Dukungan Keluarga (L.13112)

by

in

Dukungan Keluarga (L.13112)

Definisi: Ketersediaan sokongan anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan individu yang menjalani perawatan. Ekspektasi dari kriteria hasil ini adalah meningkat, yang menunjukkan bahwa keluarga secara aktif terlibat, memberikan perhatian, dan berkolaborasi dalam upaya pemulihan kesehatan pasien.

Kriteria Hasil (SLKI)

Kriteria Hasil
Menurun
Cukup Menurun
Sedang
Cukup Meningkat
Meningkat
Anggota keluarga verbalisasi keinginan untuk mendukung anggota keluarga yang sakit
1
2
3
4
5
Menanyakan kondisi pasien
1
2
3
4
5
Mencari dukungan sosial bagi anggota keluarga yang sakit
1
2
3
4
5
Mencari dukungan spiritual bagi anggota keluarga yang sakit
1
2
3
4
5
Bekerja sama dengan anggota keluarga yang sakit dalam menentukan perawatan
1
2
3
4
5
Bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan dalam menentukan perawatan
1
2
3
4
5
Berpartisipasi dalam perencanaan pulang
1
2
3
4
5

Intervensi Keperawatan Terkait (SIKI)

Berikut adalah 3 Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang berkaitan erat dengan peningkatan dukungan keluarga:

1. Dukungan Keluarga Terencana (I.13477)

Definisi: Memfasilitasi partisipasi keluarga dalam perawatan pasien.

  • Observasi:
    • Identifikasi kebutuhan dan harapan keluarga tentang kesehatan.
    • Identifikasi sumber daya yang tersedia dalam keluarga.
  • Terapeutik:
    • Apresiasi dan dukung keluarga dalam membuat keputusan perawatan pasien.
    • Hargai dan dukung mekanisme koping adaptif yang digunakan keluarga.
    • Fasilitasi anggota keluarga untuk mengidentifikasi kekuatan dan keterbatasan diri.
  • Edukasi:
    • Informasikan kemajuan pasien secara berkala.
    • Ajarkan keluarga cara merawat dan mendampingi pasien di rumah.
  • Kolaborasi:
    • Kolaborasi dengan tim medis/sosial dalam pemberian layanan dukungan keluarga.

2. Edukasi Kesehatan (I.12383)

Definisi: Mengajarkan pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup bersih serta sehat.

  • Observasi:
    • Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi.
    • Identifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku hidup bersih dan sehat.
  • Terapeutik:
    • Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan.
    • Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan.
    • Berikan kesempatan untuk bertanya.
  • Edukasi:
    • Jelaskan faktor risiko yang dapat mengubah pola kesehatan.
    • Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat.
  • Kolaborasi:
    • Kolaborasi dengan ahli terkait untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.

3. Dukungan Koping Keluarga (I.09260)

Definisi: Memfasilitasi kemampuan anggota keluarga untuk menanggapi kebutuhan pasien secara efektif.

  • Observasi:
    • Identifikasi beban prognostik secara psikologis bagi keluarga.
    • Identifikasi pemahaman keluarga tentang penyakit dan perawatannya.
  • Terapeutik:
    • Dengarkan masalah, perasaan, dan ketakutan keluarga.
    • Fasilitasi untuk mengungkapkan perasaan bersalah dan marah.
    • Fasilitasi pemecahan masalah secara kolaboratif.
  • Edukasi:
    • Informasikan kemajuan pasien secara akurat.
    • Anjurkan keluarga untuk tetap memperhatikan kebutuhan diri sendiri.
  • Kolaborasi:
    • Rujuk untuk terapi keluarga, jika perlu.

Literatur

  1. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  2. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *