DIAGNOSA KETIDAKPATUHAN (D.0114)
A. DEFINISI KETIDAKPATUHAN
- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Perilaku individu dan/atau pemberi asuhan yang tidak sesuai dengan rencana pelayanan/pengobatan yang disepakati dengan tenaga kesehatan, sehingga menyebabkan hasil pelayanan/pengobatan tidak efektif.
- NANDA International (North American Nursing Diagnosis Association) Perilaku orang dan/atau pemberi asuhan yang tidak sesuai dengan rencana promosi kesehatan atau terapeutik yang ditetapkan oleh individu (dan/atau keluarga dan/atau komunitas) dan profesional pelayanan kesehatan.
- World Health Organization (WHO) Tingkat perilaku seseorang dalam hal minum obat, mengikuti diet, dan/atau melaksanakan perubahan gaya hidup, yang sesuai dengan rekomendasi yang disepakati dari penyedia layanan kesehatan.
- Nola J. Pender (Health Promotion Model) Kegagalan dalam mengintegrasikan rencana regimen kesehatan ke dalam kehidupan sehari-hari akibat kurangnya komitmen pada rencana tindakan atau adanya hambatan interpersonal dan situasional yang dirasakan oleh individu.
- Stanhope & Lancaster Ketidakmampuan atau keengganan klien untuk mengikuti saran medis atau kesehatan yang dianggap perlu untuk memelihara atau mengembalikan status kesehatan, yang sering kali dipengaruhi oleh sistem pendukung komunitas dan aksesibilitas layanan.
B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)
Berdasarkan tinjauan klinis dan teori perilaku kesehatan, ketidakpatuhan dipicu oleh beberapa faktor multifaktorial:
- Hambatan Lingkungan Ketidakterjangkauan fasilitas kesehatan atau kurangnya dukungan sosial dari orang terdekat yang seharusnya membantu proses pemulihan.
- Sistem Pelayanan Kesehatan Kurangnya instruksi yang jelas dari tenaga medis, komunikasi yang buruk, atau hubungan terapeutik yang tidak adekuat antara pasien dan praktisi kesehatan.
- Faktor Ekonomi Ketidakmampuan finansial untuk memenuhi biaya pengobatan, menebus resep, atau menyediakan sarana penunjang kesehatan lainnya.
- Keyakinan dan Budaya Adanya persepsi negatif terhadap efektivitas pengobatan atau adanya konflik antara prosedur medis dengan nilai-nilai budaya serta agama yang dianut oleh pasien.
- Kondisi Psikologis Hambatan emosional seperti ansietas berat, depresi, atau penurunan fungsi kognitif yang menghalangi pemahaman serta motivasi terhadap instruksi medis.
C. MANIFESTASI KLINIS
Tanda dan Gejala Mayor
Subjektif:
- Menolak menjalani perawatan/pengobatan.
- Keputusan tidak mengambil tindakan untuk mencegah masalah kesehatan.
Objektif:
- Perilaku tidak mengikuti program perawatan/pengobatan.
- Gejala penyakit atau masalah kesehatan masih ada atau meningkat.
- Komplikasi penyakit atau masalah kesehatan meningkat.
Tanda dan Gejala Minor
Subjektif:
- Menyatakan tanda dan gejala tidak berubah.
- Menyatakan perkembangan terhenti.
Objektif:
- Tampak tanda-tanda komplikasi.
- Tanda-tanda penyakit menetap.
D. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Penyakit kronis (mis. Diabetes Melitus, Hipertensi, Gagal Jantung).
- Gangguan jiwa (mis. Skizofrenia, Gangguan Bipolar, Depresi).
- Penyakit menular yang memerlukan pengobatan jangka panjang (mis. Tuberkulosis/TBC, HIV/AIDS).
- Kondisi pasca transplantasi organ.
- Penyakit Ginjal Kronis (terapi hemodialisa).
- Kanker (terapi kemoterapi atau radiasi).
- Gangguan kognitif (mis. Demensia, Penyakit Alzheimer).
- Kondisi yang memerlukan perubahan gaya hidup ekstrem (mis. Obesitas, Ketergantungan Zat).
- Pasien dengan regimen obat yang kompleks (Polifarmasi).
- Kondisi klinis yang memerlukan tindak lanjut rutin (mis. kehamilan risiko tinggi).
- Hambatan fisik atau sensorik (mis. kebutaan, tuli).
E. LUARAN KEPERAWATAN
Target utama asuhan keperawatan adalah mencapai Tingkat Kepatuhan Meningkat. Indikator keberhasilan asuhan meliputi:
- Verbalisasi kemauan mematuhi program perawatan atau pengobatan meningkat.
- Verbalisasi mengikuti anjuran tenaga kesehatan meningkat.
- Perilaku mengikuti program perawatan atau pengobatan membaik secara nyata.
- Tanda dan gejala penyakit membaik serta risiko komplikasi menurun.
F. INTERVENSI KEPERAWATAN (MANAJEMEN KEPATUHAN)
Intervensi dirancang untuk meningkatkan komitmen pasien terhadap regimen kesehatan melalui langkah-langkah berikut:
- Dukungan Kepatuhan Program Pengobatan Meliputi pemberian edukasi mendalam mengenai manfaat pengobatan, identifikasi hambatan spesifik seperti efek samping obat, dan pelibatan keluarga sebagai pengawas minum obat (PMO).
- Modifikasi Perilaku Memberikan penguatan positif terhadap perubahan perilaku yang sesuai dan membantu pasien menyusun jadwal harian yang mendukung kepatuhan agar menjadi kebiasaan baru.
- Pelibatan Sistem Pendukung Mengoptimalkan peran kelompok pendukung sebaya (peer group) atau komunitas untuk memotivasi pasien secara berkelanjutan melalui interaksi sosial yang positif.
DAFTAR PUSTAKA
Nanda International. (2021). Nursing Diagnoses: Definitions and Classification 2021-2023 (12th ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.
Pender, N. J., Murdaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2014). Health Promotion in Nursing Practice (7th ed.). Boston: Pearson.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Stanhope, M., & Lancaster, J. (2016). Public Health Nursing: Population-Centered Health Care in the Community (9th ed.). St. Louis: Elsevier.
World Health Organization (WHO). (2003). Adherence to Long-term Therapies: Evidence for Action. Geneva: World Health Organization.


Tinggalkan Balasan