DEFISIT NUTRISI (D.0019)
A. DEFINISI
- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI): Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
- NANDA International: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik; di mana asupan zat gizi kurang dari kebutuhan metabolik yang diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan dan fungsi tubuh.
- Lynda Juall Carpenito: Suatu keadaan di mana individu yang tidak puasa mengalami atau berisiko mengalami penurunan berat badan yang berhubungan dengan asupan yang tidak adekuat atau metabolisme nutrien yang tidak adekuat untuk kebutuhan metabolik.
- American Society for Parenteral and Enteral Nutrition (ASPEN): Suatu gangguan status nutrisi yang disebabkan oleh kurangnya asupan atau pemanfaatan nutrisi yang mengakibatkan perubahan komposisi tubuh dan penurunan fungsi organ.
- Marilynn E. Doenges: Kondisi di mana jumlah nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak mampu mencukupi kebutuhan dasar untuk proses pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan pemeliharaan energi secara keseluruhan.
B. ETIOLOGI (PENYEBAB)
Faktor-faktor yang mendasari munculnya masalah ini secara ilmiah diklasifikasikan menjadi:
- Ketidakmampuan menelan makanan: Gangguan mekanik atau neurologis pada fase oral, faring, atau esofagus (misalnya pada pasien pasca-stroke).
- Ketidakmampuan mencerna makanan: Gangguan pada fungsi lambung atau enzim pencernaan.
- Ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien: Kerusakan pada mukosa usus halus (misalnya pada penyakit celiac atau inflammatory bowel disease).
- Peningkatan kebutuhan metabolisme: Kondisi katabolik akut seperti infeksi berat (sepsis), luka bakar, atau penyakit kronis seperti kanker.
- Faktor psikologis dan ekonomi: Penurunan nafsu makan akibat depresi, kecemasan, atau ketidakmampuan secara finansial untuk menyediakan makanan bergizi seimbang.
C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA)
Penegakan diagnosis ini harus didasarkan pada data objektif dan subjektif yang kuat:
- Gejala Mayor: Berat badan menurun minimal 10% di bawah rentang ideal.
- Gejala Minor: Cepat kenyang setelah makan, kram atau nyeri abdomen, nafsu makan menurun, bising usus hiperaktif, otot pengunyah atau otot menelan melemah, membran mukosa pucat dan sariawan, rambut rontok berlebihan.
D. INTERVENSI UTAMA (MANAJEMEN NUTRISI)
Tindakan keperawatan bertujuan untuk memastikan kebutuhan metabolik terpenuhi dengan langkah-langkah berikut:
- Observasi: Identifikasi status nutrisi (IMT), monitor asupan makanan, dan pantau berat badan secara berkala.
- Terapeutik: Sajikan makanan secara menarik dan pada suhu yang sesuai; berikan suplemen makanan jika perlu; berikan kebersihan mulut (oral hygiene) sebelum makan untuk meningkatkan nafsu makan.
- Edukasi: Ajarkan diet yang diprogramkan (misalnya tinggi kalori tinggi protein) dan posisi makan yang nyaman untuk mencegah aspirasi.
- Kolaborasi: Kerja sama dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrien yang dibutuhkan, serta kolaborasi pemberian medikasi (misalnya antiemetik) jika terdapat mual.
E. TANDA DAN GEJALA MAYOR:
- Penurunan berat badan: Penurunan berat badan yang tidak disengaja dalam jangka waktu tertentu.
- IMT di bawah normal: Indeks Massa Tubuh (IMT) berada di bawah batas normal untuk usia dan jenis kelamin.
- Pengurangan asupan makanan: Asupan makanan yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi.
- Tanda-tanda malnutrisi fisik: Perubahan pada rambut, kulit, kuku, dan mata yang menunjukkan kekurangan nutrisi tertentu.
- Perubahan pada fungsi kognitif: Kesulitan berkonsentrasi, linglung, atau perubahan suasana hati.
- Kelemahan dan kelelahan: Rasa lelah yang terus-menerus dan penurunan tingkat energi.
- Penurunan massa otot: Otot-otot yang mengecil dan melemah.
- Penyembuhan luka yang lambat: Luka yang sulit sembuh atau membutuhkan waktu lama untuk sembuh.
- Penurunan imunitas: Lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
F. TANDA DAN GEJALA MINOR:
- Perubahan pada lidah: Lidah yang bengkak, merah, atau memiliki bercak putih.
- Gusi berdarah: Gusi yang mudah berdarah saat menyikat gigi atau makan.
- Kulit kering dan bersisik: Kulit yang terasa kering, gatal, atau bersisik.
- Rambut rontok: Rambut yang rapuh, kusam, atau mudah rontok.
- Kuku rapuh: Kuku yang mudah patah atau memiliki garis-garis vertikal.
- Mata kering: Mata yang terasa gatal, perih, atau berair.
- Perubahan pada nafsu makan: Penurunan nafsu makan atau rasa cepat kenyang.
- Masalah pencernaan: Diare, sembelit, atau perut kembung.
G. KONDISI KLINIS TERKAIT:
- Penyakit kronis: Penyakit seperti kanker, HIV/AIDS, penyakit ginjal, dan penyakit jantung dapat menyebabkan defisit nutrisi.
- Gangguan makan: Anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan lainnya dapat menyebabkan asupan nutrisi yang tidak memadai.
- Gangguan pencernaan: Masalah seperti penyakit Celiac, penyakit Crohn, dan sindrom usus iritabel dapat mengganggu penyerapan nutrisi.
- Efek samping obat: Beberapa obat dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, mual, atau perubahan rasa, yang dapat menyebabkan defisit nutrisi.
- Kesehatan mental: Masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan dapat memengaruhi nafsu makan dan asupan makanan.
- Faktor sosial ekonomi: Kemiskinan, kurangnya akses ke makanan sehat, dan isolasi sosial dapat meningkatkan risiko defisit nutrisi.
- Prosedur bedah: Operasi tertentu dapat mempengaruhi pencernaan dan penyerapan nutrisi.
- Kehamilan dan menyusui: Kebutuhan nutrisi yang meningkat selama kehamilan dan menyusui dapat menyebabkan defisit nutrisi jika tidak dipenuhi dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
American Society for Parenteral and Enteral Nutrition (ASPEN). (2021). Clinical Guidelines: Nutrition Support of Adult Patients with Critical Illness. Maryland: ASPEN.
Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., & Wagner, C. M. (2013). Nursing Interventions Classification (NIC) (6th ed.). St. Louis, Missouri: Elsevier.
Carpenito, L. J. (2017). Nursing Diagnosis: Application to Clinical Practice. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. Philadelphia: F.A. Davis Company.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Oxford: Thieme Publishers.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.


Tinggalkan Balasan