Kategori: SDKI
-

INTOLERANSI AKTIVITAS (D.0056)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: INTOLERANSI AKTIVITAS (D.0056) A. Definisi Ilmiah B. Etiologi (Faktor Penyebab) Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya intoleransi aktivitas meliputi: C. Kriteria Diagnosis (Indikator Klinis) Penegakan diagnosis ini didasarkan pada manifestasi klinis yang timbul saat atau setelah beraktivitas: D. Luaran Keperawatan (SLKI) Tujuan utama intervensi adalah mencapai Toleransi Aktivitas Meningkat (L.05047), dengan kriteria hasil: E.…
-

GANGGUAN POLA TIDUR (D.0055)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: GANGGUAN POLA TIDUR (D.0055) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Gangguan pola tidur didefinisikan secara klinis sebagai gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur yang disebabkan oleh faktor eksternal. Secara fisiologis, kondisi ini melibatkan gangguan pada ritme sirkadian atau siklus tidur-terjaga (sleep-wake cycle) yang esensial bagi pemulihan fisik dan kognitif manusia. C. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)…
-

GANGGUAN MOBILITAS FISIK (D.0054)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: GANGGUAN MOBILITAS FISIK (D.0054) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB) Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya gangguan mobilitas fisik meliputi: C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA) Penegakan diagnosis ini didasarkan pada temuan klinis sebagai berikut: 2. Gejala Minor D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Tujuan utama intervensi adalah mencapai Mobilitas Fisik Meningkat [L.05042] dengan kriteria hasil:…
-

DISORGANISASI PERILAKU BAYI (D.0053)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: DISORGANISASI PERILAKU BAYI (D.0053) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB) Secara klinis dan teoretis, disorganisasi ini dipicu oleh berbagai faktor kompleks: C. MANIFESTASI KLINIS (INDIKATOR DIAGNOSTIK) Diagnosis ini ditegakkan apabila ditemukan minimal 80% dari tanda-tanda berikut yang merujuk pada standar SDKI dan Synactive Theory: D. LUARAN KEPERAWATAN Target utama dalam intervensi ini adalah…
-

RISIKO KONSTIPASI (D.0052)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: RISIKO KONSTIPASI (D.0052) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO Faktor yang meningkatkan kerentanan individu terbagi menjadi tiga kategori utama: Psikologis: Situasional: C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Tujuan utama dari intervensi pada diagnosa risiko ini adalah mencapai Eliminasi Fekal Membaik (L.04033), yang ditandai dengan: D. INTERVENSI KEPERAWATAN Pencegahan Konstipasi (I.04160) Langkah-langkah strategis untuk memitigasi risiko meliputi:…
-

RISIKO INKONTINENSIA URIN URGENSI (D.0051)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: RISIKO INKONTINENSIA URIN URGENSI (D.0051) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO Penegakan diagnosis risiko ini didasarkan pada adanya faktor-faktor yang meningkatkan kerentanan pasien, antara lain: C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Tujuan utama intervensi adalah tercapainya Kontinensia Urin Membaik (L.04036), dengan kriteria hasil ilmiah: D. INTERVENSI KEPERAWATAN UTAMA (SIKI) Manajemen Eliminasi Urin (I.04152) Observasi: Terapeutik: Edukasi:…
-
Harga Diri (L.09069)
Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Harga Diri Diagnosa Terkait Luaran Utama (SLKI) Ekspektasi Intervensi Terkait (SIKI) Harga Diri Rendah (Situasional/Kronis) Harga Diri (L.09069) Meningkat 1. Promosi Harga Diri (I.09308)2. Promosi Koping (I.09312)3. Manajemen Perilaku (I.12463) Kriteria Hasil Harga Diri (L.09069) Kriteria Hasil Menurun Cukup Menurun Sedang Cukup Meningkat Meningkat Penilaian diri positif 1 2 3…
-

INKONTINENSIA URIN URGENSI (D.0047)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: INKONTINENSIA URIN URGENSI (D.0047) A. DEFINISI B. KONDISI KLINIS TERKAIT Kondisi ini umumnya muncul pada pasien dengan riwayat medis atau patofisiologi sebagai berikut: C. KRITERIA DIAGNOSIS 2. Tanda dan Gejala Minor C. INTERVENSI UTAMA (MANAJEMEN INKONTINENSIA URIN) Tindakan keperawatan difokuskan pada pemulihan pola eliminasi dan penguatan mekanisme kontrol: 2. Latihan Otot Panggul (Kegel…
-

RETENSI URIN (D.0050)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: RETENSI URIN (D.0050) A. Definisi B. Etiologi dan Patofisiologi Penyebab retensi urin secara klinis diklasifikasikan ke dalam beberapa faktor mekanis dan fungsional: C. Indikator Diagnostik Berdasarkan kriteria klinis, diagnosa ini ditegakkan apabila ditemukan data mayor sebagai berikut: Pasien mengeluhkan sensasi penuh pada area suprapubik dan ketidakmampuan untuk memulai miksi. D. Luaran Keperawatan (SLKI)…
-

KONSTIPASI (D.0049)
DIAGNOSA KEPERAWATAN: KONSTIPASI (D.0049) A.DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Konstipasi merupakan manifestasi klinis yang ditandai dengan penurunan frekuensi defekasi normal yang disertai dengan pengeluaran feses yang sulit atau tidak tuntas, serta tekstur feses yang kering dan keras. Secara fisiologis, kondisi ini terjadi akibat perlambatan transit feses di dalam kolon, yang menyebabkan penyerapan air secara berlebihan oleh…
