Bersihan Jalan Napas L.01001

by

in

Bersihan Jalan Napas L.01001

Definisi: Kemampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas tetap paten. Ekspektasi: Meningkat 

Kriteria Hasil
Menurun
Cukup Menurun
Sedang
Cukup Meningkat
Meningkat
Batuk efektif
1
2
3
4
5
Kriteria Hasil
Meningkat
Cukup Meningkat
Sedang
Cukup Menurun
Menurun
Produksi sputum
1
2
3
4
5
Mengi
1
2
3
4
5
Wheezing
1
2
3
4
5
Mekonium (pada neonatus)
1
2
3
4
5
Dispnea
1
2
3
4
5
Ortopnea
1
2
3
4
5
Sulit bicara
1
2
3
4
5
Sianosis
1
2
3
4
5
Gelisah
1
2
3
4
5
Kriteria Hasil
Memburuk
Cukup Memburuk
Sedang
Cukup Membaik
Membaik
Frekuensi napas
1
2
3
4
5
Pola napas
1
2
3
4
5

SDKI yang terkait dengan SLKI ini adalah :

DIAGNOSIS UTAMA (DIRECTLY RELATED)

Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (D.0001)
Ini adalah diagnosis primer yang menggunakan luaran tersebut sebagai indikator keberhasilan utama.
Kaitan: Fokus pada pembersihan sekret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas tetap paten.


DIAGNOSIS TERKAIT (PHYSIOLOGICAL LINK)

Gangguan Pertukaran Gas (D.0003)
Kaitan: Jika jalan napas tidak bersih (banyak sekret), maka proses difusi oksigen dan karbondioksida di alveoli akan terganggu. Perbaikan pada bersihan jalan napas akan membantu mengoptimalkan pertukaran gas.

Pola Napas Tidak Efektif (D.0005)
Kaitan: Hambatan pada jalan napas sering kali memaksa pasien mengubah pola napas (misal: penggunaan otot napas bantu atau napas cuping hidung) untuk mengompensasi kekurangan oksigen.

Risiko Aspirasi (D.0006)
Kaitan: Pada pasien dengan penurunan kesadaran atau gangguan penyerapan, ketidakmampuan membersihkan jalan napas secara mandiri meningkatkan risiko masuknya partikel makanan atau cairan ke dalam saluran napas.


DIAGNOSIS PENDUKUNG LAINNYA

Gangguan Ventilasi Spontan (D.0007)
Kaitan: Penumpukan sekret yang masif pada pasien dengan bantuan ventilator atau kelemahan otot napas akan memperburuk status ventilasi.

Defisit Nutrisi (D.0019)
Kaitan: Terutama pada anak-anak atau lansia, adanya sekret yang berlebih (sputum) sering kali memicu mual atau sesak saat makan, sehingga asupan nutrisi berkurang.

Gangguan Komunikasi Verbal (D.0119)
Kaitan: Adanya obstruksi atau pemasangan alat jalan napas buatan (misal: trakeostomi) untuk menjaga pembersihan jalan napas dapat menghambat kemampuan pasien untuk berbicara.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *