Daftar Isi
Tabel Luaran Keperawatan (SLKI)
Penyapihan Ventilator (L.01002)
Definisi: Kemampuan beradaptasi dengan pengurangan bantuan ventilator mekanik yang ditandai dengan parameter klinis yang stabil.
Kriteria Hasil | Menurun (1) | Cukup Menurun (2) | Sedang (3) | Cukup Meningkat (4) | Meningkat (5) |
Kesinkronan bantuan ventilator | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kriteria Hasil | Meningkat (1) | Cukup Meningkat (2) | Sedang (3) | Cukup Menurun (4) | Menurun (5) |
Penggunaan otot bantu napas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Napas megap-megap (gasping) | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Napas dangkal | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Agitasi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Lelah | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Perasaan kuatir mesin rusak | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Fokus pada pernapasan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Napas paradoks abdominal | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Diaforesis | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kriteria Hasil | Memburuk (1) | Cukup Memburuk (2) | Sedang (3) | Cukup Membaik (4) | Membaik (5) |
Frekuensi napas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Nilai gas darah arteri | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Upaya napas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Auskultasi suara inspirasi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Warna kulit | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Intervensi Keperawatan (SIKI) Terintegrasi
1. Penyapihan Ventilasi Mekanik (I.01021)
Intervensi utama untuk memfasilitasi transisi dari bantuan mesin ke pernapasan spontan.
- Observasi:
- Periksa kesiapan penyapihan (mis. stabilitas hemodinamik, kondisi metabolik, bebas infeksi).
- Monitor tanda-tanda gagal sapih (mis. peningkatan nadi >20x/menit, Tekanan Darah meningkat >20 mmHg, pernapasan >30x/menit).
- Monitor status mental dan tanda-tanda kelelahan otot napas.
- Terapeutik:
- Posisikan pasien semi-fowler atau fowler (30-45 derajat).
- Lakukan penghisapan lendir (suction) jika perlu.
- Berikan dukungan psikologis untuk meminimalkan kecemasan.
- Edukasi:
- Ajarkan teknik relaksasi dan napas dalam.
- Informasikan kepada pasien dan keluarga mengenai prosedur penyapihan.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian sedasi dan analgesik dengan dosis minimal.
2. Pemantauan Respirasi (I.01014)
Diperlukan untuk memantau efektivitas pertukaran gas selama proses penyapihan.
- Observasi:
- Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya napas.
- Monitor pola napas (seperti bradipnea, takipnea, hiperventilasi, Kussmaul, Cheyne-Stokes).
- Auskultasi bunyi napas (mis. gurgling, wheezing, ronkhi kering).
- Terapeutik:
- Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien.
- Dokumentasikan hasil pemantauan pada lembar observasi klinis.
- Edukasi:
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan kepada pasien/keluarga.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemeriksaan Gas Darah Arteri (AGD) pasca-perubahan mode ventilator.
3. Manajemen Jalan Napas (I.01011)
Memastikan jalan napas paten untuk mendukung keberhasilan penyapihan.
- Observasi:
- Monitor pola napas dan bunyi napas tambahan.
- Monitor sputum (jumlah, warna, aroma).
- Terapeutik:
- Pertahankan kepatenan jalan napas dengan head-tilt dan chin-lift.
- Lakukan fisioterapi dada jika terdapat akumulasi sekret.
- Edukasi:
- Ajarkan teknik batuk efektif.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian bronkodilator atau mukolitik jika diindikasikan.
Literatur
- PPNI (2018). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Tinggalkan Balasan