Gangguan Interaksi Sosial (L.13115)

Gangguan Interaksi Sosial (L.13115)

by

in

Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Gangguan Interaksi Sosial

DiagnosaLuaran Utama (SLKI)Luaran Tambahan (SLKI)Intervensi Terkait (SIKI)
Gangguan Interaksi SosialInteraksi Sosial (L.13115)Dukungan Sosial, Ketahanan Keluarga, Ketahanan Personal, Keterlibatan Sosial1. Modifikasi Perilaku Keterampilan Sosial (I.13484)
2. Promosi Sosialisasi (I.13498)
3. Terapi Grup (I.09328)

Rincian Intervensi SIKI (OTEK)

Berikut adalah rincian tindakan untuk minimal 3 intervensi utama guna memulihkan kemampuan interaksi sosial pasien:

1. Modifikasi Perilaku Keterampilan Sosial (I.13484)

  • Observasi: Identifikasi kemampuan interaksi sosial dan hambatan dalam berkomunikasi (mis. rasa takut, menarik diri); identifikasi target perilaku yang akan ditingkatkan.
  • Terapeutik: Berikan penguatan positif (reward) saat pasien menunjukkan keterampilan sosial yang tepat; fasilitasi latihan bermain peran (role play) dalam berinteraksi dengan orang lain.
  • Edukasi: Anjurkan pasien untuk berlatih berkomunikasi secara bertahap dalam kelompok kecil; ajarkan cara memulai dan mempertahankan pembicaraan secara asertif.
  • Kolaborasi: Kolaborasi dengan tenaga kesehatan jiwa atau psikolog untuk modifikasi perilaku yang lebih intensif.

2. Promosi Sosialisasi (I.13498)

  • Observasi: Identifikasi hambatan pasien dalam berinteraksi dengan orang lain (mis. isolasi sosial, disabilitas fisik); monitor kemajuan interaksi sosial pasien secara berkala.
  • Terapeutik: Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam hubungan yang sudah ada; sediakan lingkungan yang mendukung pasien untuk berpartisipasi dalam aktivitas kelompok atau komunitas.
  • Edukasi: Ajarkan teknik berinteraksi yang efektif; anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain untuk meningkatkan rasa keterikatan sosial.
  • Kolaborasi: Rujuk ke kelompok pendukung (support group) atau organisasi komunitas yang relevan untuk memperluas jaringan sosial.

3. Terapi Grup (I.09328)

  • Observasi: Monitor dinamika kelompok dan respons individu terhadap proses interaksi dalam grup; identifikasi anggota kelompok yang dominan atau menarik diri.
  • Terapeutik: Fasilitasi anggota kelompok untuk saling mengenal dan berbagi tujuan; pertahankan aturan kelompok yang mendukung keamanan emosional; fasilitasi penyelesaian konflik dalam kelompok secara konstruktif.
  • Edukasi: Jelaskan manfaat keterlibatan dalam terapi grup untuk pengembangan keterampilan interpersonal.
  • Kolaborasi: Koordinasi dengan fasilitasi pelayanan kesehatan jiwa untuk tindak lanjut hasil terapi grup.

Definisi Ilmiah Gangguan Interaksi Sosial

Gangguan Interaksi Sosial secara ilmiah didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana seorang individu mengalami kesulitan atau ketidakmampuan untuk melakukan pertukaran sosial secara efektif, baik melalui perilaku verbal maupun nonverbal, yang ditandai dengan kurangnya responsivitas atau ketidaksesuaian tindakan dalam konteks sosial. Secara psikososial, kondisi ini sering dikaitkan dengan defisit pada fungsi kognitif sosial, rendahnya efikasi diri, atau adanya hambatan lingkungan yang membatasi keterlibatan individu. Pemulihan luaran Interaksi Sosial (L.13115) berfokus pada penguatan kemampuan adaptasi interpersonal guna meningkatkan kualitas Dukungan Sosial dan Keterlibatan Sosial, sehingga individu dapat berfungsi kembali secara optimal dalam struktur komunitas maupun unit keluarga.


Literatur

  1. PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  2. PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  3. PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *