Gangguan Mobilitas Fisik (L.05042)

by

in

Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Gangguan Mobilitas Fisik

DiagnosaLuaran Utama (SLKI)Luaran Tambahan (SLKI)Intervensi Terkait (SIKI)
Gangguan Mobilitas FisikMobilitas Fisik (L.05042)Berat Badan, Fungsi Sensori, Keseimbangan, Konservasi Energi, Koordinasi Pergerakan, Motivasi, Pergerakan Sendi, Status Neurologis, Status Nutrisi, Toleransi Aktivitas1. Dukungan Mobilisasi (I.05173)
2. Dukungan Ambulasi (I.05171)
3. Teknik Latihan Sendi (I.05188)

Rincian Intervensi SIKI (OTEK)

Berikut adalah rincian tindakan intervensi untuk meningkatkan kemampuan pergerakan fisik pasien:

1. Dukungan Mobilisasi (I.05173)

  • Observasi: Identifikasi adanya nyeri atau keluhan fisik lainnya; identifikasi toleransi fisik melakukan pergerakan; monitor frekuensi jantung dan tekanan darah sebelum memulai mobilisasi.
  • Terapeutik: Fasilitasi aktivitas mobilisasi dengan alat bantu (mis. pagar tempat tidur); fasilitasi melakukan pergerakan, jika perlu; libatkan keluarga untuk membantu pasien dalam meningkatkan pergerakan.
  • Edukasi: Jelaskan tujuan dan prosedur mobilisasi; anjurkan melakukan mobilisasi dini; ajarkan mobilisasi sederhana yang harus dilakukan (mis. duduk di tempat tidur, pindah ke kursi).
  • Kolaborasi: Kolaborasi dengan fisioterapis dalam menentukan program latihan yang sesuai.

2. Dukungan Ambulasi (I.05171)

  • Observasi: Identifikasi adanya nyeri atau keluhan fisik lainnya; identifikasi toleransi fisik melakukan ambulasi; monitor kondisi umum selama melakukan ambulasi.
  • Terapeutik: Fasilitasi aktivitas ambulasi dengan alat bantu (mis. kruk, tongkat, atau walker); sediakan lingkungan yang aman dan bebas dari hambatan; bantu pasien saat melakukan ambulasi awal.
  • Edukasi: Jelaskan tujuan dan prosedur ambulasi; anjurkan menggunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin; ajarkan cara berdiri dan berjalan secara bertahap.
  • Kolaborasi: Tidak ada tindakan spesifik, namun dapat berkoordinasi dengan rehabilitasi medik jika diperlukan alat bantu jalan khusus.

3. Teknik Latihan Sendi (I.05188)

  • Observasi: Identifikasi keterbatasan pergerakan sendi; monitor lokasi dan sifat nyeri selama latihan; identifikasi motivasi pasien untuk melakukan latihan sendi.
  • Terapeutik: Lakukan latihan rentang gerak pasif atau aktif sesuai indikasi; berikan dukungan positif selama latihan; hindari melakukan latihan pada area yang mengalami fraktur atau peradangan akut.
  • Edukasi: Jelaskan tujuan dan manfaat latihan sendi bagi mobilitas; ajarkan pasien dan keluarga cara melakukan latihan secara mandiri dan rutin.
  • Kolaborasi: Kolaborasi dengan terapis okupasi untuk pengembangan latihan motorik halus jika diperlukan.

Definisi Ilmiah Gangguan Mobilitas Fisik

Gangguan Mobilitas Fisik secara ilmiah didefinisikan sebagai keterbatasan dalam pergerakan fisik satu atau lebih ekstremitas secara mandiri dan terarah. Secara patofisiologis, kondisi ini melibatkan gangguan pada sistem muskuloskeletal dan sistem saraf pusat yang mengakibatkan penurunan kekuatan otot, kekakuan sendi, serta gangguan koordinasi dan keseimbangan. Defisit mobilitas sering kali diikuti dengan penurunan Konservasi Energi dan Toleransi Aktivitas akibat atrofi otot maupun dekondisi kardiovaskular. Intervensi keperawatan bertujuan untuk merestorasi fungsionalitas Pergerakan Sendi dan integrasi Status Neurologis guna mencapai kemandirian gerak yang optimal serta mencegah komplikasi imobilitas seperti luka tekan atau kontraktur.


Literatur

  1. PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  2. PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  3. PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *