Gangguan Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125)

Gangguan Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125)

by

in

Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Gangguan Integritas Kulit/Jaringan

DiagnosaLuaran Utama (SLKI)Luaran Tambahan (SLKI)Intervensi Terkait (SIKI)
Gangguan Integritas Kulit/JaringanIntegritas Kulit dan Jaringan (L.14125)Pemulihan Pascabedah, Penyembuhan Luka, Perfusi Perifer, Respons Alergi Lokal, Status Nutrisi, Status Sirkulasi, Termoregulasi1. Perawatan Integritas Kulit (I.11353)
2. Perawatan Luka (I.14564)
3. Pencegahan Luka Tekan (I.14543)

Rincian Intervensi SIKI (OTEK)

Berikut adalah rincian tindakan untuk minimal 3 intervensi utama guna memulihkan integritas jaringan:

1. Perawatan Integritas Kulit (I.11353)

  • Observasi: Identifikasi penyebab gangguan integritas kulit (mis. perubahan sirkulasi, status nutrisi, penurunan kelembapan, suhu lingkungan ekstrem, mobilitas).
  • Terapeutik: Ubah posisi tiap 2 jam jika tirah baring; gunakan produk berbahan petrolatum atau minyak pada kulit kering; hindari produk berbahan dasar alkohol pada kulit kering.
  • Edukasi: Anjurkan menggunakan pelembap (mis. lotion, serum); anjurkan minum air yang cukup; anjurkan meningkatkan asupan nutrisi; anjurkan menghindari terpapar suhu ekstrem.
  • Kolaborasi: Tidak ada tindakan spesifik, namun dapat berkoordinasi dengan ahli gizi untuk diet tinggi protein.

2. Perawatan Luka (I.14564)

  • Observasi: Monitor karakteristik luka (mis. drainase, warna, ukuran, bau); monitor tanda-tanda infeksi lokal.
  • Terapeutik: Lepaskan balutan dan plester secara perlahan; bersihkan dengan cairan NaCl atau pembersih nontoksik sesuai kebutuhan; pasang balutan sesuai jenis luka; pertahankan teknik steril saat melakukan perawatan luka.
  • Edukasi: Jelaskan tanda dan gejala infeksi; ajarkan prosedur perawatan luka secara mandiri kepada keluarga jika memungkinkan.
  • Kolaborasi: Kolaborasi pemberian antibiotik jika terdapat tanda-tanda infeksi sistemik atau lokal yang berat.

3. Pencegahan Luka Tekan (I.14543)

  • Observasi: Periksa luka tekan menggunakan skala standar (mis. Skala Braden atau Skala Norton); monitor area kulit yang sering mengalami tekanan (mis. tumit, sakrum, siku).
  • Terapeutik: Hilangkan kelembapan berlebih pada kulit; berikan bantalan pada tonjolan tulang atau area yang berisiko; gunakan kasur khusus (mis. kasur dekubitus/udara) jika perlu.
  • Edukasi: Ajarkan keluarga cara melakukan perubahan posisi (miring kanan-miring kiri) secara rutin; informasikan pentingnya menjaga kulit tetap bersih dan kering.
  • Kolaborasi: Kolaborasi dengan fisioterapi untuk mobilisasi fisik guna meningkatkan sirkulasi ke jaringan perifer.

Definisi Ilmiah Gangguan Integritas Kulit/Jaringan

Gangguan Integritas Kulit/Jaringan secara ilmiah didefinisikan sebagai kerusakan pada lapisan kulit (epidermis dan/atau dermis) atau jaringan (membran mukosa, kornea, fasia, otot, tendon, tulang, kartilago, kapsul sendi, dan/atau ligamen). Secara fisiopatologis, kondisi ini melibatkan gangguan pada barrier mekanis tubuh yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap patogen dan pengaturan homeostasis cairan serta elektrolit. Kerusakan jaringan memicu kaskade inflamasi yang memerlukan perfusi perifer yang adekuat serta status nutrisi (khususnya protein dan vitamin C) yang optimal untuk mendukung proses granulasi dan epitelisasi. Pemulihan luaran Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125) bertujuan untuk mengembalikan kontinuitas struktur anatomis serta fungsi fisiologis organ protektif tersebut.


Literatur

  1. PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  2. PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  3. PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *