Gangguan Identitas Diri (I.09309)

Gangguan Identitas Diri (I.09309)

by

in

Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Gangguan Identitas Diri

DiagnosaLuaran Utama (SLKI)Luaran Tambahan (SLKI)Intervensi Terkait (SIKI)
Gangguan Identitas DiriIdentitas Diri (L.09070)Citra Tubuh, Identitas Seksual, Kesadaran Diri, Status Koping1. Promosi Identitas Diri (I.09309)
2. Promosi Kesadaran Diri (I.09311)
3. Orientasi Realita (I.09297)

Rincian Intervensi SIKI (OTEK)

Berikut adalah rincian tindakan untuk minimal 3 intervensi utama guna memulihkan persepsi identitas diri pasien:

1. Promosi Identitas Diri (I.09309)

  • Observasi: Identifikasi peran yang dimiliki dalam keluarga; monitor pernyataan yang menunjukkan kebingungan atau distorsi identitas.
  • Terapeutik: Diskusikan nilai-nilai yang penting dalam hidup pasien; fasilitasi pasien untuk mengidentifikasi kekuatan dan atribut positif diri; bantu pasien untuk mengungkapkan perasaan terkait perubahan peran atau identitas.
  • Edukasi: Anjurkan pasien untuk terlibat dalam aktivitas yang meningkatkan kepercayaan diri; ajarkan cara menetapkan tujuan hidup yang realistis.
  • Kolaborasi: Kolaborasi dengan kelompok pendukung (support group) yang memiliki latar belakang atau masalah serupa.

2. Promosi Kesadaran Diri (I.09311)

  • Observasi: Monitor respons verbal dan nonverbal pasien terhadap diri sendiri; identifikasi perasaan pasien terhadap situasi yang dialami.
  • Terapeutik: Ciptakan lingkungan yang mendukung pengungkapan perasaan tanpa menghakimi; berikan umpan balik terhadap perilaku dan persepsi pasien secara objektif.
  • Edukasi: Anjurkan pasien untuk mengenali pola perilaku yang berulang; latih teknik refleksi diri untuk memahami identitas dan keunikan pribadi.
  • Kolaborasi: Tidak ada tindakan kolaboratif spesifik, namun dapat melibatkan konselor psikologis jika terjadi krisis identitas yang mendalam.

3. Orientasi Realita (I.09297)

  • Observasi: Monitor tingkat orientasi terhadap waktu, tempat, dan orang; identifikasi pemicu kebingungan identitas.
  • Terapeutik: Berikan informasi yang benar mengenai identitas pasien jika terjadi disorientasi; gunakan alat bantu memori (mis. foto, benda pribadi) untuk memperkuat pengenalan diri.
  • Edukasi: Anjurkan keluarga untuk berinteraksi dengan pasien dengan memanggil nama dan mengingatkan hubungan keluarga.
  • Kolaborasi: Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian pengobatan jika gangguan identitas berkaitan dengan kondisi neurologis atau psikiatrik akut.

Definisi Ilmiah Gangguan Identitas Diri

Gangguan Identitas Diri secara ilmiah merupakan suatu kondisi ketidakmampuan individu dalam mempertahankan persepsi yang utuh, konsisten, dan terintegrasi mengenai diri sendiri. Secara psikologis, hal ini melibatkan fragmentasi pada kesadaran diri yang mengakibatkan kebingungan terhadap peran, tujuan hidup, serta nilai-nilai personal. Kondisi ini sering kali dipicu oleh krisis perkembangan, trauma sistemik, atau perubahan drastis dalam struktur sosial individu. Pemulihan luaran Identitas Diri (L.09070) bertujuan untuk mereintegrasi elemen kognitif dan afektif individu agar mampu mengenali keunikan personal serta memiliki keberlanjutan diri (self-continuity) yang stabil dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial.


Literatur

  1. PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  2. PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  3. PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *