkan dengan peningkatan literasi kesehatan. Pakar keperawatan seperti Barbara Carper menekankan bahwa peningkatan pengetahuan bukan sekadar transfer informasi, melainkan pengembangan “pengetahuan empiris” di mana pasien memahami rasional di balik tindakan medis. Peningkatan pengetahuan yang efektif terjadi ketika perawat berperan sebagai fasilitator yang mampu mengidentifikasi learning readiness (kesiapan belajar) baik secara fisik, emosional, maupun kognitif.

F. TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Tingkat Pengetahuan (L.12111) meningkat dengan kriteria:

  1. Kemampuan menjelaskan pengetahuan tentang suatu topik meningkat.
  2. Pertanyaan tentang masalah yang dihadapi menurun.
  3. Persepsi yang keliru terhadap masalah menurun.
  4. Menjalani pemeriksaan yang tidak tepat menurun.

G. INTERVENSI UTAMA (SIKI)

  1. Edukasi Kesehatan (I.12383)

Observasi:

  • Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi; identifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Terapeutik:

  • Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan; jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan; berikan kesempatan untuk bertanya.

Edukasi:

  • Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan; ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

DAFTAR PUSTAKA

Carper, B. A. (1978). Fundamental Patterns of Knowing in Nursing. Advances in Nursing Science.

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. F.A. Davis Company.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Twelfth Edition. Oxford: Wiley-Blackwell.

Pender, N. J., Murdaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2015). Health Promotion in Nursing Practice. Seventh Edition. Boston: Pearson.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

World Health Organization (WHO). (2022). Health Literacy Development for the Prevention and Control of Noncommunicable Diseases. Geneva: WHO Press.