Status Orientasi (L.09090)

Status Orientasi (L.09090)

by

in

I. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

1. Status Orientasi (L.09090)

Definisi: Keyakinan yang sesuai dengan kenyataan.

  • Ekspektasi: Membaik
Kriteria Hasil
Menurun (1)
Cukup Menurun (2)
Sedang (3)
Cukup Meningkat (4)
Meningkat (5)
Produktivitas
1
2
3
4
5
Kriteria Hasil
Meningkat (1)
Cukup Meningkat (2)
Sedang (3)
Cukup Menurun (4)
Menurun (5)
Verbalisasi waham / Perilaku waham
1
2
3
4
5
Khawatir / Curiga
1
2
3
4
5
Sikap bermusuhan / Tegang
1
2
3
4
5
Menarik diri
1
2
3
4
5
Kriteria Hasil
Memburuk (1)
Cukup Memburuk (2)
Sedang (3)
Cukup Membaik (4)
Membaik (5)
Perilaku / Isi pikir sesuai realita
1
2
3
4
5
Pembicaraan / Konsentrasi
1
2
3
4
5
Pola tidur
1
2
3
4
5
Kemampuan mengambil keputusan
1
2
3
4
5
Proses pikir
1
2
3
4
5
Perawatan diri
1
2
3
4
5

2. Status Perkembangan (L.10101)

Definisi: Kemampuan untuk berkembang sesuai dengan kelompok usia.

  • Ekspektasi: Membaik
Kriteria Hasil
Menurun (1)
Cukup Menurun (2)
Sedang (3)
Cukup Meningkat (4)
Meningkat (5)
Keterampilan/perilaku sesuai usia
1
2
3
4
5
Kemampuan melakukan perawatan diri
1
2
3
4
5
Respon sosial / Kontak mata
1
2
3
4
5
Kriteria Hasil
Meningkat (1)
Cukup Meningkat (2)
Sedang (3)
Cukup Menurun (4)
Menurun (5)
Kemarahan / Regresi
1
2
3
4
5
Kriteria Hasil
Memburuk (1)
Cukup Memburuk (2)
Sedang (3)
Cukup Membaik (4)
Membaik (5)
Afek
1
2
3
4
5
Pola tidur
1
2
3
4
5

II. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)

Berikut adalah intervensi utama yang dipilih secara spesifik untuk mengintervensi Status Orientasi (L.09090) dan Status Perkembangan (L.10101):

Intervensi untuk Status Orientasi (L.09090)

1. Manajemen Waham (I.09295)

Definisi: Mengidentifikasi dan mengelola keyakinan yang salah dan kokoh dipertahankan walaupun tidak sesuai dengan kenyataan.

  • Observasi (O):
    • Monitor isi waham (mis. kebesaran, curiga, persekutorik).
    • Monitor tingkat pemahaman/konsentrasi dan proses pikir pasien.
    • Identifikasi tanda-tanda sikap bermusuhan atau tegang yang membahayakan diri/orang lain.
  • Terapeutik (T):
    • Bina hubungan saling percaya melalui pendekatan yang tenang dan tidak menghakimi.
    • Jangan membantah atau mendukung waham (katakan: “Saya percaya Anda merasakannya, tetapi saya sendiri tidak melihat/mengalaminya”).
    • Fokus pada realita atau isi pikir yang sesuai realita (mis. diskusikan waktu, tempat, dan orang sekitar).
    • Dukung aktivitas perawatan diri dan produktivitas harian yang terstruktur untuk mengalihkan pikiran waham.
  • Edukasi (E):
    • Anjurkan pasien mengungkapkan isi pikiran atau kekhawatiran secara asertif.
    • Ajarkan strategi koping untuk mengontrol waham (mis. teknik distraksi atau relaksasi jika tegang).
    • Latih kepatuhan minum obat secara teratur sesuai dosis.
  • Kolaborasi (K):
    • Kolaborasi dengan psikiater untuk pemberian obat antipsikotik dan terapi perilaku kognitif.

2. Orientasi Realitas (I.09297)

Definisi: Memfasilitasi kesadaran terhadap identitas personal, waktu, dan lingkungan.

  • Observasi (O):
    • Monitor perubahan orientasi kognitif, pembicaraan, dan perilaku sehari-hari.
    • Monitor pola tidur dan tingkat kecemasan yang dapat mengaburkan orientasi realita.
  • Terapeutik (T):
    • Sediakan lingkungan yang konsisten dan aman.
    • Gunakan alat bantu orientasi seperti kalender, jam dinding, atau foto keluarga di kamar pasien.
    • Sebutkan nama Anda dan panggil nama pasien secara jelas dalam setiap interaksi.
    • Libatkan pasien dalam kegiatan kelompok yang berfokus pada pemecahan masalah dan pengambilan keputusan sederhana.
  • Edukasi (E):
    • Anjurkan berpartisipasi dalam perawatan diri secara mandiri untuk mempertahankan memori motorik.
    • Ajarkan keluarga cara memfasilitasi orientasi realitas di rumah (mis. tidak membiarkan pasien menarik diri).
  • Kolaborasi (K):
    • Kolaborasi dengan terapis okupasi untuk merancang program produktivitas harian yang adaptif.

Intervensi untuk Status Perkembangan (L.10101)

3. Promosi Perkembangan Anak (I.10340)

Definisi: Memfasilitasi perkembangan motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan kemandirian pada anak.

  • Observasi (O):
    • Identifikasi kebutuhan khusus anak berdasarkan asesmen tumbuh tumbuh kembang (mis. skrining KPSP atau Denver II).
    • Monitor keterampilan/perilaku sesuai usia, respon sosial, dan kontak mata anak.
    • Monitor adanya tanda kemarahan berlebih, frustrasi, atau regresi (kemunduran tugas perkembangan).
  • Terapeutik (T):
    • Sediakan lingkungan yang aman, suportif, dan kaya akan stimulasi visual/auditori.
    • Fasilitasi anak melakukan perawatan diri secara mandiri secara bertahap untuk membangun kepercayaan diri.
    • Gunakan terapi bermain terstruktur atau permainan edukatif yang sesuai kelompok usia anak.
    • Berikan pujian/penguatan positif ketika anak berhasil menunjukkan keterampilan baru.
  • Edukasi (E):
    • Jelaskan target perkembangan anak yang normal berdasarkan kelompok usianya kepada orang tua.
    • Demonstrasikan cara menstimulasi perkembangan sosial-emosional (mis. melatih kontak mata dan interaksi kelompok).
    • Ajarkan orang tua manajemen koping jika anak mengalami kemarahan atau tantrum agar tidak memicu regresi lebih lanjut.
  • Kolaborasi (K):
    • Kolaborasi dengan dokter spesialis anak, psikolog perkembangan, atau tim rehabilitasi medik (terapis wicara/fisioterapis) jika ditemukan keterlambatan perkembangan yang signifikan.

III. Literatur / Referensi

  1. Persatuan Perawat Nasional Indonesia / PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  2. Persatuan Perawat Nasional Indonesia / PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  3. Stuart, G. W. (2016). Principles and Practice of Psychiatric Nursing, 10th Edition. St. Louis: Mosby Elsevier. (Referensi keperawatan jiwa untuk validasi intervensi manajemen waham dan orientasi realitas).
  4. Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2018). Wong’s Nursing Care of Infants and Children, 11th Edition. St. Louis: Elsevier. (Referensi keperawatan anak untuk validasi intervensi promosi perkembangan).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *