Selamat Hari Perawat Internasional! (nurse day) Berhubung hari ini adalah tanggal 12 Mei 2026, momen ini terasa sangat tepat untuk kita memahami dan mengulas sejarah di baliknya.
Oleh: Ns. Abdul Haris, S.Kep, M.Kep (Mahasiswa S3 Program Philosofy Doctor Lincoln University College)
Hari Perawat Dan Sejarahnya
Perjalanan untuk memperingati momentum tersebut memiliki perjalanan yang tidak mudah. Bahkan kita sering lupa dengan perayaan kelahiran profesi ini. Untuk hal itu maka Berikut adalah ringkasan mengenai asal-usul Hari Perawat Internasional:
Pencetus dan Tokoh Utama
Tidak akan pernah ada sebuah persitiwa tanpa ada tokoh yang menjadi centrum untuk melengkapi riset tentang apa, kapan, dimana, siapa, kenapa dan bagaimana?
Pencetus utama di balik tanggal peringatan nurse day ini adalah Florence Nightingale (1820–1910). Beliau dikenal sebagai pelopor keperawatan modern yang mendapatkan julukan “The Lady with the Lamp” atas dedikasinya merawat tentara selama Perang Krimea.
Melahirkan sebuah hasil karya, pengabdian dan ketulusan hingga pendirian sekolah formal untuk mendidik penerus Florence Nightingale pada masa datang, hingga hinggap pada maa kini.
Kita akan bertanya kenapa harus 12 Mei? Dan atau kenapa buka 10 November sehingga bertepatan dengan hari pahlawan di negara ini.
Sebelum menjawab ini, maka kita telusuri sejarah peringatannya berikut ini.
Sejarah Peringatan Hari Perawat
Hampir setengah abad setelah kepergian Florence, hingga tercetus untuk peringatan mengenai hasil karyanya.
Tepatnya pada tahun 1953: Dorothy Sutherland, seorang pejabat di Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Amerika Serikat, pertama kali mengusulkan adanya “Hari Perawat” kepada Presiden Dwight D. Eisenhower, namun saat itu belum disetujui.
Maklum saja Presiden Dwight D. Eisenhower pada masa kepemimpinannya, setelah serangkaian melawan sentimen doktrin komunis. Maka program negara lebih kepada upaya “ekspansi pengaruh” untuk melakukan panetrasi kekuasaan pada beberapa negara lain dengan slogan “melindungi negara lain dari pengaruh komunis, blok Uni Soviet.
Tahun 1965: International Council of Nurses (ICN) mulai merayakan hari ini secara internasional. Dengan melakukan koneksi keberbagai negara. Jika sebelumnya Dorothy Sutherland mengharapkan proses legitimasi Nurse day secara birokrat. Maka ICN menempuh power berbeda, yakni dengan mengabsensi organisasi profesi dari negara lain.
Tahun 1974: ICN secara resmi menetapkan tanggal 12 Mei sebagai Hari Perawat Internasional. Pemilihan tanggal ini didasarkan pada hari kelahiran Florence Nightingale (12 Mei 1820).
Tema Tahun 2026
Sebagai informasi tambahan bagi rekan-rekan sejawat, ICN menetapkan tema untuk tahun 2026 ini adalah:
“Our Nurses, Our Future, Empowered Nurses Save Lives.”
(Perawat Kita, Masa Depan Kita. Perawat yang Berdaya Menyelamatkan Nyawa).
Mereka para perawat yang hadir 24 jam di ruang pelayanan kesehatan. Penuh dengan tekanan dan beban kerja. Dan pada beberapa temuan, mereka belum mendapatkan kehidupan yang layak dalam hal bekerja. Diferensiasi espektasi saat masih kuliah dengan realitas setelah mereka melayani.
Kenapa Harus 12 Mei?
Jawabannya adalah tanggal dan bulan tersebut merupakan tanggal dan bulan lahir Florence Nightingale, Apakah hal itu bermakna kita “merayakan hari ulangtahun”nya?. Apapun narasinya, memang benar kenyataannya.
