Daftar Isi
I. Hierarki Luaran Keperawatan (SLKI)
Diagnosis Keperawatan | Luaran Utama | Luaran Tambahan |
Risiko Berat Badan Lebih | Berat Badan (L.03018) | Perilaku Mempertahankan Berat Badan, Status Nutrisi, Tingkat Pengetahuan |
Definisi Luaran Utama (Berat Badan): Akumulasi massa tubuh yang sesuai dengan rentang indeks massa tubuh (IMT) berdasarkan usia dan jenis kelamin.
Ekspektasi: Membaik.
II. Intervensi Keperawatan (SIKI) Terkait
Berdasarkan kebutuhan untuk menjaga keseimbangan energi dan mencegah akumulasi lemak berlebih, berikut adalah tiga intervensi utama dengan format OTEK:
1. Manajemen Berat Badan (I.03112)
- Observasi:
- Identifikasi kondisi kesehatan pasien yang dapat mempengaruhi berat badan.
- Hitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dan ukur lingkar pinggang secara berkala.
- Monitor kebiasaan makan dan jenis makanan yang dikonsumsi (mis. food diary).
- Terapeutik:
- Tentukan target berat badan yang realistis (mis. penurunan 0,5 – 1 kg per minggu).
- Fasilitasi penyusunan jadwal makan yang teratur.
- Berikan dukungan emosional dalam proses modifikasi gaya hidup.
- Edukasi:
- Jelaskan hubungan antara asupan makanan, aktivitas fisik, dan penambahan berat badan.
- Ajarkan cara menghitung kalori harian sesuai kebutuhan basal.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan diet rendah kalori dan seimbang.
2. Edukasi Diet (I.12369)
- Observasi:
- Identifikasi kemampuan dan kesediaan pasien menerima informasi mengenai diet.
- Identifikasi persepsi pasien tentang diet yang sedang atau akan dijalani.
- Terapeutik:
- Sediakan materi edukasi diet yang mudah dipahami (mis. pamflet porsi makan “Isi Piringku”).
- Fasilitasi pasien dalam mengidentifikasi hambatan dalam menjalankan diet.
- Edukasi:
- Jelaskan tujuan diet untuk mencegah risiko berat badan lebih.
- Anjurkan menghindari makanan olahan dan minuman tinggi gula.
- Ajarkan cara membaca label informasi nilai gizi pada kemasan makanan.
- Kolaborasi:
- (Intervensi berfokus pada penguatan pengetahuan mandiri).
3. Promosi Latihan Fisik (I.05188)
- Observasi:
- Identifikasi tingkat kebugaran fisik dan hambatan untuk berolahraga.
- Monitor respons tubuh terhadap latihan fisik (mis. denyut nadi, kelelahan).
- Terapeutik:
- Motivasi pasien untuk memulai latihan fisik dari intensitas rendah ke sedang.
- Fasilitasi pemilihan jenis olahraga yang disukai agar konsisten dilakukan.
- Edukasi:
- Jelaskan manfaat latihan fisik dalam membakar kalori dan meningkatkan metabolisme.
- Anjurkan melakukan latihan fisik minimal 150 menit per minggu (mis. jalan cepat 30 menit, 5 hari seminggu).
- Ajarkan teknik pemanasan dan pendinginan yang benar untuk mencegah cedera.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi dengan instruktur olahraga atau rehabilitasi medik jika terdapat keterbatasan fisik tertentu.
III. Referensi Literatur
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Medical-Surgical Nursing: Clinical Management for Positive Outcomes. St. Louis, MO: Elsevier.
- Bulechek, G. M., et al. (2016). Nursing Interventions Classification (NIC). Singapore: Elsevier.


Tinggalkan Balasan