KESIAPAN PENINGKATAN MANAJEMEN KESEHATAN (D.0112)

KESIAPAN PENINGKATAN MANAJEMEN KESEHATAN (D.0112)

by

in

KESIAPAN PENINGKATAN MANAJEMEN KESEHATAN (D.0112)

A. DEFINISI ILMIAH DAN MENURUT PAKAR

  1. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Pola pengaturan dan pengintegrasian program terapeutik dan rehabilitatif ke dalam kehidupan sehari-hari yang cukup untuk memenuhi tujuan kesehatan dan dapat ditingkatkan.
  2. NANDA International (Herdman & Kamitsuru) Suatu pola pengaturan dan pengintegrasian ke dalam kebiasaan sehari-hari dari regimen terapeutik untuk pengobatan penyakit dan sekuelanya, yang dapat ditingkatkan untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan kesehatan.
  3. Nola J. Pender (Health Promotion Model) Suatu fase di mana individu merasakan efikasi diri yang tinggi dan motivasi intrinsik untuk memperluas perilaku sehat mereka melampaui manajemen dasar, bertujuan untuk mencapai aktualisasi diri dalam kesehatan yang lebih holistik.
  4. Lynda Juall Carpenito Kondisi di mana seorang individu atau keluarga menunjukkan keinginan dan kemampuan untuk meningkatkan gaya hidup sehat serta manajemen penyakit yang sudah efektif, guna mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
  5. World Health Organization (WHO – Dalam Konteks Health Literacy) Kemampuan dan kesiapan individu untuk menggunakan informasi kesehatan secara proaktif guna mengambil kontrol yang lebih besar atas faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mereka secara mandiri dan berkelanjutan.

B. MANIFESTASI KLINIS 

Untuk menegakkan diagnosis ini secara valid, praktisi keperawatan harus mengidentifikasi indikator berikut melalui pengkajian mendalam:

Tanda dan Gejala Mayor

Subjektif:

  • Mengekspresikan keinginan untuk mengelola masalah kesehatan dan pencegahannya.

Objektif:

  • Pilihan hidup sehari-hari tepat untuk memenuhi tujuan program kesehatan.

Tanda dan Gejala Minor

Subjektif:

  • Mengekspresikan sedikit kesulitan dalam menjalani program perawatan/pengobatan.

Objektif:

  • Tidak ditemukan gejala masalah kesehatan yang tidak terduga.

C. KONDISI KLINIS TERKAIT 

  1. Diabetes Melitus (terkontrol).
  2. Hipertensi (terkontrol).
  3. Asma (terkontrol).
  4. Penyakit jantung koroner (fase pemulihan atau stabil).
  5. Penyakit Paru Obstruktif Kronis/PPOK (fase stabil).
  6. Obesitas (dalam program penurunan berat badan yang efektif).
  7. Kondisi pasca operasi (fase rehabilitasi).
  8. Ibu hamil (antenatal care).
  9. Ibu pasca persalinan (postnatal care).
  10. Keluarga dengan anggota keluarga yang menderita penyakit kronis.
  11. Individu dengan risiko keturunan penyakit tertentu yang menjalani gaya hidup sehat.
  12. Penyintas kanker dalam masa remisi.

D. ANALISIS BERDASARKAN MODEL KEPERAWATAN

Pakar keperawatan Nola J. Pender dalam Health Promotion Model menekankan bahwa kesiapan ini dipengaruhi oleh persepsi klien terhadap manfaat tindakan (perceived benefits) dan kemanjuran diri (self-efficacy). Klien yang berada pada tahap ini memiliki motivasi intrinsik yang kuat untuk mencapai aktualisasi kesehatan. Interaksi antara perilaku terdahulu dan faktor personal menjadi landasan utama bagi klien untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih positif.

E. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

Target utama yang diharapkan adalah Manajemen Kesehatan Meningkat (L.12104). Peningkatan ini diukur melalui indikator:

  1. Peningkatan kemampuan melakukan tindakan untuk mengurangi faktor risiko.
  2. Peningkatan efektivitas aktivitas hidup sehari-hari dalam memenuhi tujuan kesehatan.
  3. Peningkatan penerapan program perawatan secara mandiri.
  4. Penurunan hambatan atau kesulitan yang dirasakan dalam menjalani program pengobatan.

F. INTERVENSI KEPERAWATAN STRATEGIS (SIKI)

Intervensi dirancang bukan untuk memperbaiki kerusakan, melainkan untuk memperkuat kapasitas kognitif dan perilaku klien:

  1. Bimbingan Antisipatif (I.12359) Menyiapkan klien menghadapi transisi perkembangan atau kemungkinan krisis situasional agar tetap mampu mempertahankan manajemen kesehatan yang baik.
  2. Penentuan Tujuan Bersama (I.12464) Berkolaborasi dengan klien untuk menyusun target kesehatan yang lebih tinggi namun tetap realistis melalui metode SMART goals.
  3. Edukasi Kesehatan (I.12383) Memberikan informasi mendalam mengenai faktor risiko lingkungan dan perilaku yang dapat dioptimalkan untuk menunjang kualitas hidup.
  4. Manajemen Perilaku (I.12463) Memperkuat penguatan positif terhadap keberhasilan klien dalam mempertahankan perilaku hidup sehat yang telah dijalankan.

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis (15th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Oxford: Wiley-Blackwell.

Pender, N. J., Murdaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2015). Health Promotion in Nursing Practice (7th ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

World Health Organization (WHO). (2016). Health Literacy: The Solid Facts. Geneva: WHO Regional Office for Europe.