Namun kita tidak perlu memperdebatkan mengenai tanggal dan bulan perayaan tersebut dan mengusulkan nama lain yang juga perawat lain yang memiliki jasa dalam versi berbeda dari Florence.
Sekolah Perawat Nightingale (1860)
Tepatnya 9 Juli 1860, Ia mendirikan Nightingale Training School di St. Thomas’ Hospital, London. Ini adalah sekolah keperawatan sekuler pertama di dunia, yang mengubah persepsi publik dari “pekerjaan domestik” menjadi profesi medis yang terhormat dan terdidik.
Sekolah ini berdiri atas kontribusi masyarakat yang memberikan sumbangan atas kepuasan mereka pada kinerja Florence di perang Krimea.
Kontribusi Intelektual dan Manajerial
Florence Nightingale tidak hanya bekerja dengan empati, tetapi juga dengan data dan logika yang tajam:
Pelopor Statistik Kesehatan
Beliau adalah orang pertama yang menggunakan diagram lingkaran (dikenal sebagai Coxcomb atau Rose Diagram) untuk mempresentasikan data kematian. Ia membuktikan secara visual bahwa perbaikan sanitasi dapat menurunkan angka kematian secara drastis. Logika dengan alas penelitian.
Standarisasi Lingkungan (Teori Environmental)
Ia mencetuskan bahwa penyembuhan pasien sangat bergantung pada lima faktor lingkungan: udara bersih, air bersih, drainase yang efisien, kebersihan, dan cahaya matahari yang cukup. Prinsip ini hingga kini menjadi dasar manajemen bangsal rumah sakit.
Perang Krimea (1853–1856) Ketika Nightingale tiba bersama 38 perawat lainnya, mereka menemukan rumah sakit dalam keadaan sangat kotor. Selokan mampet, lantai tertutup kotoran, kutu merajalela, dan pasokan air sangat terbatas. Pasien dibiarkan tergeletak di koridor tanpa makanan yang layak.
Hal ini menjadi titik balik kepercayaan masyarakat Inggris kepadanya. Dengan melakukan standarisasi lingkungan perawatan.
Atas intervensi tersebut, Florence Nightingale yang berada dibawah tekanan sinisme pada dokter kepadanya, dengan keberhasilan menekan angka kematian tentara perang dari 42% menjadi 2%.
Tokoh Lain Keperawatan
Florence tidak sendiri dalam pengabdian sebagai seorang perawat, namun sebutlah Rufaidah Al-Aslamiyah (Sekitar Tahun 620 M), St. Vincent de Paul & Louise de Marillac (Tahun 1633), Clara Barton (1821–1912, Virginia Henderson (1897–1996). Dan masih banyak nama lain yang tersohor, meski beberapa dari mereka mulai tertinggal zaman dan tergantikan dengan nama lain.
Esensi Peringatan
Mereka anggota profesi keperawatan, termasuk subjektifitas penulis tidak hanya berharap bahwa peringatan Nurse Day tahun ini adalah sekedar memakai seragam batik PPNI di negara yang besar ini.
Akan tetapi bermakna bahwa pemakai batik ini, hidup dinegara kaya raya namun nasibnya belum memenuhi standarisasi Undang-undang ketenagakerjaan di Instansi Pelayanan Kesehatan. Bahkan banyak dari mereka yang harus menelan pil pahit dengan terpaksa harus menjadi pedagang ikan, kain dan menjadi kuli bangunan.
Padahal senior mereka “Emmi Saelan” yang gugur pada 23 Januari 1947 dalam pertempuran di Kassi-Kassi adalah perawat yang melawan Belanda seorang pahlawan yang berani menjadikan tubuhnya sebagai tameng demi melawan penjajah. Seorang pahlawan yang darahnya ikut menjadi tinta kokohnya bendera merah putih.
#huum


Tinggalkan Balasan